Bupati Andi Ina Tegas! Petani Barru Diminta Ikuti Arahan Penyuluh, Bukan Sekadar Ikut-ikutan

- Editor

Rabu, 21 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari. (ist)

i

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari. (ist)

DIKSIKU.com, Barru – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, meminta petani tidak menentukan pola tanam dan memilih benih secara sembarangan, terutama di tengah ancaman kemarau panjang. Ia menekankan pentingnya mengikuti arahan penyuluh pertanian dan pemerintah agar kegiatan budidaya sesuai dengan kondisi lahan dan iklim.

Pesan tersebut disampaikan Andi Ina saat menghadiri kegiatan di areal persawahan Dusun Cilellang Selatan, Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi beberapa waktu lalu, Rabu (7/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa penyuluh pertanian harus aktif mendampingi petani dan memastikan persoalan di lapangan mendapat penanganan.

“Kalau kita kuat bersama, apa pun masalah pertanian kita akan teratasi. Jangan kita jalan sendiri, jangan hanya mendengar orang di sana pakai bibit beda terus kita ikut. Belum tentu hasilnya sama karena kondisi lahan berbeda. Ikuti arahan penyuluh dan pemerintah,” tegas Andi Ina.

Menurutnya, kondisi lahan yang berbeda membutuhkan penanganan yang tepat. Karena itu, petani perlu mempertimbangkan rekomendasi teknis sebelum menentukan varietas benih maupun jadwal tanam, bukan sekadar mengikuti pilihan petani lain.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-78, Brimob Bone Cetak Rekor Kumpulkan 254 Kantong Darah

Bupati juga mengingatkan penyuluh pertanian agar tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi hadir langsung mendampingi petani, memahami kendala yang dihadapi, dan meneruskan persoalan tersebut kepada pemerintah untuk dicarikan solusi.

“Tugas penyuluh itu adalah pendampingnya petani. Harus tahu apa masalahnya petani dan harus tersampaikan kepada pimpinan agar ada solusinya. Jangan biarkan petani bermasalah dilihat saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, Ahmad, mengingatkan petani agar menyesuaikan kegiatan pertanian dengan prakiraan cuaca. Berdasarkan prakiraan BMKG yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, hujan di wilayah pesisir barat Sulawesi Selatan, termasuk Barru, diperkirakan baru turun pada pekan ketiga November 2026.

Menghadapi kondisi tersebut, ia mendorong petani memperhatikan tiga langkah utama, yakni mempercepat pola tanam ketika kondisi memungkinkan, menyesuaikan jadwal tanam dengan iklim, serta menggunakan varietas tanaman berumur pendek.

Selain persoalan pola tanam, Andi Ina menyatakan pemerintah daerah berkomitmen mendukung kebutuhan petani melalui pembangunan jalan tani, bantuan benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta program Brigade Pangan.

Baca Juga :  Hadiri Rakerda DPD PAN Sinjai, Andi Yuliani Paris Mulai Panaskan Mesin Partai Lantik Relawan Perkuat Struktur dan Jaringan

Terkait pembangunan jalan tani, ia mengingatkan agar pelaksanaannya tidak mengurangi luas lahan persawahan yang ada. Infrastruktur tersebut harus direncanakan untuk menunjang aktivitas pertanian dan mempermudah mobilitas petani.

Bupati juga meminta program cetak sawah baru dilaksanakan secara selektif dengan mempertimbangkan kelayakan lahan. Menurutnya, program pemerintah harus benar-benar menghasilkan manfaat dan tidak menghabiskan anggaran untuk lahan yang tidak dapat digunakan untuk bercocok tanam.

“Jangan sampai lahan yang dijadikan cetak sawah ternyata bukan lahan pertanian dan tidak bisa ditanam. Akhirnya anggaran terbuang. Satu rupiah anggaran itu sangat berarti untuk masyarakat. Lebih bagus tolak kalau memang tidak bisa dimanfaatkan,” tegasnya.

Andi Ina berharap sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah dapat memperkuat sektor pertanian Barru, menjaga produktivitas di tengah tantangan iklim, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani.

Penulis : Yusuf

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Bupati Bone Perkuat Penataan Kawasan Hutan, Kepastian Status Lahan Jadi Prioritas
Tak Perlu Tunggu Seremoni, Pemprov Sulsel Minta Jembatan Salujambu Langsung Difungsikan
Radio dan TV Pemkab Sinjai Jadi Rujukan, Diskominfo Takalar Datang Belajar
Alokasi Jagung SPHP Sidrap Melonjak, dari 1.000 Ton Kini Tembus 8.260 Ton
Membanggakan! 7 Siswa Sekolah Rakyat Luwu Utara Sabet 7 Medali Pencak Silat di Bupati Cup II
STIKES Datu Kamanre Luwu Bidik Status Universitas, Hukum dan Digitalisasi Jadi Sasaran
Garap Potensi Lokal, Sinjai Gandeng Unismuh Kembangkan Riset dan Inovasi
6.472 PPPK Paruh Waktu Makassar Dapat Perpanjangan Kontrak, Kinerja Tetap Dievaluasi

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:12 WITA

Bupati Andi Ina Tegas! Petani Barru Diminta Ikuti Arahan Penyuluh, Bukan Sekadar Ikut-ikutan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:11 WITA

Bupati Bone Perkuat Penataan Kawasan Hutan, Kepastian Status Lahan Jadi Prioritas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Tak Perlu Tunggu Seremoni, Pemprov Sulsel Minta Jembatan Salujambu Langsung Difungsikan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:54 WITA

Alokasi Jagung SPHP Sidrap Melonjak, dari 1.000 Ton Kini Tembus 8.260 Ton

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:07 WITA

Membanggakan! 7 Siswa Sekolah Rakyat Luwu Utara Sabet 7 Medali Pencak Silat di Bupati Cup II

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:41 WITA

STIKES Datu Kamanre Luwu Bidik Status Universitas, Hukum dan Digitalisasi Jadi Sasaran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:25 WITA

Garap Potensi Lokal, Sinjai Gandeng Unismuh Kembangkan Riset dan Inovasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:16 WITA

6.472 PPPK Paruh Waktu Makassar Dapat Perpanjangan Kontrak, Kinerja Tetap Dievaluasi

Berita Terbaru