Bikin Terpukau! Kontingen Majelis Taklim Badrissalam Padukan Pesisir, Budaya Bugis dan Nuansa Kemerdekaan

- Editor

Kamis, 13 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kontingen karnaval Majelis Taklim Badrissalam Perumahan Bumi Cilellang Mas, Kabupaten Bone. (Diksiku/Idul)

i

Kontingen karnaval Majelis Taklim Badrissalam Perumahan Bumi Cilellang Mas, Kabupaten Bone. (Diksiku/Idul)

DIKSIKU.com, Bone – Kontingen Karnaval Majelis Taklim Badrissalam Perumahan Bumi Cilellang Mas tampil memukau dengan mengusung konsep pesisir yang dipadukan dengan nuansa tradisional dan budaya Bugis dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Konsep tersebut terlihat dari penampilan para peserta yang membawa berbagai ornamen bernuansa laut dan budaya lokal. Bagian depan rombongan menampilkan sosok Ratu Pesisir yang didampingi dua dayang.

Ratu Pesisir dan kedua dayangnya tampil anggun dengan iringan alat musik tradisional Bugis berupa pui-pui dan gendang, yang semakin memperkuat karakter budaya dalam penampilan kontingen tersebut.

Di belakangnya, rombongan ibu-ibu Majelis Taklim tampil kompak mengenakan kostum serba putih. Mereka mengenakan mahkota yang dibuat dari kerang serta sayap dengan bentuk menyerupai kerang.

Tak hanya melalui kostum peserta, nuansa pesisir juga diperkuat dengan kehadiran sebuah mobil yang dihias menyerupai kapal. Kendaraan tersebut tampil dengan dominasi nuansa merah putih, lengkap dengan ornamen jangkar yang semakin mempertegas konsep kapal dan kehidupan masyarakat pesisir.

Baca Juga :  Ikuti Pameran Expo 2025 HUT Dekranas di Balikpapan, Produk Unggulan UMKM Sinjai Pukau Pengunjung

Kehadiran mobil berbentuk kapal itu menjadi salah satu bagian yang mencuri perhatian dalam penampilan kontingen. Ornamen tersebut sekaligus menjadi simbol yang menghubungkan tema pesisir dengan semangat kemerdekaan yang diusung dalam perayaan HUT ke-81 RI.

Ketua Kontingen Karnaval Majelis Taklim Perumahan Bumi Cilellang Mas, Nikmah, mengatakan seluruh konsep yang ditampilkan merupakan hasil kreativitas dan kerja bersama para anggota Majelis Taklim.

Ia berharap kreativitas seluruh kontingen dapat dinilai secara objektif oleh tim juri. Menurutnya, penilaian semestinya didasarkan pada konsep, kreativitas, kekompakan, serta kesesuaian tema yang ditampilkan masing-masing peserta.

Nikmah mengaku memiliki pengalaman pada pelaksanaan karnaval tahun sebelumnya yang menurutnya membuat pihaknya mempertanyakan objektivitas hasil penilaian.

“Namun karena kontingen ini punya orang dalam, jadi juara,” ketusnya.

Ia menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan siapa yang keluar sebagai juara selama keputusan tersebut benar-benar berdasarkan penilaian yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Bukan Kaleng-Kaleng, Ketua Terpilih DPD SMSI Sinjai Bergelut di Dunia Jurnalis Mulai Tahun 1984

Menurutnya, seluruh peserta telah mengeluarkan tenaga, waktu, dan biaya untuk menampilkan kreativitas terbaik mereka. Karena itu, proses penjurian diharapkan tidak dipengaruhi faktor kedekatan maupun kepentingan tertentu.

Nikmah bahkan menyatakan pihaknya siap mempertimbangkan untuk tidak kembali mengikuti karnaval apabila persoalan objektivitas penilaian kembali terjadi.

“Jika tidak objektif, kami tidak mau lagi ikut karnaval. Karena percuma, penilaiannya bukan dari kreativitas, tapi berdasarkan orang dalam,” tandasnya.

Meski menyampaikan kritik tersebut, Nikmah berharap pelaksanaan karnaval tahun ini dapat berlangsung meriah dan memberikan ruang yang adil bagi seluruh peserta untuk menunjukkan kreativitas.

Bagi kontingen Majelis Taklim Bumi Cilellang Mas, karnaval bukan hanya ajang untuk mengejar juara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Bugis, menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir, sekaligus menanamkan semangat kemerdekaan melalui kreativitas masyarakat.

Penulis : Idhul Abdullah

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Operasi Pajak Kendaraan di Sinjai Dimulai, Kendaraan Dinas Tak Luput Diperiksa
Turnamen Antar Pelajar, Kontingen INKAI Sinjai Duduki Posisi Keempat
Dua Keris Pusaka Prabowo dan Fadli Zon Dipamerkan di Bone
Pemprov Sulsel dan Pemkab Wajo Sepakati PI Migas Sengkang 10 Persen
Rutan Sinjai Libatkan Petugas Gabungan Perkuat Pengawasan Razia dan Tes Urine
Drama Adu Penalti, Bone BerAmal FC Rebut Piala Gubernur Sulsel
Debit Sungai Saddang Menurun, Pemprov Sulsel Siapkan Pompanisasi dan Usulkan Rehabilitasi Rp1,8 Triliun
Rutan Sinjai Gelar Salat Istisqa, Doa Bersama Memohon Turun Hujan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 16:55 WITA

Operasi Pajak Kendaraan di Sinjai Dimulai, Kendaraan Dinas Tak Luput Diperiksa

Sabtu, 26 September 2026 - 10:29 WITA

Turnamen Antar Pelajar, Kontingen INKAI Sinjai Duduki Posisi Keempat

Jumat, 25 September 2026 - 23:35 WITA

Dua Keris Pusaka Prabowo dan Fadli Zon Dipamerkan di Bone

Selasa, 22 September 2026 - 21:33 WITA

Pemprov Sulsel dan Pemkab Wajo Sepakati PI Migas Sengkang 10 Persen

Selasa, 22 September 2026 - 11:05 WITA

Rutan Sinjai Libatkan Petugas Gabungan Perkuat Pengawasan Razia dan Tes Urine

Senin, 21 September 2026 - 20:49 WITA

Drama Adu Penalti, Bone BerAmal FC Rebut Piala Gubernur Sulsel

Minggu, 20 September 2026 - 20:13 WITA

Debit Sungai Saddang Menurun, Pemprov Sulsel Siapkan Pompanisasi dan Usulkan Rehabilitasi Rp1,8 Triliun

Jumat, 18 September 2026 - 09:31 WITA

Rutan Sinjai Gelar Salat Istisqa, Doa Bersama Memohon Turun Hujan

Berita Terbaru

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang. (int)

Ruang Kepolisian

Kortas Tipidkor Polri Hormati Rencana Praperadilan Bupati Gowa

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:20 WITA

ilustrasi. (int)

Kriminal

Kepergok Mencuri, Pelaku Gigit Telinga Korban Hingga Putus

Selasa, 29 Sep 2026 - 15:56 WITA