Appi Siapkan Solusi bagi Peternak Babi, Lokasi Baru dan Akses KUR Jadi Opsi

- Editor

Rabu, 4 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Appi Siapkan Solusi bagi Peternak Babi, Lokasi Baru dan Akses KUR Jadi Opsi. (ist_

i

Appi Siapkan Solusi bagi Peternak Babi, Lokasi Baru dan Akses KUR Jadi Opsi. (ist_

DIKSIKU.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar tengah mencari lokasi alternatif bagi peternak babi di Jalan Kesadaran, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, sebagai bagian dari penataan kawasan permukiman.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menemui langsung para peternak dan warga setempat, Rabu (4/11/2026), untuk menyerap aspirasi sekaligus membahas solusi terhadap aktivitas peternakan yang berada di kawasan tersebut.

Dalam pertemuan itu, para peternak berharap pemerintah dapat memberikan solusi agar usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka tetap berjalan.

Munafri mengatakan, penataan kawasan harus mempertimbangkan keberlangsungan ekonomi masyarakat. Karena itu, Pemkot Makassar berupaya menyiapkan tempat yang lebih layak dan sesuai dengan peruntukan wilayah.

“Kita coba carikan tempat yang lebih baik, tertata, dan representatif. Jadi, aktivitas peternakan maupun jual beli hewan bisa dilokalisasi di tempat yang memang sesuai peruntukannya. Lingkungan juga bisa kita benahi,” ujarnya.

Baca Juga :  Bhayangkara Bone Raih Juara 3 Kapolres Wajo Cup 2025 Lewat Drama Adu Penalti

Menurut Munafri, pemerintah akan mengupayakan lokasi alternatif agar para peternak dan pedagang tetap dapat menjalankan usaha secara tertib tanpa mengganggu kenyamanan warga di kawasan permukiman.

Selain membahas relokasi, Pemkot Makassar juga membuka peluang dukungan permodalan bagi pelaku usaha yang terdampak penataan. Salah satu opsi yang disiapkan adalah memfasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui kerja sama dengan perbankan, termasuk Bank Sulselbar.

Munafri meminta agar kebutuhan setiap peternak didata terlebih dahulu sehingga bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan usaha masing-masing.

“Nanti kita data, apa yang dibutuhkan untuk mendukung usaha peternakan mereka. Kita fasilitasi akses permodalan melalui KUR,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah akan mencari jalan keluar terhadap berbagai persoalan yang muncul dalam proses penataan, termasuk aspirasi warga mengenai kerugian dan kebutuhan perbaikan lingkungan.

Baca Juga :  Bupati dan Wabup (RAMAH) Hadiri Puncak Hari Jadi Bone ke-695 Tahun

Munafri menegaskan, penertiban bukan bertujuan menghilangkan mata pencaharian masyarakat, melainkan mengarahkan aktivitas usaha agar berlangsung di lokasi yang sesuai aturan dan memiliki peluang pengembangan.

“Dengan penataan kawasan, tidak hanya menghadirkan lingkungan permukiman yang lebih tertib dan nyaman, tetapi juga tetap menjaga keberlangsungan mata pencaharian masyarakat,” tutur Munafri.

Ia menjelaskan, penataan tersebut mengacu pada ketentuan peraturan daerah dan rencana tata ruang wilayah Kota Makassar. Jalan Kesadaran diketahui masuk dalam zona permukiman, bukan kawasan peternakan.

Kondisi tersebut menjadi dasar perlunya penataan aktivitas peternakan di lokasi itu. Pemkot Makassar juga merujuk pada Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap penataan kawasan dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Penulis : Dirga

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Misi Dagang Sulsel-Jatim Catat Transaksi Rp5,46 Triliun, Gubernur Dorong Kerja Sama Berkelanjutan
Bupati Luwu Utara Dorong Generasi Muda Jadikan Literasi sebagai Budaya Sehari-hari
Polisi Bone Sita 16 Paket Sabu, GS Sempat Kabur ke Plafon Saat Digerebek
Kurang Lebih 20 Ruas Jalan Rusak Dalam Kota Sinjai Segera Dikerja
“Libas” Para Pesaing, Jurnalis Sinjai FC Boyong Piala Turnamen Mini Socceer Fivefeo HKN Ke-62
Tana Toraja Ambil Bagian dalam Gerakan Aksi Stop Stunting Sulawesi Selatan
Pemkab Luwu Dorong Bendahara Koperasi Lebih Profesional dan Akuntabel
Pemkab Sinjai Usulkan 502 Petugas RT/RW Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:05 WITA

Misi Dagang Sulsel-Jatim Catat Transaksi Rp5,46 Triliun, Gubernur Dorong Kerja Sama Berkelanjutan

Rabu, 4 November 2026 - 22:58 WITA

Appi Siapkan Solusi bagi Peternak Babi, Lokasi Baru dan Akses KUR Jadi Opsi

Rabu, 4 November 2026 - 22:44 WITA

Bupati Luwu Utara Dorong Generasi Muda Jadikan Literasi sebagai Budaya Sehari-hari

Rabu, 4 November 2026 - 16:45 WITA

Kurang Lebih 20 Ruas Jalan Rusak Dalam Kota Sinjai Segera Dikerja

Rabu, 4 November 2026 - 08:04 WITA

“Libas” Para Pesaing, Jurnalis Sinjai FC Boyong Piala Turnamen Mini Socceer Fivefeo HKN Ke-62

Selasa, 3 November 2026 - 19:54 WITA

Tana Toraja Ambil Bagian dalam Gerakan Aksi Stop Stunting Sulawesi Selatan

Selasa, 3 November 2026 - 19:24 WITA

Pemkab Luwu Dorong Bendahara Koperasi Lebih Profesional dan Akuntabel

Selasa, 3 November 2026 - 19:01 WITA

Pemkab Sinjai Usulkan 502 Petugas RT/RW Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Berita Terbaru