DIKSIKU.com, Kendal – Setelah tujuh hari pencarian, seorang bocah bernama Arqam Bagus Dwiatmaja (6), warga Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, yang dilaporkan hilang terbawa arus saluran irigasi akhirnya ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar Pantai Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh nelayan yang melihat tubuh seorang anak mengapung di perairan Pantai Morodemak. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemerintah desa setempat dan diteruskan ke tim SAR.
“Nelayan melihat jasad seorang bocah mengapung di tengah pantai Morodemak. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Basarnas Jateng, BPBD Demak, dan Polairud Polres Demak,” ujar Iwan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim gabungan kemudian melakukan proses evakuasi sekitar pukul 10.30 WIB. Jasad korban selanjutnya dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga Demak untuk proses identifikasi.
BPBD Kendal kemudian menghubungi ayah korban, Saiful Ansohi, untuk memastikan identitas jasad yang ditemukan tersebut. Setelah dilakukan pencocokan ciri-ciri fisik, dipastikan bahwa jasad tersebut adalah Arqam.
“Kami mencocokkan ciri-cirinya, salah satunya gigi depan bagian atas korban yang terdapat bekas gigis. Ciri tersebut sesuai dengan jasad yang ditemukan,” jelasnya.
Iwan menambahkan, setelah proses identifikasi selesai, jenazah rencananya akan dibawa terlebih dahulu ke RSUD dr. H. Soewondo Kendal untuk proses pemulasaraan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Operasi SAR Basarnas Semarang, Rindang, mengatakan pencarian terhadap korban telah dilakukan selama tujuh hari sejak laporan diterima.
“Kami melakukan pencarian sudah masuk hari ketujuh, dan Alhamdulillah korban ditemukan di perairan Sayung, Demak,” kata Rindang di RSUD Sunan Kalijaga Demak.
Menurutnya, proses identifikasi awal dilakukan dengan mencocokkan ciri fisik korban, termasuk tanda pada bagian gigi depan atas.
“Data yang kami terima ada beberapa ciri fisik. Setelah sampai di RSUD Sunan Kalijaga, terdapat tanda di daerah gigi depan atas dan ternyata sesuai dengan data korban,” ungkapnya.
Basarnas menerima laporan kejadian tersebut pada Jumat (27/2/2026). Saat itu dilaporkan ada tiga anak yang terpeleset dan terbawa arus saluran irigasi di sekitar Bendungan Sojomerto.
“Informasi yang kami terima, ada tiga anak yang hanyut di saluran irigasi. Dua anak berhasil menyelamatkan diri, sedangkan satu anak dilaporkan hilang,” jelas Rindang.
Ia menjelaskan derasnya arus sungai saat kejadian membuat korban terbawa hingga ke muara Sungai Blukar dan akhirnya masuk ke laut.
“Memang saat itu arus sungai sangat deras hingga terbawa sampai muara Blukar dan akhirnya ke laut,” ujarnya.
Rindang juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah Kendal dan sekitarnya.
“Cuaca di sekitar Semarang dan Kendal beberapa hari terakhir disertai hujan dan angin kencang. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat berada di sekitar aliran sungai atau saluran air,” pungkasnya.**
![]()
Penulis : Rizal Firmansyah
Editor : Idhul Abdullah



















