DIKSIKU.com, Luwu – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Kurniah Patahudding, mendorong penguatan koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu, mulai dari pemantauan imunisasi hingga percepatan penurunan stunting.
Hal tersebut disampaikan Kurniah saat membuka kegiatan Evaluasi Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu di Hotel Velue Palopo, Senin (12/10/2026).
Kurniah meminta pemerintah desa dan kecamatan terlibat aktif dalam memantau kegiatan Posyandu, terutama pelayanan imunisasi. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dapat meningkatkan motivasi warga sekaligus mendorong semangat kader dalam memberikan pelayanan.
“Saya berharap setiap kegiatan Posyandu, terutama imunisasi, dapat dipantau oleh pemerintah desa atau kecamatan. Kehadiran kita di tengah masyarakat merupakan bentuk perhatian dan motivasi bagi masyarakat serta para kader,” ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya evaluasi rutin untuk mengidentifikasi berbagai kendala dalam pelaksanaan Posyandu, termasuk keterbatasan sarana dan prasarana, kapasitas sumber daya manusia, serta administrasi pencatatan.
Kurniah meminta kader tidak hanya menjalankan pelayanan kesehatan, tetapi juga mencatat aspirasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat. Catatan tersebut dapat mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, sosial, dan sektor lainnya untuk diteruskan kepada perangkat daerah terkait.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten perlu berjalan efektif agar persoalan yang ditemukan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
Kurniah turut mendorong integrasi pelayanan Posyandu, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Puskesmas agar masyarakat memperoleh layanan primer yang terkoordinasi. Posyandu juga diharapkan memperkuat pelayanan rutin berbasis siklus hidup serta melakukan kunjungan rumah untuk menjangkau warga yang membutuhkan.
“Dengan koordinasi yang baik, persoalan seperti penurunan angka stunting, peningkatan cakupan imunisasi, serta pemantauan kesehatan ibu dan anak dapat ditangani lebih cepat dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, Rosnawary Basir, menjelaskan bahwa Posyandu merupakan salah satu ujung tombak pelayanan yang dekat dengan masyarakat. Melalui transformasi layanan primer, Posyandu tidak hanya berfokus pada kesehatan dasar, tetapi juga mendukung pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui keterlibatan lintas sektor.
Berdasarkan evaluasi Dinas Kesehatan, penerapan enam SPM tersebut belum berjalan secara menyeluruh di seluruh Posyandu di Kabupaten Luwu. Karena itu, peningkatan koordinasi serta kapasitas petugas dan kader dinilai penting untuk mengoptimalkan pelayanan.
Rosnawary juga menyoroti perlunya penguatan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi, sosialisasi, dan promosi kesehatan. Upaya tersebut merupakan bagian dari transformasi layanan primer yang mengedepankan pelayanan promotif dan preventif secara terintegrasi, berkesinambungan, serta berorientasi pada seluruh tahapan kehidupan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Bidang I Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Nila Sari Dhevy Bijak, bersama jajaran terkait.
Melalui evaluasi Pokjanal Posyandu, Pemerintah Kabupaten Luwu berharap koordinasi lintas sektor semakin kuat dan pelaksanaan Posyandu Era Baru semakin merata, sehingga kualitas pelayanan dasar serta kesehatan ibu dan anak dapat terus ditingkatkan.
Penulis : Rudi
Editor : Idhul Abdullah




















