DIKSIKU.com, Jakarta – Kabut asap yang berdampak pada kualitas udara di Singapura mengganggu operasional penerbangan Firefly Airlines. Maskapai berbiaya rendah asal Malaysia itu memperpanjang penangguhan penerbangan pada rute Bandara Subang, Malaysia, menuju Bandara Seletar, Singapura, hingga 13 Oktober 2026.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan kabut asap yang memengaruhi operasional penerbangan di Bandara Seletar, yang berada di bagian timur laut pulau utama Singapura.
Dikutip dari The Straits Times, Firefly menyebut penangguhan penerbangan tersebut sebagai langkah proaktif untuk menjaga keselamatan. Sebelumnya, maskapai itu telah membatalkan penerbangan pada rute yang sama untuk periode 10 hingga 12 Oktober 2026.
Bagi penumpang yang terdampak, Firefly menawarkan alternatif penerbangan menggunakan Malaysia Airlines dengan rute Bandara Internasional Kuala Lumpur menuju Bandara Changi, Singapura. Namun, pengalihan tersebut bergantung pada ketersediaan kursi.
Penumpang yang tidak bersedia menerima penerbangan alternatif dapat mengajukan pengembalian dana penuh. Firefly menyatakan dana akan dikembalikan melalui metode pembayaran awal dalam waktu maksimal 30 hari kerja.
Maskapai tersebut juga menyatakan terus memantau perkembangan cuaca dan akan menyampaikan informasi terbaru kepada penumpang apabila terdapat perubahan jadwal penerbangan.
Gangguan penerbangan ini terjadi di tengah memburuknya kualitas udara Singapura akibat kabut asap. Sejak Jumat (9/10/2026), negara tersebut mengalami penurunan kualitas udara dengan Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam mencapai 192, angka tertinggi selama musim kabut asap tahun ini.
Kondisi tersebut menambah dampak kabut asap lintas batas yang tidak hanya mengancam kualitas udara, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas transportasi dan mobilitas masyarakat di kawasan Asia Tenggara. (***)
Penulis : Redaksi
Editor : Idhul Abdullah
Sumber Berita : detik.com




















