DIKSIKU.com, Jakarta – Fenomena kedutan pada mata sering kali dianggap sebagai pertanda tertentu oleh sebagian masyarakat. Namun, pandangan tersebut kini ditepis oleh penjelasan medis yang menyebutkan bahwa kedutan merupakan reaksi alami tubuh dan bukan berkaitan dengan hal mistis.
Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai myokymia, yaitu gerakan berulang pada kelopak mata yang terjadi tanpa disadari. Umumnya, kedutan berlangsung singkat, tidak menimbulkan rasa sakit, dan akan berhenti dengan sendirinya tanpa memerlukan penanganan khusus.
Meski begitu, kedutan yang berlangsung lama, bahkan hingga berbulan-bulan, dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Dokter mata menyebutkan, sejumlah faktor dapat memicu kedutan pada mata, mulai dari stres, kelelahan, hingga pola hidup yang tidak seimbang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Stres dan kelelahan menjadi pemicu paling umum. Saat tubuh dalam tekanan atau kurang istirahat, otot sekitar mata lebih mudah berkontraksi. Selain itu, penggunaan gawai atau komputer dalam waktu lama turut membuat mata bekerja ekstra dan menyebabkan ketegangan otot.
Konsumsi kafein dan alkohol berlebihan juga disebut dapat memicu kedutan. Kandungan stimulan dalam kopi, teh, atau minuman berenergi bisa meningkatkan aktivitas saraf yang mengatur pergerakan otot mata. Begitu pula dengan kebiasaan merokok yang berpengaruh pada sirkulasi darah di area tersebut.
Beberapa kondisi lain seperti mata kering, alergi, penggunaan lensa kontak, serta kekurangan magnesium turut berperan dalam timbulnya keluhan ini. Mata kering, misalnya, sering dialami oleh pengguna komputer aktif dan orang lanjut usia, sehingga menyebabkan otot kelopak mudah berkontraksi.
Untuk meredakannya, dokter menganjurkan istirahat yang cukup, mengurangi konsumsi kafein, menghindari stres, serta melakukan kompres air hangat di area mata. Tetes mata buatan juga dapat membantu menjaga kelembapan.
Namun, bila kedutan tidak kunjung berhenti, berlangsung lebih dari seminggu, atau disertai gejala seperti nyeri, bengkak, dan kelopak mata sulit dibuka, disarankan segera berkonsultasi ke dokter. Dalam kasus tertentu, kedutan dapat mengindikasikan gangguan saraf seperti benign essential blepharospasm yang memerlukan tindakan medis lanjutan.
Dengan demikian, kedutan mata bukanlah pertanda akan datangnya kejadian tertentu, melainkan sinyal tubuh bahwa mata sedang lelah atau mengalami gangguan ringan. Pemeriksaan dini dan perubahan gaya hidup dapat menjadi langkah terbaik untuk mengatasinya.
Penulis : Redaksi Diksiku
Editor : Idul Abdullah



















