DIKSIKU.com, Parepare – Dua siswa kelas X SMK Negeri 2 Parepare, Sulawesi Selatan, terlibat perkelahian di lingkungan sekolah setelah terlibat kesalahpahaman saat bermain game menggunakan ponsel. Pihak sekolah telah memanggil orang tua kedua siswa dan menyelesaikan persoalan tersebut melalui perdamaian.
Peristiwa itu terjadi di SMKN 2 Parepare, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang, Senin (26/10/2026). Insiden yang berlangsung saat jam istirahat pelajaran tersebut sempat menarik perhatian sejumlah siswa lainnya.
Kepala SMKN 2 Parepare, Anwar Nur, menjelaskan bahwa perkelahian bermula ketika kedua siswa bermain game melalui ponsel. Perselisihan muncul setelah permainan berlangsung dan salah satu siswa memberikan masukan kepada temannya.
Namun, teguran tersebut justru memicu kesalahpahaman hingga keduanya terlibat adu argumen. Situasi kemudian memanas dan berujung pada aksi saling pukul.
“Awalnya itu mereka bermain game. Di saat mereka bermain game, kemudian ada yang menganggap bahwa ketika bermain game itu kalah,” kata Anwar kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).
Menurut Anwar, persoalan tersebut berawal dari hal sepele. Salah satu siswa merasa tersinggung dengan perkataan temannya sehingga perdebatan tidak dapat dikendalikan.
Keduanya diketahui saling mengenal dan berada di kelas X yang sama. Setelah menerima informasi mengenai kejadian itu, pihak sekolah melalui wali kelas dan guru bimbingan konseling (BK) segera memanggil orang tua masing-masing siswa.
Anwar mengatakan, pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Sekolah juga mengambil langkah pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Pihak sekolah alhamdulillah setelah ada dapat informasi itu, teman-teman baik wali kelas maupun BK inisiatif langsung memanggil kedua orang tuanya. Mereka sudah melakukan perdamaian,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, sekolah memperketat aturan penggunaan ponsel di lingkungan pendidikan. Untuk sementara, siswa tidak diperkenankan menggunakan atau membawa ponsel tanpa mengikuti ketentuan yang ditetapkan pihak sekolah. Jika membawa ponsel, perangkat tersebut akan diamankan dan dapat diambil oleh orang tua masing-masing.
Anwar menegaskan, penanganan terhadap kedua siswa lebih diarahkan pada pembinaan tanpa mencabut hak mereka untuk mengikuti kegiatan belajar.
Sementara itu, video perkelahian yang beredar di media sosial memperlihatkan dua siswa saling mendorong, memiting, dan melayangkan pukulan di lorong depan ruang kelas. Sejumlah siswa lain terlihat berkerumun menyaksikan kejadian tersebut, bahkan ada yang menyoraki dan merekam insiden menggunakan ponsel.
Kerumunan dan sorakan tersebut membuat suasana di sekitar ruang kelas sempat riuh sebelum perkelahian terhenti.
Pihak sekolah berharap pembinaan terhadap kedua siswa dapat menjadi pelajaran bagi seluruh peserta didik agar menyelesaikan perselisihan melalui komunikasi yang baik, bukan dengan kekerasan.
Penulis : Redaksi
Editor : Idhul Abdullah
Sumber Berita : detik.com




















