DIKSIKU.com, Maros – Maskapai TransNusa resmi membuka rute penerbangan Makassar-Manado yang menghubungkan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dengan Bandara Sam Ratulangi. Pembukaan jalur baru ini dinilai dapat memperkuat konektivitas sekaligus membuka peluang bagi sektor ekonomi dan pariwisata di kawasan Indonesia timur.
Penerbangan perdana rute tersebut berlangsung pada Senin (28/9/2026) dengan mengangkut 68 penumpang dari Manado. Tingkat keterisian pesawat atau load factor tercatat lebih dari 70 persen.
Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam menyambut positif hadirnya rute baru tersebut. Menurutnya, keberadaan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di wilayah Kabupaten Maros memberikan peluang strategis bagi daerah untuk ikut menikmati dampak pertumbuhan konektivitas penerbangan.
“Yang paling utama, kita menganggap bahwa dengan penerbangan baru ini, TransNusa membuka jalur bagi pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan wisata,” kata Chaidir.
Ia menilai konektivitas Makassar-Manado dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis. Jalur tersebut juga dinilai berpotensi mendorong kunjungan wisatawan ke Sulawesi Selatan.
Chaidir bahkan melihat peluang menghubungkan kawasan Geopark Maros-Pangkep dengan destinasi wisata di Manado hingga Raja Ampat melalui jaringan penerbangan yang semakin terkoneksi.
“Jadi, mudah-mudahan dengan kehadiran ini bisa menambah wisatawan kita yang ada di Sulawesi Selatan pada khususnya,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama sekaligus Executive Vice President PT TransNusa Aviation Mandiri Bayu Sutanto mengatakan rute Makassar-Manado pada tahap awal dilayani satu penerbangan setiap hari.
Mulai 10 Oktober 2026, frekuensinya akan ditingkatkan menjadi dua penerbangan per hari, yakni pagi dan sore.
“Pada awalnya sampai tanggal 9 kita masih satu kali penerbangan, tetapi mulai tanggal 10 TransNusa melayani dua penerbangan, pagi dan sore hari,” kata Bayu.
Untuk penerbangan pagi, pesawat dari Manado dijadwalkan berangkat pukul 07.30 WITA dan tiba di Makassar pukul 08.30 WITA. Pesawat kemudian kembali menuju Manado pada pukul 09.00 WITA.
Sementara penerbangan sore dari Manado dijadwalkan berangkat sekitar pukul 15.30 WITA.
Menurut Bayu, penambahan frekuensi tersebut memberikan fleksibilitas bagi penumpang, khususnya pelaku usaha, ASN dan pekerja BUMN yang memiliki agenda singkat di kedua kota.
“Bisa berangkat pagi, pulang sore hari. Bagi beberapa kawan ASN atau BUMN yang ada rapat di Manado dan rapatnya hanya setengah hari, itu membantu sekali,” ujarnya.
Selain perjalanan bisnis, TransNusa juga membidik pasar pariwisata. Makassar dipandang memiliki posisi strategis sebagai salah satu hub penerbangan di Indonesia timur, sementara Manado merupakan salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara.
“Tujuan utamanya adalah membawa semakin banyak turis, wisatawan mancanegara yang masuk melalui Manado maupun melalui Bali,” katanya.
Penerbangan perdana menggunakan pesawat COMAC C919 berkapasitas sekitar 95 penumpang. Untuk rute tersebut, TransNusa menawarkan harga tiket mulai Rp1,8 juta hingga Desember 2026.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Ruly Artha mengatakan TransNusa menjadi maskapai ketiga yang melayani rute Makassar-Manado setelah Lion Air dan Batik Air.
Ia menilai jalur tersebut memiliki prospek yang cukup besar karena Makassar berperan sebagai salah satu pusat konektivitas penerbangan di kawasan Indonesia timur. Sementara Manado memiliki sektor pariwisata yang terus berkembang dan menjadi salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara.
“Makassar memiliki peran penting sebagai penghubung warga negara asing yang akan masuk melalui Manado ke Sulawesi Selatan,” kata Ruly.
Dengan bertambahnya frekuensi penerbangan, TransNusa berharap jumlah penumpang pada rute Makassar-Manado terus meningkat sehingga peluang penambahan jadwal penerbangan dapat terbuka pada masa mendatang.
Penulis : Jusman
Editor : Idhul Abdullah




















