Cerita Pilu Siswa Yatim di Bone: Dari Dimarahi Guru Hingga Putus Sekolah

- Editor

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DIKSIKU.com, Bone – Seorang siswa yatim piatu di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, bernama Akbar (17), dikabarkan tidak lagi bersekolah saat masih duduk di kelas 3 SMA. Ia sebelumnya tercatat sebagai siswa di SMAN 7 Bone. 

Akbar diketahui tinggal bersama neneknya di kawasan Pasar Bajoe. Kondisi ekonomi membuatnya harus menempuh perjalanan jauh ke sekolah dengan berjalan kaki setiap hari. 

Kerabat Akbar, Andi Lela, mengungkapkan bahwa jarak tempuh tersebut kerap membuat Akbar datang terlambat ke sekolah.

“Dia jalan kaki dari Bajoe ke Lonrae. Kadang sampai di sekolah pukul 07.30 bahkan 08.00 pagi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (19/4/2026). 

Baca Juga :  Polres Sinjai Menuju Zona Integritas WBK, Pelayanan SIM Lewat Program Inovasi Notifikasi Via WhatsApp

Keterlambatan itu membuat Akbar sering dicatat melanggar disiplin. Selain itu, ia juga disebut mengalami perlakuan yang kurang menyenangkan di lingkungan sekolah. 

“Menurut cerita Akbar, dia sering dimarahi. Bahkan ada oknum guru yang menyebut dia dengan kata-kata tidak pantas yakni sebutan ‘anak siluman’,” kata Andi Lela. 

Situasi tersebut membuat Akbar merasa tidak nyaman hingga beberapa kali enggan berangkat ke sekolah. 

Saat ini, neneknya tengah berupaya mencari sekolah lain agar Akbar tetap bisa melanjutkan pendidikan. Namun, proses tersebut belum berjalan lancar. 

“Sudah beberapa sekolah didatangi, tapi belum ada yang menerima. Katanya sulit juga dapat surat pindah,” jelasnya. 

Baca Juga :  Kapolres AKBP Jamal Disambut Tari Paddupa di Mapolres Sinjai

Di tengah kondisi itu, Akbar tetap berusaha membantu kebutuhan sehari-hari. Sepulang sekolah, ia biasanya mengamen di kawasan Pelabuhan Bajoe untuk mendapatkan uang tambahan. 

Akbar merupakan anak sulung dari tiga bersaudara yang kini hidup tanpa kedua orang tua. Adiknya yang kedua masih bersekolah di tingkat SMP, sementara adik bungsunya masih berusia enam tahun. 

Keluarga berharap ada perhatian dari pihak terkait agar Akbar dapat kembali mengenyam pendidikan dan tidak kehilangan kesempatan meraih masa depan. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah yang bersangkutan masih belum memberikan tanggapan meski telah diupayakan untuk dikonfirmasi.

Penulis : Wahyunang

Editor : Frida Rijal

Berita Terkait

Pemprov Sulsel dan Pemkab Wajo Sepakati PI Migas Sengkang 10 Persen
Rutan Sinjai Libatkan Petugas Gabungan Perkuat Pengawasan Razia dan Tes Urine
Drama Adu Penalti, Bone BerAmal FC Rebut Piala Gubernur Sulsel
Debit Sungai Saddang Menurun, Pemprov Sulsel Siapkan Pompanisasi dan Usulkan Rehabilitasi Rp1,8 Triliun
Rutan Sinjai Gelar Salat Istisqa, Doa Bersama Memohon Turun Hujan
VIDEO : Semarak Maulid di Masjid Badrissalam, Wabup Bone Puji Kekompakan Warga Perumahan BCM
Turnamen Mini Soccer BRI Cabang Sinjai, Bupati Ratnawati Arif: Ajang Olahraga Sarana Membangun Kebersamaan
Bupati Ratnawati Arif Serahkan Penghargaan Pancawarsa I, Termasuk Dua Orang Jajaran Rutan Sinjai

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:33 WITA

Pemprov Sulsel dan Pemkab Wajo Sepakati PI Migas Sengkang 10 Persen

Senin, 21 September 2026 - 20:49 WITA

Drama Adu Penalti, Bone BerAmal FC Rebut Piala Gubernur Sulsel

Minggu, 20 September 2026 - 20:13 WITA

Debit Sungai Saddang Menurun, Pemprov Sulsel Siapkan Pompanisasi dan Usulkan Rehabilitasi Rp1,8 Triliun

Jumat, 18 September 2026 - 09:31 WITA

Rutan Sinjai Gelar Salat Istisqa, Doa Bersama Memohon Turun Hujan

Selasa, 15 September 2026 - 19:29 WITA

VIDEO : Semarak Maulid di Masjid Badrissalam, Wabup Bone Puji Kekompakan Warga Perumahan BCM

Senin, 14 September 2026 - 13:32 WITA

Turnamen Mini Soccer BRI Cabang Sinjai, Bupati Ratnawati Arif: Ajang Olahraga Sarana Membangun Kebersamaan

Sabtu, 12 September 2026 - 10:25 WITA

Bupati Ratnawati Arif Serahkan Penghargaan Pancawarsa I, Termasuk Dua Orang Jajaran Rutan Sinjai

Rabu, 9 September 2026 - 10:42 WITA

Muhammad Rusdi Dorong Transformasi Pendidikan Bone Berbasis Teknologi dan Karakter

Berita Terbaru

Eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (ist)

Nasional

Purbaya Bongkar Alasan Pencopotannya dari Menkeu

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:56 WITA