DIKSIKU.com, Penajam – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menyalurkan bantuan insentif melalui program Jaring Pengaman Sosial Politis (Jospol). Penyerahan dilakukan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, di SMP Negeri 21 Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kamis (18/9).
Pada kesempatan itu, insentif diberikan kepada guru, marbut masjid, serta penjaga rumah ibadah non-Muslim. Jumlah bantuan yang disalurkan kali ini mencapai Rp1,9 miliar.
Program tersebut disebut sebagai wujud apresiasi atas pengabdian mereka yang turut menopang pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Gubernur Seno Aji menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga keberlangsungan program ini agar manfaatnya dirasakan secara merata.
Ia menegaskan bahwa kesejahteraan para tenaga pendidik maupun pengelola rumah ibadah adalah bagian penting dari pembangunan manusia di Kaltim.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari legislatif. Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Muin, menegaskan bahwa dewan akan terus mengawal pelaksanaan Jospol agar tetap relevan dan tepat sasaran.
Menurutnya, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang harus mendapat perhatian serius.
Baharuddin menambahkan, keberlanjutan program Jospol harus diiringi dengan evaluasi dan penyesuaian sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin program ini tidak hanya berjalan, tetapi berkembang menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
DPRD Kaltim memandang Jospol sebagai bukti nyata sinergi antara eksekutif dan legislatif. Kebijakan ini dinilai berhasil menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan dan sosial di daerah.
Harapannya, kolaborasi tersebut mampu membangun lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan berkarakter, serta memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah. (adv)
![]()
Penulis : Ldy
Editor : Idhul Abdullah



















