Bupati Ratnawati Arif: “Ma’rimpa Salo” Adalah Salah Satu Aset Budaya Masyarakat Sinjai Yang Diakui Dunia

- Editor

Sabtu, 11 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DIKSIKU.com, Sinjai – Festival budaya pesisir “Ma’rimpa Salo” merupakan salah satu budaya yang dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, dan masuk dalam Calendar of Event Provinsi Sulawesi Selatan.

Selain menjadi salah satu dari Lima Warisan Budaya Tak Benda (WTWB) Kabupaten Sinjai yang telah ditetapkan sejak Tahun 2018 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, budaya “Ma’rimpa Salo” juga menjadi salah satu Kekayaan Intelektuan Komunal (KIK) yang telah terdaftar pada Kementerian Hukum Dan HAM RI pada Tahun 2020, dan suatu kebanggaan karena Tahun 2025 ini, “Ma’rimpa Salo” terverifikasi dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).

Kata “Ma’rimpa Salo” memiliki arti harfiah Menghalau Sungai. Namun secara makna berarti suatu kegiatan menghalau ikan di sungai secara beramai-ramai untuk mengumpulkan ikan yang akan disantap dan disajikan bersama-sama.

“Ma’rimpa Salo” merupakan suatu Tradisi Masyarakat Desa Bua di pesisir Sungai Bua yang telah dilaksanakan secara turun temurun sebagai bentuk pengungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua limpahan rezeki berupa hasil panen yang melimpah.

Baca Juga :  Begini "Jurus" Pemkab Sinjai Mencetak Tenaga Kerja

Hal tersebut disampaikan secara jelas oleh Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif dalam puncak acara “Ma’rimpa Salo” yang diselenggarakan di Pesisir Sungai Bua, Desa Bua Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Jumat (10/10/2025).

Dengan mengusung tema “Sinjai Berbudaya, Pariwisata Berjaya,” Ma’rimpa Salo Tahun 2025 ini dilaksanakan oleh Desa Bua serta difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai selaku Leading Sector.

Bupati Ratnawati Arif menegaskan, bahwa pengembangan adat budaya daerah tidak hanya sebagai upaya mengembangkan wisata budaya saja. Lebih dari itu, khazanah adat budaya tersebut hendaknya menjadi identitas serta jati diri sebagai suku Bugis. Potensi budaya akan menjadi aset yang tak ternilai harganya dalam membentuk karakter masyarakat yang tangguh, serta dapat menjadi penopang pengembangan industri pariwisata di Kabupaten Sinjai.

“Partisipasi aktif masyarakat setempat merupakan kunci setiap penyelenggaraan tradisi budaya ini. Untuk itu kepada seluruh masyarakat Desa Bua sebagai pelaksana tahun ini dan masyarakat Desa Sanjai sebagai pelaksana tahun berikutnya, mari bersama-sama berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan konstruktif dan strategis ini dalam mendorong kemajuan pariwisata kita, sebagai bentuk upaya mengangkat harkat dan martabat daerah yang akhirnya menjadi kebanggaan kita bersama,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sinjai Boyong Pulang Predikat Terbaik Utama di Ajang South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026.

Bupati Ratnawati Arif dan Wakil Bupati Andi Mahyanto Mazda didampingi Ketua TP-PKK Ny. Rozalina Andi Mahyanto bersama rombongan undangan menuju sungai untuk mengikuti proses “Ma’rimpa Salo”, dengan menaiki perahu yang telah disiapkan. rombongan menghalau ikan dari hulu sungai menuju muara dengan diiringi tabuhan gendang yang bersahut-sahutan dan suara lainnya dari batangan bambu selama pelaksanaan prosesi.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Disbudpar Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Makassar, Kepala UPT Taman Budaya Benteng Somba Opu Disbudpar Provinsi Sulawesi Selatan, serta Kepala Perwakilan BI Wilayah Sulawesi Selatan.

Turut hadir pula jajaran Forkopimda Kabupaten Sinjai, jajaran Pemerintah Kabupaten Sinjai, Instansi Vertikal, BUMN & BUMD, serta stake holder dan para tamu undangan lainnya. ***

Penulis : Andi Irfan

Sumber Berita : Dinas Kominfo

Berita Terkait

Pemprov Sulsel dan Pemkab Wajo Sepakati PI Migas Sengkang 10 Persen
Rutan Sinjai Libatkan Petugas Gabungan Perkuat Pengawasan Razia dan Tes Urine
Drama Adu Penalti, Bone BerAmal FC Rebut Piala Gubernur Sulsel
Debit Sungai Saddang Menurun, Pemprov Sulsel Siapkan Pompanisasi dan Usulkan Rehabilitasi Rp1,8 Triliun
Rutan Sinjai Gelar Salat Istisqa, Doa Bersama Memohon Turun Hujan
VIDEO : Semarak Maulid di Masjid Badrissalam, Wabup Bone Puji Kekompakan Warga Perumahan BCM
Turnamen Mini Soccer BRI Cabang Sinjai, Bupati Ratnawati Arif: Ajang Olahraga Sarana Membangun Kebersamaan
Bupati Ratnawati Arif Serahkan Penghargaan Pancawarsa I, Termasuk Dua Orang Jajaran Rutan Sinjai

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:33 WITA

Pemprov Sulsel dan Pemkab Wajo Sepakati PI Migas Sengkang 10 Persen

Senin, 21 September 2026 - 20:49 WITA

Drama Adu Penalti, Bone BerAmal FC Rebut Piala Gubernur Sulsel

Minggu, 20 September 2026 - 20:13 WITA

Debit Sungai Saddang Menurun, Pemprov Sulsel Siapkan Pompanisasi dan Usulkan Rehabilitasi Rp1,8 Triliun

Jumat, 18 September 2026 - 09:31 WITA

Rutan Sinjai Gelar Salat Istisqa, Doa Bersama Memohon Turun Hujan

Selasa, 15 September 2026 - 19:29 WITA

VIDEO : Semarak Maulid di Masjid Badrissalam, Wabup Bone Puji Kekompakan Warga Perumahan BCM

Senin, 14 September 2026 - 13:32 WITA

Turnamen Mini Soccer BRI Cabang Sinjai, Bupati Ratnawati Arif: Ajang Olahraga Sarana Membangun Kebersamaan

Sabtu, 12 September 2026 - 10:25 WITA

Bupati Ratnawati Arif Serahkan Penghargaan Pancawarsa I, Termasuk Dua Orang Jajaran Rutan Sinjai

Rabu, 9 September 2026 - 10:42 WITA

Muhammad Rusdi Dorong Transformasi Pendidikan Bone Berbasis Teknologi dan Karakter

Berita Terbaru

Eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (ist)

Nasional

Purbaya Bongkar Alasan Pencopotannya dari Menkeu

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:56 WITA