Nelayan Bone Menjerit! Es Balok Dijual ke Luar Daerah, Ikan Cepat Busuk

- Editor

Minggu, 16 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Truk pengangkut es balok dari Bone bergerak menuju Sinjai. (foto;ist)

i

Truk pengangkut es balok dari Bone bergerak menuju Sinjai. (foto;ist)

DIKSIKU.com, Bone – Nelayan di Pelelangan Lonrae, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menghadapi kesulitan besar akibat kurangnya pasokan es balok.

Kondisi ini menyebabkan hasil tangkapan mereka cepat membusuk sebelum sempat dijual, dan merugikan pendapatan nelayan secara signifikan.

Salah satu nelayan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kelangkaan ini terjadi karena pengusaha es balok di Bone lebih memilih menjual produknya ke luar daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Malam Perayaan Hari Raya Idul Adha, Pemkab Sinjai Gelar Pawai Takbiran Keliling

“Mereka kebanyakan menjual esnya ke Sinjai, karena di sana dibeli dengan harga Rp17 ribu, sementara di sini (Bone) harga jualnya hanya Rp11 sampai 12 ribu,” ungkapnya.

Yang lebih mengejutkan, ia menyoroti bagaimana distribusi es balok ke luar daerah tidak mendapat hambatan, meskipun kendaraan yang digunakan tidak memiliki surat-surat resmi.

“Kendaraan mereka rata-rata bodong,” ujarnya.

Nelayan berharap pemerintah daerah segera turun tangan dengan menertibkan distribusi es balok agar kebutuhan lokal bisa terpenuhi.

Baca Juga :  Kasus Guru SDN 4 Baito : Supriyani Dituduh Aniaya Siswa, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi

Selain itu, nelayan juga mendesak aparat kepolisian untuk lebih tegas dalam mengawasi kendaraan yang beroperasi tanpa kelengkapan dokumen.

“Jika tidak ada langkah nyata, nelayan Bone akan terus mengalami kerugian dan perekonomian sektor perikanan lokal semakin terpuruk,” pungkasnya.

Pemerintah diharapkan segera mencari solusi konkret, baik dengan menstabilkan harga es balok agar lebih kompetitif maupun dengan memastikan pasokan tetap tersedia bagi nelayan di daerah sendiri.

Penulis : Idhul Abdullah

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Aksi Demo Mahasiswa di Mapolda Sulsel Minta Kapolres Sinjai Dicopot, Mantan Pembina LSM GMBI Sinjai Angkat Bicara
Jeritan Daerah Penghasil: Maluku Utara Minta Haknya Dikembalikan untuk Bayar PPPK
Siapkan SDM Kompeten, Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Buka 6 Jurusan di Bone
Oknum Anggota Polisi Polres Pangkep Dilaporkan Mantan Kekasihnya Ke Propam Polda Sulsel
Peringati HUT Ke-8 Tahun, Pimpinan Umum Media Paparazziindo Dibanjiri Apresiasi
36 Wartawan Lulus Kompeten, UKW Angkatan XXIX di Makassar Resmi Ditutup
Bupati Ratnawati Arif Terima Penghargaan Nasional dari Kemendikdasmen
Bupati Bone dan Forkopimda Hadiri Morning Coffee, Peresmian dan Pengujian Dermaga Pelabuhan Bajoe

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:15 WITA

Aksi Demo Mahasiswa di Mapolda Sulsel Minta Kapolres Sinjai Dicopot, Mantan Pembina LSM GMBI Sinjai Angkat Bicara

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:10 WITA

Jeritan Daerah Penghasil: Maluku Utara Minta Haknya Dikembalikan untuk Bayar PPPK

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:01 WITA

Siapkan SDM Kompeten, Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Buka 6 Jurusan di Bone

Senin, 1 Juni 2026 - 20:29 WITA

Oknum Anggota Polisi Polres Pangkep Dilaporkan Mantan Kekasihnya Ke Propam Polda Sulsel

Senin, 1 Juni 2026 - 17:00 WITA

Peringati HUT Ke-8 Tahun, Pimpinan Umum Media Paparazziindo Dibanjiri Apresiasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:22 WITA

36 Wartawan Lulus Kompeten, UKW Angkatan XXIX di Makassar Resmi Ditutup

Senin, 25 Mei 2026 - 20:25 WITA

Bupati Ratnawati Arif Terima Penghargaan Nasional dari Kemendikdasmen

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:51 WITA

Bupati Bone dan Forkopimda Hadiri Morning Coffee, Peresmian dan Pengujian Dermaga Pelabuhan Bajoe

Berita Terbaru