DIKSIKU.com, Sidrap – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mendorong penguatan pendidikan, kreativitas, dan kepemimpinan generasi muda sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Syaharuddin saat membuka Sarasehan Pemuda dan Dialog Interaktif bertema pendidikan unggul dan inklusif di Aula Saromase, Kompleks SKPD Sidrap, Selasa (27/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Syaharuddin menyoroti potensi sekitar 76.000 penduduk berusia 14–29 tahun di Sidrap yang dinilainya perlu mendapat perhatian serius melalui pembinaan keterampilan, pengembangan inovasi, dan penguatan karakter.
Menurutnya, generasi muda harus dipersiapkan agar mampu bersaing dan mengambil peran dalam pembangunan, bukan sekadar menjadi penonton. Ia menekankan pentingnya membentuk mental juara, keberanian berjuang, serta konsistensi dalam mengembangkan kemampuan diri.
“Ini yang saya urus baik-baik. Ini yang saya mau upgrade bagaimana kreativitasnya, inovasinya, dan mentalnya. Mentalnya harus mental juara, mental petarung,” ujar Syaharuddin.
Ia juga menempatkan pendidikan sebagai bekal utama bagi anak muda dalam membangun masa depan. Karena itu, ia mengajak generasi muda Sidrap terus belajar dan tidak berhenti meningkatkan pengetahuan.
“Bekal utama orang adalah ilmu. Maka dengan pendidikan, apa pun yang kita lakukan, kalau pendidikan kita bagus, kita akan selalu haus akan ilmu,” katanya.
Syaharuddin kemudian memaparkan gambaran lulusan SMA di Sidrap yang mencapai sekitar 8.000 orang setiap tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 orang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Makassar, sedangkan 3.000 lainnya menempuh pendidikan di Parepare dan berbagai daerah di Indonesia. Sebagian lulusan lainnya melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang.
Selain pendidikan formal, Bupati menilai organisasi kepemudaan dan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta kemampuan memimpin. Ia mendorong KNPI bersama pihak sekolah, khususnya tingkat SMP, memperkuat pembinaan kepemimpinan melalui kegiatan latihan dasar kepemimpinan.
Syaharuddin menilai pengalaman berorganisasi dapat menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan, membangun tanggung jawab, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin.
Ia membagikan pengalamannya berorganisasi, mulai dari Ketua KNPI Kecamatan Maritengngae periode 2004–2006, Sekretaris KNPI Kabupaten Sidrap periode 2007–2009, hingga Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan periode 2010–2013. Kariernya kemudian berlanjut ke dunia politik, termasuk menjadi anggota dan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, sebelum memimpin Kabupaten Sidrap.
“Kalau hari ini kalian pengurus OSIS, besok kalian bisa menjadi pemimpin. Cerita saya dari 2004 sampai 2024 adalah bukti, pemuda bukan lagi penonton, pemuda harus menjadi pemimpin,” tegasnya.
Ketua KNPI Sulawesi Selatan, Vonny Ameliani Suardi, mengapresiasi komitmen Syaharuddin dalam mendorong pembangunan daerah. Ia menilai sarasehan tersebut menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk memahami pendidikan, pemerintahan, dan peran mereka dalam kehidupan bermasyarakat.
Vonny juga berharap KNPI dan Pemuda Pancasila dapat menjadi wadah pengembangan potensi pemuda sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan Sidrap.
Dalam kesempatan itu, Vonny menyinggung pertumbuhan ekonomi Sidrap yang disebut mencapai 7,5 persen dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, capaian tersebut berkaitan dengan peran pemerintah daerah, aktivitas ekonomi masyarakat, kontribusi petani, serta dukungan sumber daya air yang memperkuat posisi Sidrap sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Ketua KNPI Sidrap, Andi Shalman, menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, organisasi kepemudaan, dan satuan pendidikan untuk memperluas akses pendidikan serta menekan angka anak tidak sekolah.
Ia mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi dan hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Karena itu, pemuda diharapkan ikut meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan, membantu menjangkau anak-anak yang menghadapi hambatan bersekolah, serta mendorong tersedianya pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.
Sarasehan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Muhammad Rasyid Ridha Bakri, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala sekolah, pengurus OSIS, mahasiswa, dan tokoh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dan lembaga pendidikan semakin kuat untuk menyiapkan generasi muda Sidrap yang berpengetahuan, terampil, kreatif, dan mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Penulis : Mustamin
Editor : Idhul Abdullah




















