DIKSIKU.com, Depok – Sesosok jasad tanpa identitas ditemukan dalam kondisi mengenaskan di lahan kosong kawasan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Korban ditemukan dalam karung yang dibungkus plastik hitam setelah sempat selama hampir dua pekan dikira sebagai tumpukan sampah oleh warga sekitar.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, karung tersebut pertama kali terlihat oleh seorang saksi berinisial H pada Jumat, 24 Juli 2026 sekitar pukul 07.00 WIB. Karena mengira isinya hanya sampah, saksi tidak menaruh curiga dan hanya memberi tahu adiknya, MR.
“Saksi melihat sebuah karung berada di lokasi tersebut dan mengira karung tersebut berisi sampah sehingga tidak menaruh kecurigaan. Keberadaan karung tersebut kemudian diberitahukan kepada adiknya, MR,” ujar Budi kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).
Karung itu dibiarkan berada di lokasi selama sekitar 12 hari. Hingga akhirnya pada Selasa sore, MR berinisiatif membakarnya karena menganggap karung tersebut berisi sampah yang mengganggu.
Namun, saat plastik dan karung mulai meleleh akibat terbakar, MR justru melihat bagian tubuh manusia di dalamnya. Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada petugas Bhabinkamtibmas.
“MR bermaksud membakar karung yang diduga berisi sampah. Saat karung terbakar dan sebagian meleleh, saksi melihat bagian tubuh manusia di dalamnya, kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas,” kata Budi.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses identifikasi serta autopsi.
Berdasarkan pemeriksaan awal, korban ditemukan tanpa mengenakan pakaian. Kedua tangannya terikat menggunakan kain berwarna putih, sementara kedua kaki korban telah hilang mulai dari pangkal paha. Polisi juga menemukan luka terbuka pada bagian leher korban.
“Korban ditemukan tanpa mengenakan pakaian, kedua tangan terikat kain berwarna putih, kedua kaki hilang mulai dari pangkal paha, terdapat luka terbuka pada leher,” ujar Budi.
Di lokasi kejadian, warga mengaku tidak pernah mencurigai karung tersebut. Seorang warga bernama Badlu (66) mengatakan karung itu sudah berada di lahan kosong sejak 24 Juli dan selama itu dianggap sebagai tumpukan sampah biasa.
“Ya dari kemarin sih, pertama ada karung situ dari tanggal 24. Dari tanggal 24 ada karung situ dikira sampah, makanya sama warga sini didiemin aja,” kata Badlu.
Menurutnya, warga baru mengetahui isi karung tersebut setelah dibakar. Saat lapisan karung dan plastik meleleh, tubuh korban mulai terlihat.
“Setelah tadi sama anak Pak Tutu, akhirnya dibakar. Setelah dibakar kan karungnya meleleh. Karungnya meleleh, terus baru kelihatan badannya,” ujarnya.
Badlu menambahkan, selama berada di lokasi karung tersebut tidak mengeluarkan bau menyengat sehingga tidak menimbulkan kecurigaan warga. Hingga kini, polisi masih menyelidiki identitas korban serta memburu pelaku yang diduga terlibat dalam kasus mutilasi tersebut.
Penulis : Redaksi
Editor : Idhul Abdullah
Sumber Berita : detik.com



















