Merasa Paling Berjasa, Trump Protes Tak Dapat Nobel Perdamaian 2026

- Editor

Sabtu, 10 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (int)

i

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (int)

DIKSIKU.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam keputusan Komite Nobel Norwegia yang memberikan Hadiah Nobel Perdamaian 2026 kepada hakim asal Afrika Selatan, Navi Pillay. Trump menilai penghargaan tersebut seharusnya diberikan kepadanya karena menganggap AS lebih layak menerimanya.

Kritik itu disampaikan Trump saat menghadiri kampanye di Syracuse, New York, Jumat (9/10), seperti dikutip dari AFP. Meski mengaku tidak mengenal Pillay, Trump tetap menyampaikan ucapan selamat atas penghargaan yang diterima tokoh hak asasi manusia tersebut.

“Saya belum pernah mendengar orang ini, tetapi bagaimana pun, selamat,” kata Trump.

Namun, Trump kemudian menyatakan kekecewaannya karena dirinya tidak terpilih sebagai penerima penghargaan bergengsi tersebut. Ia mengklaim kontribusi AS di bawah kepemimpinannya membuat negara itu lebih pantas mendapatkan Nobel Perdamaian.

“AS, yang diwakili oleh saya sebagai presiden Anda, seharusnya menerima Hadiah Nobel Perdamaian, tetapi tidak mendapatkannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Gabung Dewan Perdamaian, Israel Justru Bombardir Kamp Pengungsi Gaza

Trump juga menyebut keputusan Komite Nobel Norwegia sebagai sesuatu yang memalukan dan menganggapnya akan meninggalkan noda abadi bagi Norwegia. Ia bahkan menilai Nobel Perdamaian telah kehilangan kredibilitas akibat pengaruh ideolog radikal yang menurutnya anti-demokrasi.

Ambisi Trump Meraih Nobel Perdamaian

Keinginan Trump mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian telah berulang kali disampaikan sejak ia kembali menjabat sebagai presiden AS pada Januari 2025.

Menjelang pengumuman pemenang tahun ini, sejumlah pakar di Oslo menilai kebijakan pemerintahannya dapat menjadi hambatan bagi peluang Trump. Beberapa hal yang menjadi sorotan antara lain perang AS terhadap Iran, ambisi perluasan wilayah seperti Greenland, kebijakan keras terhadap migran, serta sikap pemerintahannya terhadap multilateralisme dan media.

Baca Juga :  WHO Ingatkan Ancaman Disease X, Next Pandemi Lebih Mematikan Dari Covid-19

Di tengah ambisi Trump tersebut, Komite Nobel Norwegia justru menetapkan Navi Pillay sebagai penerima Nobel Perdamaian 2026 pada Jumat (9/10). Pillay dipilih atas kiprahnya dalam melawan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pillay merupakan hakim asal Afrika Selatan yang dikenal luas dalam bidang hak asasi manusia. Ia juga pernah menjabat sebagai Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia.

Menanggapi reaksi Trump, Pillay sempat melontarkan gurauan ketika berbicara di hadapan massa yang menyambut kemenangannya. Ia membuka kemungkinan berbagi medali dengan presiden AS tersebut.

“Jika kalian bertepuk tangan sedikit lebih keras, mungkin saya akan berbagi hadiah ini dengan Trump,” kata Pillay.

Hadiah Nobel Perdamaian terdiri atas medali emas, diploma, dan uang penghargaan senilai 1,2 juta dolar AS.

Loading

Berita Terkait

Kepanikan di White House Dinner, Secret Service Evakuasi Trump Setelah Suara Letusan
Ada WNI Jadi Idol, Pemerintah Ingin Perbanyak Konser K-Pop di Tanah Air
Pemerintah Percaya Diri, Tolak Pinjaman IMF di Tengah Krisis Global
Rusia Panen Cuan di Tengah Perang Iran vs AS-Israel, Rp12 Triliun Sehari
Hacker Iran Lancarkan Serangan Digital, Email Pribadi Direktur FBI Diretas, Data Bocor ke Publik
Iran Kehilangan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Akibat Serangan AS-Israel
Gabung Dewan Perdamaian, Israel Justru Bombardir Kamp Pengungsi Gaza
Ketegangan Memanas, Kapal Induk AS Bergerak Menuju Timur Tengah

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:43 WITA

Merasa Paling Berjasa, Trump Protes Tak Dapat Nobel Perdamaian 2026

Senin, 27 April 2026 - 10:47 WITA

Kepanikan di White House Dinner, Secret Service Evakuasi Trump Setelah Suara Letusan

Kamis, 23 April 2026 - 06:24 WITA

Ada WNI Jadi Idol, Pemerintah Ingin Perbanyak Konser K-Pop di Tanah Air

Rabu, 22 April 2026 - 13:40 WITA

Pemerintah Percaya Diri, Tolak Pinjaman IMF di Tengah Krisis Global

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:17 WITA

Rusia Panen Cuan di Tengah Perang Iran vs AS-Israel, Rp12 Triliun Sehari

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:49 WITA

Hacker Iran Lancarkan Serangan Digital, Email Pribadi Direktur FBI Diretas, Data Bocor ke Publik

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:27 WITA

Iran Kehilangan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Akibat Serangan AS-Israel

Minggu, 1 Februari 2026 - 15:58 WITA

Gabung Dewan Perdamaian, Israel Justru Bombardir Kamp Pengungsi Gaza

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (int)

Internasional

Merasa Paling Berjasa, Trump Protes Tak Dapat Nobel Perdamaian 2026

Sabtu, 10 Okt 2026 - 17:43 WITA