Ayah Korban Kabel Terjuntai Tolak Tegas Kompensasi Rp 2 Miliar Bali Tower

- Editor

Rabu, 2 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sultan Rif'at Alfatih, mahasiswa korban dari kabel yang terjuntai bersama sang ayah. (ist)

i

Sultan Rif'at Alfatih, mahasiswa korban dari kabel yang terjuntai bersama sang ayah. (ist)

DIKSIKU.com, Jakarta – Sultan Rif’at Alfatih, mahasiswa korban dari kabel yang terjuntai didatangi oleh pihak Bali Towerindo. Ayah Sultan yang bernama Fatih mengatakan Bali Tower memberikan uang Rp 2 miliar sebagai kompensasi, tapi ditolaknya. Karena perusahaan tersebut dianggap tidak ada iktikad baik, ketika menemui pihak keluarga beberapa waktu lalu, Jumat (28/7/2023)

“Sekarang gini, anak kita masih sakit. Kondisinya seperti ini, tiba-tiba dia datang dengan tergopoh-gopoh terus diberikan uang untuk menyelesaikan ini Rp 2 miliar ke saya,” kata Fatih kepada wartawan, Rabu (2/8).

Fatih mengaku tersinggung oleh cara perusahaan yang langsung membahas soal uang ganti rugi. Karena, menurut dia, yang jadi utama saat ini adalah kesembuhan Sultan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anak saya seperti apa, baru setelah itu kondisi anak saya seperti apa dan bagaimana, baru ngomong angkanya. Jadi jangan ujuk-ujuk begini ngawur itu. Enggak ada etika lah,” tutur Fatih.

“Ya sekarang anak kita masih sakit, dia langsung ngomong uang aja ke saya seolah-olah uang ini menyelesaikan semuanya. Tidaklah. Kita ini kan ingin anak kita sehat kembali ke normal intinya kan di situ,” tambahnya.

Kuasa hukum keluarga, Tegar Putuhena, menjelaskan secara terpisah bahwa pihaknya menuntut pihak Bali Towerindo membuat permintaan maaf secara terbuka buntut kasus yang ada.

Baca Juga :  BREAKING NEWS : Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Tibojong

“Akui kalau itu kesalahan dari Bali Tower secara terbuka. Kedua, dia minta maaf secara terbuka supaya tidak ada Sultan-Sultan yang lain. Karena pengendara sepeda motor di Jakarta banyak, maka akan terjadi lagi terjadi lagi,” ujarnya.

“Kalau kita bicara soal biaya pengobatan kompensasi dan lain sebagainya itu oke, tapi datang dengan cara baik-baik, bereskan dulu masalah yang paling prinsip,” tambahnya.
Sudah tujuh bulan Sultan hidup tidak normal gara-gara kecelakaan akibat terjerat kabel utilitas melintang di Jl Pangeran Antasari, Jakarta Selatan. Peristiwa kecelakaan itu terjadi pada 5 Januari 2023. Dia, yang berkendara bersama teman-teman SMA-nya pukul 22.00 WIB, mengalami kecelakaan.

Kabel fiber optik yang menjuntai itu tersangkut mobil, lalu kabel itu tertarik mobil dan memantul ke leher Sultan. Sultan seketika tak sadarkan diri. Tulang tenggorokan sultan putus. Saluran makan juga putus.

Sudah tujuh bulan Sultan hidup tidak normal gara-gara kecelakaan akibat terjerat kabel utilitas melintang di Jl Pangeran Antasari, Jakarta Selatan. Peristiwa kecelakaan itu terjadi pada 5 Januari 2023. Dia, yang berkendara bersama teman-teman SMA-nya pukul 22.00 WIB, mengalami kecelakaan.

Baca Juga :  CIMB Niaga Hadirkan Kantor Cabang Hibryd Pertama, Perpaduan Konvensional dan Digital Lounge

Kabel fiber optik yang menjuntai itu tersangkut mobil, lalu kabel itu tertarik mobil dan memantul ke leher Sultan. Sultan seketika tak sadarkan diri. Tulang tenggorokan sultan putus. Saluran makan juga putus.

Tindakan medis dilakukan. Hingga saat ini, Sultan tidak bisa bicara serta tidak bisa makan dan minum secara normal. Paru-parunya terdampak. Dia tidak lagi bisa mengkonsumsi makanan secara normal. Berat badannya menjadi turun.

Ayah Sultan bernama Fatih FH mencoba meminta pertanggungjawaban dari pihak perusahaan pemilik kabel fiber optik yang menjuntai. Pada 5 Juni 2023, Fatih mendatangi kantor perusahaan pemilik fiber optik itu di Jakarta Pusat. Namun upayanya tersendat gara-gara pihak perusahaan tak lagi bisa dihubungi. Keuangan keluarga terganggu karena biaya pengobatan untuk Sultan yang mahal.

“Harapan saya sih yang pasti anak saya bisa sembuh total dengan cara apa pun. Tetapi yang realistis sekarang adalah bantuan dan pertanggungjawaban pihak perusahaan, karena selain itu sekarang ini saya mencoba menjual rumah saya untuk biaya pengobatan anak saya, sudah tidak ada pilihan,” tutur Fatih ayah Sultan, Rabu (26/7).

Loading

Penulis : Redaksi

Editor : Idhul Abdullah

Sumber Berita : detikcom

Berita Terkait

Mayoritas Lima Hari, Wilayah Prioritas Stunting Tetap Terima MBG Hingga Sabtu
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
Prabowo Gaspol MBG, Airlangga Sebut Rp 60 Triliun Sudah Terserap
BGN Siapkan Empat Pola Distribusi MBG Selama Ramadan
DPR Buka Jalan bagi Guru Madrasah Swasta Menuju PPPK
Target 7.000 Pegawai, Kementerian Haji dan Umrah Masih Kekurangan 5.000 ASN
Perbati Gelar Kejurnas Tinju 2026, Awal Seleksi Petinju Menuju Kejuaraan Asia
Soal Demo dan Kerusuhan, Prabowo Lempar Tantangan Politik : Lawan Saya di Pemilu

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:02 WITA

Mayoritas Lima Hari, Wilayah Prioritas Stunting Tetap Terima MBG Hingga Sabtu

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:11 WITA

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:15 WITA

Prabowo Gaspol MBG, Airlangga Sebut Rp 60 Triliun Sudah Terserap

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:59 WITA

BGN Siapkan Empat Pola Distribusi MBG Selama Ramadan

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:37 WITA

DPR Buka Jalan bagi Guru Madrasah Swasta Menuju PPPK

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:47 WITA

Target 7.000 Pegawai, Kementerian Haji dan Umrah Masih Kekurangan 5.000 ASN

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:34 WITA

Perbati Gelar Kejurnas Tinju 2026, Awal Seleksi Petinju Menuju Kejuaraan Asia

Senin, 2 Februari 2026 - 20:13 WITA

Soal Demo dan Kerusuhan, Prabowo Lempar Tantangan Politik : Lawan Saya di Pemilu

Berita Terbaru