DIKSIKU.com, Sidrap – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif menargetkan optimalisasi lahan pertanian agar tidak ada lagi sawah yang dibiarkan kering pada 2027. Target tersebut disampaikan saat menghadiri Pesta Panen Adat Mappadendang di Desa Bila, Kecamatan Dua Pitue, Senin (12/10/2026).
Syaharuddin mengatakan, peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan petani harus menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan, terutama di wilayah yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
“Ukuran keberhasilan adalah bagaimana meningkatkan hasil pertanian kita. Harus selalu berpikir bagaimana ada hasil di Desa Bila,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sidrap terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui ketersediaan pupuk, perbaikan harga komoditas, serta dukungan terhadap petani. Upaya itu ditopang potensi pertanian Sidrap yang memiliki sekitar 60.000 hektare sawah dan 1.800 kelompok tani.
Syaharuddin mencontohkan, harga gabah yang disebutnya berada di kisaran Rp5.000 per kilogram pada 2024 meningkat menjadi Rp6.700 per kilogram pada 2025. Pemerintah daerah juga mendorong penerapan indeks pertanaman IP300, yakni pola tanam hingga tiga kali dalam setahun.
“Kalau berhasil IP300, potensi perputaran uang dari hasil panen akan besar. Karena itu, petani harus betul-betul sukses dan sejahtera dari hasil pertanian,” katanya.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah daerah merencanakan pembangunan jalan beton sepanjang sekitar dua kilometer menuju ujung jembatan serta pelebaran jalan yang menghubungkan wilayah Bila Riase hingga Lagading. Perbaikan infrastruktur itu diharapkan memperlancar akses dan menunjang pengelolaan lahan pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Syaharuddin juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan Sidrap. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi daerah meningkat dari sekitar 4 persen menjadi 7,7 persen, sedangkan jumlah penduduk miskin turun dari 18.000 orang menjadi 14.000 orang.
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu didukung pembangunan lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga pertanian. Ia juga menyampaikan bahwa 14 program unggulan pemerintah daerah telah berjalan.
Sementara itu, Kepala Desa Bila, Kuba, mengatakan Pesta Panen 2026 menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat dukungan terhadap program IP300 demi meningkatkan kesejahteraan petani.
Ia menyebut penerapan IP300 di Desa Bila telah berjalan pada dua kelompok tani dengan perkembangan yang dinilai baik. Meski demikian, ancaman hama tikus masih menjadi perhatian petani.
“Menurut keterangan petani, kondisinya masih bisa kita atasi bersama dengan penyuluh,” ujarnya.
Pesta Panen Adat Mappadendang merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Bugis sebagai ungkapan syukur atas hasil panen padi. Kegiatan tersebut dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, dan ratusan warga.
Turut hadir Anggota DPRD Andi Kartini Bakka, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Andi Gustianti, Sekretaris Dinas TPHPKP Suryanto, Sekretaris Dinas Pemdes PPA, Camat Dua Pitue, serta undangan lainnya.
Penulis : Mustamin
Editor : Idhul Abdullah




















