Hacker Iran Lancarkan Serangan Digital, Email Pribadi Direktur FBI Diretas, Data Bocor ke Publik

- Editor

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur FBI Jadi Target Peretas Iran. (int)

i

Direktur FBI Jadi Target Peretas Iran. (int)

DIKSIKU.com, Jakarta – Klaim peretasan terhadap akun email pribadi Direktur FBI Kash Patel mencuat setelah kelompok siber Handala yang dikaitkan dengan pemerintah Iran mempublikasikan pernyataan di situs resminya, Jumat. Dalam unggahan tersebut, mereka menampilkan sejumlah foto lama Patel serta membagikan tautan berisi dokumen yang disebut berasal dari akun Gmail miliknya.

Menanggapi hal itu, FBI mengonfirmasi adanya insiden yang menyasar informasi pribadi Patel. Dalam keterangan resminya kepada TechCrunch, juru bicara FBI menyatakan bahwa pihaknya telah mengetahui aktivitas tersebut dan langsung mengambil langkah mitigasi untuk menekan risiko yang mungkin timbul. FBI menegaskan bahwa data yang terdampak merupakan informasi lama dan tidak berkaitan dengan urusan pemerintahan.

Sejumlah temuan turut diungkap TechCrunch setelah melakukan pemeriksaan mandiri terhadap data yang beredar. Verifikasi dilakukan melalui analisis header email, yakni komponen teknis yang berfungsi memastikan keaslian pesan. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian email dalam dokumen tersebut memiliki tanda tangan kriptografis yang valid, sehingga memperkuat indikasi keasliannya.

Baca Juga :  Protes Besar Warnai Ketegangan Politik di Turki, Erdogan Didesak Mundur

Selain itu, ditemukan pula korespondensi lama di mana Patel mengirim email dari akun Departemen Kehakiman (DOJ) miliknya pada tahun 2014 ke alamat Gmail pribadi. Email tersebut juga telah dikonfirmasi autentik. Secara keseluruhan, dokumen yang dibocorkan diperkirakan mencakup rentang waktu hingga sekitar 2019.

Kasus ini pertama kali diungkap oleh Reuters, yang menyebut seorang pejabat DOJ turut membenarkan adanya pelanggaran. Meski demikian, hingga kini Departemen Kehakiman belum memberikan pernyataan resmi kepada publik.

Di sisi lain, FBI meningkatkan langkah penegakan hukum dengan menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi terkait kelompok Handala. Upaya ini dilakukan untuk menekan aktivitas kelompok tersebut yang dinilai semakin agresif.

Sebelumnya, otoritas AS sempat menindak dengan menyita sejumlah situs yang digunakan Handala. Namun, kelompok itu kembali beroperasi melalui domain baru. Jaksa Amerika Serikat juga telah menuding Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran (MOIS) sebagai pihak yang berada di balik operasi kelompok tersebut.

Baca Juga :  Dari Amal Hingga Selingkuhan, Ini Cara Koruptor Menyembunyikan Uang Haram

Handala diketahui sebagai kelompok peretas yang kerap dikaitkan dengan pemerintah Iran. Aktivitas mereka meningkat sejak eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada Februari lalu. Mereka juga pernah mengklaim bertanggung jawab atas serangan siber terhadap perusahaan teknologi medis Stryker, yang berdampak pada puluhan ribu perangkat internal.

Tak hanya itu, kelompok ini juga disebut pernah membocorkan data pribadi individu yang diklaim sebagai anggota Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan kontraktor pertahanan.

Hingga laporan ini dipublikasikan, Handala belum memberikan respons atas upaya konfirmasi yang dikirimkan melalui berbagai saluran komunikasi. Sementara itu, upaya menghubungi Patel melalui email dan nomor kontak yang beredar juga belum membuahkan tanggapan.

Penulis : Redaksi Diksiku

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 53 Orang, 135 Warga Masih Dirawat
Tsunami Terdeteksi di Baubau dan Bulukumba Usai Gempa M 7 di NTT
Kepanikan di White House Dinner, Secret Service Evakuasi Trump Setelah Suara Letusan
Ada WNI Jadi Idol, Pemerintah Ingin Perbanyak Konser K-Pop di Tanah Air
Pemerintah Percaya Diri, Tolak Pinjaman IMF di Tengah Krisis Global
Dari Amal Hingga Selingkuhan, Ini Cara Koruptor Menyembunyikan Uang Haram
Rusia Panen Cuan di Tengah Perang Iran vs AS-Israel, Rp12 Triliun Sehari
Iran Kehilangan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Akibat Serangan AS-Israel

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:53 WITA

Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 53 Orang, 135 Warga Masih Dirawat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:29 WITA

Tsunami Terdeteksi di Baubau dan Bulukumba Usai Gempa M 7 di NTT

Senin, 27 April 2026 - 10:47 WITA

Kepanikan di White House Dinner, Secret Service Evakuasi Trump Setelah Suara Letusan

Kamis, 23 April 2026 - 06:24 WITA

Ada WNI Jadi Idol, Pemerintah Ingin Perbanyak Konser K-Pop di Tanah Air

Rabu, 22 April 2026 - 13:40 WITA

Pemerintah Percaya Diri, Tolak Pinjaman IMF di Tengah Krisis Global

Senin, 20 April 2026 - 09:30 WITA

Dari Amal Hingga Selingkuhan, Ini Cara Koruptor Menyembunyikan Uang Haram

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:17 WITA

Rusia Panen Cuan di Tengah Perang Iran vs AS-Israel, Rp12 Triliun Sehari

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:49 WITA

Hacker Iran Lancarkan Serangan Digital, Email Pribadi Direktur FBI Diretas, Data Bocor ke Publik

Berita Terbaru

Eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (ist)

Nasional

Purbaya Bongkar Alasan Pencopotannya dari Menkeu

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:56 WITA