DPRD Kaltim Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Pemangkasan DBH

- Editor

Sabtu, 13 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yeni Eviliana. (Foto/Diksiku)

i

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yeni Eviliana. (Foto/Diksiku)

DIKSIKU.com, Samarinda – DPRD Kalimantan Timur menaruh perhatian serius terhadap rencana pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat yang nilainya diperkirakan mencapai Rp5 triliun dalam APBD 2026. Hingga kini, kepastian soal besaran pemotongan masih menunggu aturan resmi dari Kementerian Keuangan.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yeni Eviliana, menjelaskan keputusan itu akan tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang dijadwalkan terbit pada 23 September 2025. Aturan tersebut akan menjadi rujukan resmi bagi daerah untuk melakukan penyesuaian terhadap struktur belanja.

Meski kejelasan dari pusat belum turun, DPRD bersama Pemprov Kaltim tetap melanjutkan penyusunan rancangan APBD. Melalui Rapat Paripurna ke-34, kedua pihak bahkan telah menyepakati rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026 sebagai dasar penyusunan anggaran.

Yeni menyebutkan, sejumlah opsi antisipasi telah disiapkan. Salah satunya adalah mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penerapan pajak alat berat disebut sebagai salah satu sumber potensial untuk menutup kekurangan bila DBH benar-benar berkurang.

Selain menambah PAD, efisiensi belanja juga akan digalakkan. DPRD menekankan agar penghematan diarahkan pada kegiatan yang tidak berdampak langsung terhadap masyarakat, seperti perjalanan dinas, rapat, maupun belanja administratif lainnya.

Baca Juga :  DPRD Kaltim Desak Pemerintah Atasi Krisis Listrik di Pedalaman PPU

“Rasionalisasi belanja akan difokuskan pada pos nonpublik, sehingga program prioritas untuk masyarakat tetap berjalan,” tegas Yeni, Sabtu (13/9).

Dengan langkah tersebut, DPRD bersama Pemprov Kaltim optimistis pembangunan tetap dapat berlanjut. Sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan layanan dasar masyarakat dipastikan aman dari pemangkasan, meski daerah menghadapi tekanan fiskal dari pusat. (Adv)

Loading

Penulis : Ldy

Editor : Rahmah M

Berita Terkait

DPRD Kaltim Hentikan Mediasi, Tunggakan Gaji RSHD Masuk Jalur Hukum
DPRD Kaltim Sampaikan Pandangan Fraksi-Fraksi Terkait Nota Keuangan Pemprov
DPRD Kaltim Tegaskan Dukungan Untuk Kepemimpinan Baru di Mahakam Ulu
DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi Pengelolaan ZIS Lewat Baznas
DPRD Kaltim Serukan Gotong Royong Lawan Narkoba di Desa
DPRD Kaltim Gelar Paripurna ke-36, Bahas Revisi Agenda dan Perubahan APBD 2025
DPRD Kaltim Imbau Pemprov Perketat Kajian Tukar Guling Aset
DPRD Kaltim Desak Pengawasan Ketat Program Makanan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Rabu, 24 September 2025 - 18:04 WITA

DPRD Kaltim Hentikan Mediasi, Tunggakan Gaji RSHD Masuk Jalur Hukum

Selasa, 23 September 2025 - 18:24 WITA

DPRD Kaltim Sampaikan Pandangan Fraksi-Fraksi Terkait Nota Keuangan Pemprov

Selasa, 23 September 2025 - 18:22 WITA

DPRD Kaltim Tegaskan Dukungan Untuk Kepemimpinan Baru di Mahakam Ulu

Selasa, 23 September 2025 - 18:19 WITA

DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi Pengelolaan ZIS Lewat Baznas

Senin, 22 September 2025 - 20:00 WITA

DPRD Kaltim Serukan Gotong Royong Lawan Narkoba di Desa

Senin, 22 September 2025 - 19:28 WITA

DPRD Kaltim Gelar Paripurna ke-36, Bahas Revisi Agenda dan Perubahan APBD 2025

Senin, 22 September 2025 - 19:15 WITA

DPRD Kaltim Imbau Pemprov Perketat Kajian Tukar Guling Aset

Senin, 22 September 2025 - 18:09 WITA

DPRD Kaltim Desak Pengawasan Ketat Program Makanan Bergizi Gratis

Berita Terbaru