Jangan Panik! Ini Pertolongan Pertama Jika Bayi Terkena Demam Berdarah

- Editor

Jumat, 15 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi bayi terkena demam berdarah. (int)

i

ilustrasi bayi terkena demam berdarah. (int)

DIKSIKU.com, Jakarta – Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit yang disebabkan virus dengue dan ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini akan membuat penderitanya mengalami nyeri hebat, bahkan seluruh tulang dan persendian seakan-akan terasa patah.

Jika tidak ditangani dengan baik, demam berdarah bisa menyebabkan komplikasi yang cukup parah, bahkan berpotensi menyebabkan kematian.

Puncak musim hujan Indonesia di Februari 2024 ditandai juga dengan meningkatnya kasus demam berdarah pada bayi dan anak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Demam berdarah merupakan kondisi serius yang memerlukan penanganan medis segera, terutama pada bayi yang rentan.

Namun, menurut dr. Atika, langkah-langkah pertolongan pertama yang tepat dapat memberikan bantuan sementara dan membantu mengurangi risiko komplikasi penyakit tersebut.

Mama dan Papa bisa pelajari 12 pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada bayi yang terkena demam berdarah.

  1. Kenali Gejala

Penting bagi orang tua atau pengasuh untuk mengenali gejala demam berdarah pada bayi. Gejalanya meliputi demam tinggi, ruam merah muda, muntah, nyeri perut yang parah, perdarahan dari gusi atau hidung, serta kelelahan atau letih. Mengetahui gejala ini akan memungkinkan untuk tindakan cepat.

  1. Cari Bantuan Medis Segera

Jika bayi menunjukkan gejala demam berdarah, segera hubungi profesional medis atau bawa bayi ke unit gawat darurat terdekat. Demam berdarah bisa sangat serius dan memerlukan perhatian medis segera.

  1. Tetap Tenang
Baca Juga :  Musim Hujan Tiba, Ini 10 Tanaman Pengusir Nyamuk Antisipasi Penyakit DBD

Pertama-tama, pastikan Mapa dan Papa tetap tenang. Bayi dapat merasakan kegelisahan atau ketegangan orang tua, yang mungkin membuatnya gelisah juga. Ketenangan Mama dan Papa dapat membantu bayi merasa lebih tenang.

  1. Gunakan Pakaian yang Sesuai 

Pada saat bayi mengalami suhu tinggi, selain memberikan kompres hangat di lipatan tubuh, pastikan bayi tidak menggunakan pakaian yang terlalu kedap atau terlalu tertutup, agar panas bisa dikeluarkan dari tubuh.

  1. Berikan Cairan yang Cukup

Pastikan bayi tetap terhidrasi dengan baik. Berikan ASI atau susu formula secara teratur.

Jika bayi masih menyusu, berikan lebih sering untuk menghindari dehidrasi. Bila bayi berusia di atas 6 bulan, Mama dan Papa juga bisa memberikan cairan tambahan seperti air putih atau MPASI berkuah.

  1. Hindari Pemberian Obat-obatan Tanpa Resep

Jangan memberikan obat-obatan tanpa resep kepada bayi tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Beberapa obat bisa memiliki efek samping yang berbahaya pada bayi yang sedang sakit.

  1. Perhatikan Suhu Tubuh Bayi

Periksa suhu tubuh bayi secara teratur. Jika suhu tubuhnya terus meningkat atau tidak turun meskipun sudah dilakukan tindakan penurunan suhu, segera cari bantuan medis.

  1. Jaga Kebersihan
Baca Juga :  Dua Pemotor Wanita di Bone Tewas Diseruduk Mobil Pick Up

Pastikan untuk menjaga kebersihan bayi dengan membersihkan keringatnya secara teratur dengan kain yang lembut dan basah.

Ganti popok secara teratur dan bersihkan area popok dengan lembut untuk mencegah iritasi kulit yang lebih lanjut.

  1. Upayakan Rutinitas Makan tetap Berlangsung

Jika bayi sudah bisa makan, berikan makanan seperti biasa, misalnya bubur atau sari buah untuk menjaga asupan nutrisinya.

  1. Pantau Perkembangan Gejala

Selama memberikan pertolongan pertama, terus pantau perkembangan gejala. Perhatikan apakah ada perubahan dalam kondisi bayi.

Jika ada perburukan atau gejala tambahan muncul, segera cari bantuan medis.

  1. Hindari Paparan Nyamuk

Usahakan untuk melindungi bayi dari gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu, menyemprotkan insektisida yang aman, atau menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya.

  1. Hindari Obat Penurun Demam yang Mengandung Aspirin

Jangan memberikan obat penurun demam yang mengandung aspirin kepada bayi, karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Dengan mengetahui langkah-langkah pertolongan pertama ini, Kamu dapat memberikan bantuan sementara pada bayi yang terkena demam berdarah sambil menunggu bantuan medis profesional yang lebih lanjut.

Tetap tenang, berikan perawatan yang tepat, dan segera cari bantuan medis jika diperlukan. Kesadaran dan tindakan cepat Kamu dapat membantu meningkatkan kemungkinan pemulihan bayi dengan cepat dan mengurangi risiko komplikasi yang serius.

Loading

Penulis : Idhul Abdullah

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Penutupan Pelabuhan Bajoe Picu Gejolak, Aktivitas Ekonomi Masyarakat Terancam Lumpuh
Si Jago Merah Hanguskan Dua Rumah Warga di Manciri, Ajangale Bone
Setelah Sepekan Pencarian, Bocah 6 Tahun Korban Hanyut di Kendal Ditemukan di Laut Demak
Opini : MBG di Bone: Antara Harapan Gizi dan Bayang-Bayang Proyek Anggaran
Momen Hangat! Selfie Bersama Gubernur Sulsel di Pasar Terong Makassar
Berlayar dari Bajoe Tengah Malam, KM Cahaya Intan Celebes Karam Pagi Hari
Tidak Terima Jadi Tersangka, Eks Menag Yaqut Gugat KPK ke Pengadilan
Dari Akar Rumput, Riswan Rusandy Bangun Gerakan Moral dan Kepemudaan di Bone

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:59 WITA

Penutupan Pelabuhan Bajoe Picu Gejolak, Aktivitas Ekonomi Masyarakat Terancam Lumpuh

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:20 WITA

Si Jago Merah Hanguskan Dua Rumah Warga di Manciri, Ajangale Bone

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:09 WITA

Setelah Sepekan Pencarian, Bocah 6 Tahun Korban Hanyut di Kendal Ditemukan di Laut Demak

Senin, 2 Maret 2026 - 06:10 WITA

Opini : MBG di Bone: Antara Harapan Gizi dan Bayang-Bayang Proyek Anggaran

Sabtu, 21 Februari 2026 - 09:21 WITA

Momen Hangat! Selfie Bersama Gubernur Sulsel di Pasar Terong Makassar

Minggu, 15 Februari 2026 - 00:22 WITA

Berlayar dari Bajoe Tengah Malam, KM Cahaya Intan Celebes Karam Pagi Hari

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:27 WITA

Tidak Terima Jadi Tersangka, Eks Menag Yaqut Gugat KPK ke Pengadilan

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:45 WITA

Dari Akar Rumput, Riswan Rusandy Bangun Gerakan Moral dan Kepemudaan di Bone

Berita Terbaru