DIKSIKU.com, Barru – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, meminta petani tidak menentukan pola tanam dan memilih benih secara sembarangan, terutama di tengah ancaman kemarau panjang. Ia menekankan pentingnya mengikuti arahan penyuluh pertanian dan pemerintah agar kegiatan budidaya sesuai dengan kondisi lahan dan iklim.
Pesan tersebut disampaikan Andi Ina saat menghadiri kegiatan di areal persawahan Dusun Cilellang Selatan, Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi beberapa waktu lalu, Rabu (7/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa penyuluh pertanian harus aktif mendampingi petani dan memastikan persoalan di lapangan mendapat penanganan.
“Kalau kita kuat bersama, apa pun masalah pertanian kita akan teratasi. Jangan kita jalan sendiri, jangan hanya mendengar orang di sana pakai bibit beda terus kita ikut. Belum tentu hasilnya sama karena kondisi lahan berbeda. Ikuti arahan penyuluh dan pemerintah,” tegas Andi Ina.
Menurutnya, kondisi lahan yang berbeda membutuhkan penanganan yang tepat. Karena itu, petani perlu mempertimbangkan rekomendasi teknis sebelum menentukan varietas benih maupun jadwal tanam, bukan sekadar mengikuti pilihan petani lain.
Bupati juga mengingatkan penyuluh pertanian agar tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi hadir langsung mendampingi petani, memahami kendala yang dihadapi, dan meneruskan persoalan tersebut kepada pemerintah untuk dicarikan solusi.
“Tugas penyuluh itu adalah pendampingnya petani. Harus tahu apa masalahnya petani dan harus tersampaikan kepada pimpinan agar ada solusinya. Jangan biarkan petani bermasalah dilihat saja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, Ahmad, mengingatkan petani agar menyesuaikan kegiatan pertanian dengan prakiraan cuaca. Berdasarkan prakiraan BMKG yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, hujan di wilayah pesisir barat Sulawesi Selatan, termasuk Barru, diperkirakan baru turun pada pekan ketiga November 2026.
Menghadapi kondisi tersebut, ia mendorong petani memperhatikan tiga langkah utama, yakni mempercepat pola tanam ketika kondisi memungkinkan, menyesuaikan jadwal tanam dengan iklim, serta menggunakan varietas tanaman berumur pendek.
Selain persoalan pola tanam, Andi Ina menyatakan pemerintah daerah berkomitmen mendukung kebutuhan petani melalui pembangunan jalan tani, bantuan benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta program Brigade Pangan.
Terkait pembangunan jalan tani, ia mengingatkan agar pelaksanaannya tidak mengurangi luas lahan persawahan yang ada. Infrastruktur tersebut harus direncanakan untuk menunjang aktivitas pertanian dan mempermudah mobilitas petani.
Bupati juga meminta program cetak sawah baru dilaksanakan secara selektif dengan mempertimbangkan kelayakan lahan. Menurutnya, program pemerintah harus benar-benar menghasilkan manfaat dan tidak menghabiskan anggaran untuk lahan yang tidak dapat digunakan untuk bercocok tanam.
“Jangan sampai lahan yang dijadikan cetak sawah ternyata bukan lahan pertanian dan tidak bisa ditanam. Akhirnya anggaran terbuang. Satu rupiah anggaran itu sangat berarti untuk masyarakat. Lebih bagus tolak kalau memang tidak bisa dimanfaatkan,” tegasnya.
Andi Ina berharap sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah dapat memperkuat sektor pertanian Barru, menjaga produktivitas di tengah tantangan iklim, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani.
Penulis : Yusuf
Editor : Idhul Abdullah




















