DIKSIKU.com, Sinjai – Menanggapi terkait aksi demo aliansi Front Mahasiswa Rakyat Menggugat didepan Mapolda Sulsel pada hari Jumat pekan lalu, mantan Pembina LSM GMBI Sinjai, Bahtiar Sir angkat bicara.
Menurutnya, pernyataan adik-adik Mahasiswa dalam aksi tersebut terkait dugaan maraknya tambang ilegal galian C di Kabupaten Sinjai, hingga mendesak Bapak Kapolda Sulsel mencopot Bapak Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Sinjai, itu terlalu prematur.
“Masalah dugaan maraknya tambang galian C di Kabupaten Sinjai, justruk Bapak Kapolres Sinjai sudah melakukan tindakan tegas dengan menutup semua aktivitas tambang ilegal,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah ditutup, lanjut Bahtiar Sir mengatakan, justru muncul gejolak lain dengan melakukan aksi demo dan meminta Bapak Kapolres Sinjai dicopot.
“Saya bingung, kenapa lagi adik-adik mahasiswa melakukan demo dan meminta bapak kapolres sinjai di copot,” kata Bahtiar yang juga mantan Ketua ASPURA (Hipmas) Himpunan Mahasiswa Sinjai Makassar ini.
Lanjutnya mengatakan, begitu pun terkait dugaan praktik mafia BBM yang juga disuarakan oleh adik-adik mahasiswa dalam aksinya tersebut. Menurutnya, tidak ada praktek mafia BBM atau juga praktek pungli pengisian BBM.
“Tidak ada praktek mafia BBM atau pun pungli. Itu bukan pungli, tetapi itu jasa pengisian yang dibayar pemilik sebesar Rp.2.500/ jergennya,” ungkapnya.
“Bapak Kapolres Sinjai itu orangnya tegas dan bijak. Namun, saya tetap mengapresiasi adik-adik mahasiswa yang turut berperan sebagai agen perubahan dilingkungan masyarakat,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Andi Irfan





















