DIKSIKU.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki puncak musim hujan secara bertahap mulai Desember 2026 hingga Februari 2027.
Prediksi tersebut disampaikan BMKG setelah musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan baru mulai memasuki fase awal pada November 2026.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, awal musim hujan dan periode puncaknya umumnya memiliki jarak waktu yang relatif berdekatan.
Ia meminta masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan karena intensitas hujan pada periode tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
“Perlu kita waspadai bersama lonjakan musim hujan dan curah hujan yang terjadi pada musim hujan tahun ini, karena bisa menyebabkan dampak turunan seperti banjir dan longsor,” ungkapnya dalam konferensi pers secara daring, Selasa (22/9/2026).
BMKG mencatat puncak musim hujan pada Desember 2026 diperkirakan terjadi di 155 Zona Musim (ZOM) atau mencakup sekitar 39,64 persen luas daratan Indonesia.
Selanjutnya, sebanyak 162 ZOM atau 25,68 persen luas daratan Indonesia diperkirakan mencapai puncak musim hujan pada Januari 2027. Sementara pada Februari 2027, puncak musim hujan diprediksi terjadi di 190 ZOM atau 16,79 persen luas daratan Indonesia.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan, sejumlah daerah yang secara historis memiliki kerawanan bencana saat musim hujan perlu meningkatkan kesiapsiagaan.
Wilayah tersebut antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Papua dan sebagian Maluku.
“Periode musim hujan ini pendek, tetapi curah hujan umumnya lebih besar dan normal. Nah ini yang perlu diwaspadai, jadi nanti bisa saja hujan jatuh secara intens di bulan-bulan tersebut,” ujarnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya fokus pada potensi banjir dan longsor. Ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai, khususnya selama September-Oktober.
Memasuki musim hujan, pemerintah daerah juga diminta mengoptimalkan sistem drainase serta memastikan kesiapan jalur dan fasilitas evakuasi untuk menghadapi kemungkinan bencana.
Puncak Musim Hujan Desember 2026
Pada Desember 2026, wilayah yang diperkirakan memasuki puncak musim hujan meliputi sebagian Sumatera, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi Utara, pesisir selatan Gorontalo, sebagian kecil Sulawesi Tengah, sebagian besar Sulawesi Barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat Daya bagian barat, sebagian kecil Papua Barat, Papua bagian utara, Papua Tengah bagian timur serta Papua Selatan bagian barat.
Puncak Musim Hujan Januari 2027
Pada Januari 2027, puncak musim hujan diprediksi terjadi di Riau bagian selatan, Kepulauan Riau bagian tengah, sebagian kecil Jambi, Bengkulu bagian utara, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan bagian barat, Lampung bagian utara dan sebagian Jawa.
Wilayah lainnya meliputi Bali bagian tengah, NTB bagian barat, sebagian NTT, sebagian Kalimantan Barat, sebagian besar Kalimantan Tengah, sebagian kecil Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi, sebagian kecil Maluku Utara, Maluku bagian barat serta sebagian Pulau Papua.
Puncak Musim Hujan Februari 2027
Sementara pada Februari 2027, wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim hujan meliputi Lampung bagian tengah, sebagian besar Jawa, sebagian besar Bali, sebagian NTB, sebagian besar NTT, Sulawesi Barat bagian selatan, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, sebagian Maluku serta sebagian besar Pulau Papua.
Dengan pola tersebut, BMKG mengingatkan seluruh pihak agar memanfaatkan waktu sebelum puncak musim hujan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Penulis : Redaksi
Editor : Idhul Abdullah
Sumber Berita : CNN




















