DIKSIKU.com, Samarinda — Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di tengah maraknya aksi demonstrasi mahasiswa. Ia menegaskan, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari hak demokratis, namun tidak boleh dilakukan dengan cara anarkis.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasanuddin pada Selasa (2/9/2025), sehari setelah aksi mahasiswa di Samarinda yang berujung pada perusakan sejumlah fasilitas umum. Empat unit kamera pengawas (CCTV) dilaporkan rusak, bahkan aparat menemukan bom molotov di sekitar lokasi aksi.
“Kalau murni menyampaikan aspirasi, tentu tidak disertai dengan perusakan,” ujarnya. Ia juga mengindikasikan adanya kemungkinan pihak luar yang menunggangi aksi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasanuddin mengingatkan bahwa Kaltim kini memegang peran penting sebagai lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu, menurutnya, kondisi keamanan harus tetap dijaga agar citra daerah tidak tercoreng.
“Kaltim dikenal aman dan damai. Apalagi sekarang menjadi ikon nasional karena ada IKN. Jangan sampai nama baik provinsi rusak karena tindakan anarkis,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah organisasi masyarakat (ormas) telah menyampaikan masukan terkait rencana aksi mahasiswa. DPRD bersama aparat keamanan juga disebut rutin berkoordinasi untuk meminimalisasi potensi kericuhan.
Meski begitu, Hasanuddin menegaskan DPRD tetap membuka ruang dialog bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara tertib. “Dialog selalu terbuka. Kita punya tanggung jawab bersama menjaga Kaltim tetap kondusif demi kelancaran pembangunan IKN,” pungkasnya. (adv)
![]()
Penulis : Ldy
Editor : Idul Abdullah



















