Dewan Kutim Apresiasi Masyarakat Adat Wahea Jadi Pelindung Hijau di Tengah Serbuan Industri

- Editor

Senin, 29 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman. (ist)

i

Anggota DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman. (ist)

DIKSIKU.com, Kutai Timur – Kawasan hutan lindung Wahea di Kutai Timur (Kutim) berdiri sebagai benteng terakhir terhadap ekspansi tambang batu bara dan perkebunan kelapa sawit yang meluas di wilayah tersebut.

Meskipun aktivitas industri mengancam hutan-hutan lain dengan konversi lahan, masyarakat adat Wahea tetap teguh dalam mempertahankan kelestarian kawasan mereka.

Anggota DPRD Kutim, Faizal Rachman, memberikan pujian tinggi kepada masyarakat adat atas dedikasi mereka dalam melindungi hutan Kalimantan dari kerusakan.

Menurutnya, meskipun beberapa perusahaan tambang telah berusaha masuk ke daerah tersebut, masyarakat adat secara konsisten menolak izin dan menjaga wilayah mereka.

Baca Juga :  DPRD Kutim Dukung Penuh Raperda Perkebunan Berkelanjutan: Harapan Baru Untuk Investasi

“Beberapa perusahaan tambang sudah mencoba mengakses area ini, tetapi semua usaha mereka gagal. Ini adalah contoh luar biasa tentang bagaimana masyarakat adat memainkan peran penting dalam melestarikan hutan,” kata Faizal saat berbicara dengan awak media.

Dukungan terhadap masyarakat adat Wahea juga datang dari luar negeri. Langkah mereka dalam menjaga hutan tidak hanya bermanfaat bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia secara keseluruhan dengan kontribusi oksigen yang dihasilkan.

Bahkan, beberapa negara memberikan penghargaan berupa dana kepada masyarakat adat sebagai bentuk apresiasi atas usaha mereka.

Baca Juga :  Agusriansyah Ridwan Desak Realisasi Wisata Percontohan di Kutim

“Keberanian mereka dalam mempertahankan wilayah hutan patut diacungi jempol. Harapan kami adalah agar kawasan hutan lain di Kutim juga bisa dilestarikan dengan semangat yang sama,” tandasnya.

Faizal juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam mengendalikan aktivitas tambang dan perkebunan. Salah satu kendala utama adalah perizinan pinjam pakai kawasan hutan yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

“Ketika izin tersebut dipegang oleh investor, Pemkab dan DPRD tidak memiliki banyak opsi untuk mengintervensi,” jelasnya. (adv)

Loading

Penulis : NS

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

DPRD Bontang Dorong Pembinaan Berkelanjutan Bagi Mantan Pelaku Narkoba
Bontang Kota Industri, DPRD Dorong Pembangunan Rusun Antisipasi Lonjakan Penduduk
DPRD Bontang Nilai Potensi Pajak Kawasan PT Badak LNG Belum Tergarap Maksimal
DPRD Bontang Dorong Penyesuaian Aturan Garis Sempadan Bangunan Demi Pengembangan Kota
DPRD Bontang Targetkan Raperda Lalu Lintas Rampung Dua Bulan, Jadi Dasar Penataan Transportasi
DPRD Bontang Minta Status Lahan dan Perizinan Aset Daerah Dibuka Terang, Hindari Celah Hukum
DPRD Bontang Tegaskan KMP Bukan Sasaran Pembahasan Raperda Barang Milik Daerah
Muhammad Sahib: Lemahnya Penegakan Perda Bikin Potensi PAD Bontang Terbuang

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WITA

DPRD Bontang Dorong Pembinaan Berkelanjutan Bagi Mantan Pelaku Narkoba

Senin, 6 Juli 2026 - 09:53 WITA

Bontang Kota Industri, DPRD Dorong Pembangunan Rusun Antisipasi Lonjakan Penduduk

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:43 WITA

DPRD Bontang Nilai Potensi Pajak Kawasan PT Badak LNG Belum Tergarap Maksimal

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:36 WITA

DPRD Bontang Dorong Penyesuaian Aturan Garis Sempadan Bangunan Demi Pengembangan Kota

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:44 WITA

DPRD Bontang Targetkan Raperda Lalu Lintas Rampung Dua Bulan, Jadi Dasar Penataan Transportasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WITA

DPRD Bontang Minta Status Lahan dan Perizinan Aset Daerah Dibuka Terang, Hindari Celah Hukum

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:05 WITA

DPRD Bontang Tegaskan KMP Bukan Sasaran Pembahasan Raperda Barang Milik Daerah

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:31 WITA

Muhammad Sahib: Lemahnya Penegakan Perda Bikin Potensi PAD Bontang Terbuang

Berita Terbaru