DIKSIKU.com, Luwu Utara – Tujuh siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 68 Luwu Utara berhasil membawa pulang tujuh medali dalam Kejuaraan Pencak Silat Antarpelajar se-Kabupaten Luwu Utara, Bupati Cup II Tahun 2026. Mereka meraih dua medali emas, satu perak, dan empat perunggu dalam kompetisi yang berlangsung di Gedung Olahraga Sentra Bisnis Masamba, Kelurahan Kappuna, pada 15–18 Oktober 2026.
Kejuaraan yang diikuti 362 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Luwu Utara tersebut menjadi ajang bagi para atlet muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengasah mental bertanding.
Dua medali emas diraih Muh. Akram yang menjadi juara pertama Kelas D Putra Pra Remaja dan Muh. Heri yang menjuarai Kelas A Putra Pra Remaja. Sementara itu, Yusri meraih medali perak setelah menempati posisi kedua Kelas C Putra Pra Remaja.
Empat medali perunggu masing-masing diperoleh Sulkifli pada Kelas G Putra Pra Remaja, Zulkifli pada Kelas I Putra Pra Remaja, Muh. Alif pada Kelas D Putra Pra Remaja, serta Amanda pada Kelas F Putri Pra Remaja.
Capaian tersebut menjadi prestasi tersendiri bagi Sekolah Rakyat Terintegrasi 68 Luwu Utara sekaligus menunjukkan potensi peserta didik dalam bidang olahraga.
Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup II Tahun 2026 mengusung tema “Ciptakan Pendekar Muda Berprestasi, Berkarakter dan Berbudaya Menuju Luwu Utara Maju”. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari pembinaan atlet usia pelajar, mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA, dengan melibatkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Luwu Utara dan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara.
Saat membuka kejuaraan pada Kamis (15/10/2026), Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Luwu Utara, Muhammad Kasrum, yang mewakili bupati, menekankan bahwa pencak silat tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter generasi muda.
“Pencak silat bukan hanya tentang kemampuan bertarung di arena pertandingan. Di dalamnya tertanam nilai-nilai disiplin, keberanian, kejujuran, tanggung jawab, serta penghormatan kepada sesama,” ujar Kasrum.
Ia berharap kejuaraan tersebut dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu membawa nama Kabupaten Luwu Utara ke kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.
Prestasi tujuh siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 68 Luwu Utara ini diharapkan menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan. Selain mengejar prestasi, olahraga pencak silat juga dinilai dapat menanamkan nilai sportivitas, kerja keras, pengendalian diri, dan sikap pantang menyerah.
Raihan tujuh medali tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan bakat dan kedisiplinan dapat membuka peluang bagi peserta didik untuk berprestasi serta mengharumkan nama sekolah.
Penulis : Ishaq
Editor : Idhul Abdullah




















