DIKSIKU.com, Bone – Nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan Andi Mappanyukki kembali digaungkan dalam peringatan haul ke-59 yang digelar Kerukunan Keluarga Wija Arumpone, Sabtu (5/4/2026) malam. Kegiatan ini bukan sekadar mengenang sosok pemimpin besar, tetapi juga menjadi momentum untuk menyalakan kembali semangat pengabdian dan keteladanan bagi generasi masa kini.
Acara yang berlangsung di Museum Lapawawoi yang dahulu merupakan saoraja atau istana Raja Bone, dihadiri oleh Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Andi Akmal Pasuluddin, serta para keturunan dan masyarakat yang ingin mengenang jasa sang tokoh.
Sebagai Arumpone ke-32 dan ke-34 yang juga dikenal sebagai Sultan Ibrahim, Andi Mappanyukki bukan hanya dikenang sebagai pemimpin, tetapi sebagai sosok inspiratif yang mengedepankan keadilan, kebijaksanaan, serta musyawarah dalam setiap keputusan. Pengakuan atas jasanya pun ditegaskan dengan penobatannya sebagai Pahlawan Nasional pada 5 November 2004.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam suasana khidmat, doa-doa dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan, sekaligus refleksi atas nilai-nilai kepemimpinan yang telah diwariskan. Sosok Andi Mappanyukki digambarkan sebagai pemimpin muda yang berani, berpandangan luas, dan memiliki kecintaan mendalam terhadap tanah airnya—nilai-nilai yang dinilai tetap relevan hingga hari ini.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh keturunan Wija Arumpone untuk tidak sekadar mengenang, tetapi juga melanjutkan warisan nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Wija Arumpone, wajib untuk menegur saya jika ada hal yang dinilai salah selama saya memimpin Bone,” pinta Andi Asman.
Pesan tersebut menjadi cerminan kepemimpinan yang terbuka terhadap kritik dan menjunjung tinggi nilai musyawarah—sebuah teladan yang diwariskan langsung dari sosok Andi Mappanyukki. Haul ini pun menjadi pengingat bahwa sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dijadikan inspirasi dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Penulis : Idhul Abdullah
Editor : Idhul Abdullah




















