DIKSIKU.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam keputusan Komite Nobel Norwegia yang memberikan Hadiah Nobel Perdamaian 2026 kepada hakim asal Afrika Selatan, Navi Pillay. Trump menilai penghargaan tersebut seharusnya diberikan kepadanya karena menganggap AS lebih layak menerimanya.
Kritik itu disampaikan Trump saat menghadiri kampanye di Syracuse, New York, Jumat (9/10), seperti dikutip dari AFP. Meski mengaku tidak mengenal Pillay, Trump tetap menyampaikan ucapan selamat atas penghargaan yang diterima tokoh hak asasi manusia tersebut.
“Saya belum pernah mendengar orang ini, tetapi bagaimana pun, selamat,” kata Trump.
Namun, Trump kemudian menyatakan kekecewaannya karena dirinya tidak terpilih sebagai penerima penghargaan bergengsi tersebut. Ia mengklaim kontribusi AS di bawah kepemimpinannya membuat negara itu lebih pantas mendapatkan Nobel Perdamaian.
“AS, yang diwakili oleh saya sebagai presiden Anda, seharusnya menerima Hadiah Nobel Perdamaian, tetapi tidak mendapatkannya,” ujarnya.
Trump juga menyebut keputusan Komite Nobel Norwegia sebagai sesuatu yang memalukan dan menganggapnya akan meninggalkan noda abadi bagi Norwegia. Ia bahkan menilai Nobel Perdamaian telah kehilangan kredibilitas akibat pengaruh ideolog radikal yang menurutnya anti-demokrasi.
Ambisi Trump Meraih Nobel Perdamaian
Keinginan Trump mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian telah berulang kali disampaikan sejak ia kembali menjabat sebagai presiden AS pada Januari 2025.
Menjelang pengumuman pemenang tahun ini, sejumlah pakar di Oslo menilai kebijakan pemerintahannya dapat menjadi hambatan bagi peluang Trump. Beberapa hal yang menjadi sorotan antara lain perang AS terhadap Iran, ambisi perluasan wilayah seperti Greenland, kebijakan keras terhadap migran, serta sikap pemerintahannya terhadap multilateralisme dan media.
Di tengah ambisi Trump tersebut, Komite Nobel Norwegia justru menetapkan Navi Pillay sebagai penerima Nobel Perdamaian 2026 pada Jumat (9/10). Pillay dipilih atas kiprahnya dalam melawan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Pillay merupakan hakim asal Afrika Selatan yang dikenal luas dalam bidang hak asasi manusia. Ia juga pernah menjabat sebagai Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia.
Menanggapi reaksi Trump, Pillay sempat melontarkan gurauan ketika berbicara di hadapan massa yang menyambut kemenangannya. Ia membuka kemungkinan berbagi medali dengan presiden AS tersebut.
“Jika kalian bertepuk tangan sedikit lebih keras, mungkin saya akan berbagi hadiah ini dengan Trump,” kata Pillay.
Hadiah Nobel Perdamaian terdiri atas medali emas, diploma, dan uang penghargaan senilai 1,2 juta dolar AS.




















