Kabut Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga, Maskapai Malaysia Batalkan Penerbangan ke Singapura

- Editor

Rabu, 14 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabut asap di maskapai penerbangan Malaysia. (int)

i

Kabut asap di maskapai penerbangan Malaysia. (int)

DIKSIKU.com, Jakarta – Kabut asap yang berdampak pada kualitas udara di Singapura mengganggu operasional penerbangan Firefly Airlines. Maskapai berbiaya rendah asal Malaysia itu memperpanjang penangguhan penerbangan pada rute Bandara Subang, Malaysia, menuju Bandara Seletar, Singapura, hingga 13 Oktober 2026.

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan kabut asap yang memengaruhi operasional penerbangan di Bandara Seletar, yang berada di bagian timur laut pulau utama Singapura.

Dikutip dari The Straits Times, Firefly menyebut penangguhan penerbangan tersebut sebagai langkah proaktif untuk menjaga keselamatan. Sebelumnya, maskapai itu telah membatalkan penerbangan pada rute yang sama untuk periode 10 hingga 12 Oktober 2026.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Larang Demo di Bundaran HI, Ini Alasannya

Bagi penumpang yang terdampak, Firefly menawarkan alternatif penerbangan menggunakan Malaysia Airlines dengan rute Bandara Internasional Kuala Lumpur menuju Bandara Changi, Singapura. Namun, pengalihan tersebut bergantung pada ketersediaan kursi.

Penumpang yang tidak bersedia menerima penerbangan alternatif dapat mengajukan pengembalian dana penuh. Firefly menyatakan dana akan dikembalikan melalui metode pembayaran awal dalam waktu maksimal 30 hari kerja.

Maskapai tersebut juga menyatakan terus memantau perkembangan cuaca dan akan menyampaikan informasi terbaru kepada penumpang apabila terdapat perubahan jadwal penerbangan.

Baca Juga :  Pencalonan Gibran Digugat, Tim Pembela 02 Sebut Kubu Anies dan Ganjar Cengeng

Gangguan penerbangan ini terjadi di tengah memburuknya kualitas udara Singapura akibat kabut asap. Sejak Jumat (9/10/2026), negara tersebut mengalami penurunan kualitas udara dengan Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam mencapai 192, angka tertinggi selama musim kabut asap tahun ini.

Kondisi tersebut menambah dampak kabut asap lintas batas yang tidak hanya mengancam kualitas udara, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas transportasi dan mobilitas masyarakat di kawasan Asia Tenggara. (***)

Penulis : Redaksi

Editor : Idhul Abdullah

Sumber Berita : detik.com

Berita Terkait

Tak Punya Nurani, Dana Penanggulangan Bencana Diduga Dikorupsi, KPK Tahan Lima Tersangka
Tiran Nusantara Gandeng Raksasa Tiongkok, Siapkan Investasi Rp10 Triliun
Gaspol! Maung Garuda Disiapkan Jadi Mobil Dinas Menteri dan Wamen
Terinspirasi Jepang, MBG Kini Terapkan Sistem Prasmanan di Sekolah
Resmi Berubah! Polri Tinggalkan “Presisi”, Kini Usung “Polisi Bersama Masyarakat”
Tembus 27.022 Unit, BGN Tambah 480 Dapur SPPG di 16 Provinsi
Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Pernah Ungkap 2,6 Ton Sabu Cair
Dari Menteri hingga Kapolri, Prabowo Lantik 18 Pejabat dalam Reshuffle Ketujuh

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:55 WITA

Tak Punya Nurani, Dana Penanggulangan Bencana Diduga Dikorupsi, KPK Tahan Lima Tersangka

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:25 WITA

Kabut Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga, Maskapai Malaysia Batalkan Penerbangan ke Singapura

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:46 WITA

Tiran Nusantara Gandeng Raksasa Tiongkok, Siapkan Investasi Rp10 Triliun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:24 WITA

Gaspol! Maung Garuda Disiapkan Jadi Mobil Dinas Menteri dan Wamen

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:42 WITA

Terinspirasi Jepang, MBG Kini Terapkan Sistem Prasmanan di Sekolah

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:36 WITA

Resmi Berubah! Polri Tinggalkan “Presisi”, Kini Usung “Polisi Bersama Masyarakat”

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:33 WITA

Tembus 27.022 Unit, BGN Tambah 480 Dapur SPPG di 16 Provinsi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:01 WITA

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Pernah Ungkap 2,6 Ton Sabu Cair

Berita Terbaru