Gerakan Pangan Murah di Sidrap, Beras hingga Telur Dijual di Bawah Harga Pasar

- Editor

Kamis, 22 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidrap Gelar Gerakan Pangan Murah, Telur dan Ayam Dijual Paket Hemat. (ist)

i

Sidrap Gelar Gerakan Pangan Murah, Telur dan Ayam Dijual Paket Hemat. (ist)

DIKSIKU.com, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak untuk memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran guna membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

Gerakan tersebut dipusatkan di Jalan Ressang, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae. Pelaksanaannya merupakan tindak lanjut instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan terhubung secara virtual dengan agenda nasional yang dipimpin Wakil Menteri Pertanian.

Staf Ahli Bupati Sidrap Bidang Pembangunan, Sudarmin, yang hadir mewakili Bupati Sidrap, mengatakan GPM merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.

“Ini adalah gerakan moral kita untuk memastikan masyarakat Sidrap bisa mendapatkan pangan yang murah, berkualitas, dan terjangkau,” ujar Sudarmin.

Ia menjelaskan, meskipun Sidrap dikenal sebagai salah satu daerah penghasil beras, pengendalian harga tetap diperlukan agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga kebutuhan pokok.

Baca Juga :  Bapenda Sinjai Luncurkan Pekan Panutan PBB-P2 Non Tunai Tahun 2025

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, bawang, dan cabai dengan harga yang diklaim lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Adapun komoditas yang ditawarkan meliputi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram seharga Rp57.500 dan beras premium 5 kilogram Rp74.500. Minyakita dijual Rp15.500 per liter, sedangkan gula pasir tercantum seharga Rp15.500.

Untuk komoditas lainnya, telur ayam dijual Rp100.000 per tiga rak dan daging ayam Rp100.000 untuk tiga ekor. Bawang merah dan bawang putih ditawarkan Rp30.000 per kilogram, sementara cabai merah besar dan cabai rawit dijual Rp10.000 per bungkus.

Penyediaan bahan pangan tersebut dilakukan melalui kerja sama Pemkab Sidrap, Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, dan ritel modern. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Sidrap, Ibrahim, mengatakan GPM juga berfungsi sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah. Menurutnya, ketersediaan beras dan telur yang melimpah di Sidrap menjadi potensi penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.

Baca Juga :  Pembangunan Inklusif Antar Bupati Luwu Raih PWI Sulsel Awards 2026

“Produksi telur dan beras kita surplus. Jadi, kalau kita gelar pangan murah seperti ini, selain membantu masyarakat, kita juga menjaga inflasi. Sidrap ikut menjaga inflasi Sulsel dan Indonesia Timur,” kata Ibrahim.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Andi Patahangi, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ahmad Dollah, perwakilan Polres Sidrap dan Kejaksaan Negeri Sidrap, jajaran Bulog, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sidrap.

Warga sekitar terlihat antusias memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga lebih hemat.

Pemkab Sidrap berharap Gerakan Pangan Murah tidak hanya membantu daya beli masyarakat, tetapi juga mendukung upaya menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan di daerah, terutama di tengah kebutuhan pengendalian inflasi.

Penulis : Mustamin

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Karutan Sinjai Terima Kunjungan Kakanwil Dirjen Pemasyarakatan Sulsel, Penguatan Jajaran Sekaligus Panen Sayur
Sulsel Targetkan 2 Juta Pekerja Terlindungi Jamsostek pada 2026
Pemkab Sinjai Terima 409 Dos Susu untuk Anak Stunting dan Keluarga Miskin Ekstrem
Hari Santri 2026, Sekda Luwu Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Jaga Akhlak
Bupati Andi Ina Tegas! Petani Barru Diminta Ikuti Arahan Penyuluh, Bukan Sekadar Ikut-ikutan
Bupati Bone Perkuat Penataan Kawasan Hutan, Kepastian Status Lahan Jadi Prioritas
Tak Perlu Tunggu Seremoni, Pemprov Sulsel Minta Jembatan Salujambu Langsung Difungsikan
Radio dan TV Pemkab Sinjai Jadi Rujukan, Diskominfo Takalar Datang Belajar

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:38 WITA

Karutan Sinjai Terima Kunjungan Kakanwil Dirjen Pemasyarakatan Sulsel, Penguatan Jajaran Sekaligus Panen Sayur

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:12 WITA

Sulsel Targetkan 2 Juta Pekerja Terlindungi Jamsostek pada 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WITA

Pemkab Sinjai Terima 409 Dos Susu untuk Anak Stunting dan Keluarga Miskin Ekstrem

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:46 WITA

Hari Santri 2026, Sekda Luwu Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Jaga Akhlak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:26 WITA

Gerakan Pangan Murah di Sidrap, Beras hingga Telur Dijual di Bawah Harga Pasar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:12 WITA

Bupati Andi Ina Tegas! Petani Barru Diminta Ikuti Arahan Penyuluh, Bukan Sekadar Ikut-ikutan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:11 WITA

Bupati Bone Perkuat Penataan Kawasan Hutan, Kepastian Status Lahan Jadi Prioritas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Tak Perlu Tunggu Seremoni, Pemprov Sulsel Minta Jembatan Salujambu Langsung Difungsikan

Berita Terbaru