DPRD Bontang Setujui Pertanggungjawaban APBD 2024, Tapi Ingatkan Sejumlah Catatan Serius

- Editor

Senin, 23 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rapat Paripurna DPRD Bontang saat pengesahan Raperda tentang Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2024, Senin (23/6). (ist)

i

Suasana Rapat Paripurna DPRD Bontang saat pengesahan Raperda tentang Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2024, Senin (23/6). (ist)

DIKSIKU.com, Bontang – Rapat Paripurna ke-9 Masa Sidang III DPRD Kota Bontang tahun 2025 resmi mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024. Persetujuan ini diberikan setelah serangkaian pembahasan dan penelaahan terhadap kinerja anggaran pemerintah kota.

Ketua Badan Anggaran DPRD Bontang, Rustam, mengapresiasi capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih Pemkot Bontang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Ia menyebut capaian itu sebagai bentuk komitmen menjaga integritas pengelolaan keuangan daerah. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa WTP bukan berarti bebas dari kekurangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan sampai prestasi ini justru membuat kita lengah. Ada sejumlah poin dari hasil pemeriksaan BPK yang wajib ditindaklanjuti sesegera mungkin,” kata Rustam saat menyampaikan laporan Banggar dalam rapat yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin (23/6/2025).

Baca Juga :  MK Pisahkan Pemilu, Dewan Bontang Wanti-wanti Agar RPJMD Tak Jalan Sendiri

Rustam menyebut empat persoalan yang masih ditemukan dalam laporan BPK, antara lain:

  1. Belum optimalnya pengelolaan pajak hotel dan pajak air tanah, khususnya di sektor migas, yang berdampak pada potensi pendapatan daerah.

  2. Pembayaran honor penanggung jawab keuangan yang melebihi ketentuan, mengakibatkan kelebihan bayar.

  3. Ketidaksesuaian volume pekerjaan fisik proyek infrastruktur, seperti jalan dan jaringan irigasi, yang kembali menyebabkan kelebihan pembayaran.

  4. Ketidaktertiban dalam pencatatan barang bantuan, khususnya dalam penyaluran dan pencatatan aset yang diberikan ke masyarakat.

Dari sisi kinerja anggaran, pendapatan daerah tahun 2024 mencapai lebih dari Rp2,81 triliun atau 101,33 persen dari target. Sementara belanja daerah terealisasi sebesar Rp3,11 triliun atau 92,74 persen dari pagu anggaran. Adapun pembiayaan netto mencapai Rp581,51 miliar, dengan SiLPA tercatat Rp282,15 miliar.

Baca Juga :  Kampus Tutup, DPRD Bontang Desak Yayasan Unijaya Bertanggung Jawab

Rustam menekankan bahwa ke depan, Pemkot harus lebih jeli dalam menyusun perencanaan, menjaga kualitas realisasi program, serta mengedepankan ketertiban administrasi pengelolaan aset dan anggaran.

“Keakuratan data, efisiensi belanja, dan ketepatan sasaran program terutama yang menyentuh langsung masyarakat seperti sektor UMKM, perlu jadi prioritas. Konsultan teknis juga harus benar-benar mengawal mutu proyek infrastruktur,” ujarnya.

Melalui pengesahan ini, DPRD berharap penggunaan APBD 2024 dapat memberi dampak nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan warga, sekaligus menjaga stabilitas dan transparansi dalam tata kelola keuangan daerah. (adv)

Loading

Penulis : Mra

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Videotron Pemkot Bontang Mulai Sumbang PAD, DPRD Minta Promosi Lebih Agresif
DPRD Bontang Soroti Penebangan Pohon dalam Proyek Drainase Jalan Pattimura
Polemik RKM Bontang Mencuat, DPRD Pastikan Gedung Belum Siap Difungsikan
Fraksi Gerindra DPRD Bontang Dorong Digitalisasi Keuangan Daerah Untuk Tingkatkan Efektivitas APBD
Fraksi PKB Ingatkan Pemkot Bontang, Opini WTP Bukan Sekadar Prestise
Fraksi PDI Perjuangan Dorong Perbaikan Tata Kelola Data Tata Ruang di Bontang
DPRD Kota Bontang Soroti Penumpukan Sampah, Fraksi PDI Perjuangan Minta Layanan Dioptimalkan
Harga BBM Jangan Naik, Ketua DPRD Bontang Minta Pemerintah Lindungi Daya Beli Warga

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:10 WITA

Videotron Pemkot Bontang Mulai Sumbang PAD, DPRD Minta Promosi Lebih Agresif

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:56 WITA

DPRD Bontang Soroti Penebangan Pohon dalam Proyek Drainase Jalan Pattimura

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:08 WITA

Polemik RKM Bontang Mencuat, DPRD Pastikan Gedung Belum Siap Difungsikan

Senin, 22 Juni 2026 - 20:19 WITA

Fraksi PKB Ingatkan Pemkot Bontang, Opini WTP Bukan Sekadar Prestise

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WITA

Fraksi PDI Perjuangan Dorong Perbaikan Tata Kelola Data Tata Ruang di Bontang

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:08 WITA

DPRD Kota Bontang Soroti Penumpukan Sampah, Fraksi PDI Perjuangan Minta Layanan Dioptimalkan

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:50 WITA

Harga BBM Jangan Naik, Ketua DPRD Bontang Minta Pemerintah Lindungi Daya Beli Warga

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:13 WITA

DPRD Bontang Minta Warga Simpan Kwitansi Tagihan PDAM yang Alami Kenaikan

Berita Terbaru