DIKSIKU.Com,Makassar — Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan, Andi Ihsan, mengungkapkan bahwa Preservasi Jalan Multi Years Contract (MYC) Paket 6 dirancang untuk menjaga sekaligus meningkatkan kemantapan jaringan jalan provinsi pada sejumlah koridor strategis di Sulawesi Selatan.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Pembahasan Preservasi Jalan MYC Paket 6 yang digelar di Ruang Rapat Toraja Room, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis (12/3/2026).
Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Andi Ihsan bersama Kepala Bidang Jalan, Kepala Seksi Preservasi Jalan, Staf Khusus Gubernur Sulsel, Inspektorat Sulsel, serta Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Sulawesi Selatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Andi Ihsan, pembahasan tersebut merupakan bagian dari upaya menyelaraskan perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan penanganan Preservasi Jalan Multi Years Contract Paket 6.
“Preservasi Jalan Multi Years Contract Paket 6 di Sulawesi Selatan mencakup perbaikan 20 ruas strategis sepanjang 157,49 kilometer di sembilan kabupaten/kota, termasuk Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Jeneponto, Bantaeng, Pinrang, Maros, Palopo, dan Makassar,” ungkapnya.
Program ini merupakan paket pekerjaan konstruksi terintegrasi yang masuk dalam program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui skema Multi Years Contract (MYC) yang dibiayai melalui APBD Tahun Anggaran 2026–2027.
“Paket 6 ini dirancang untuk menjaga dan meningkatkan kemantapan jaringan jalan provinsi pada sejumlah koridor strategis yang menghubungkan wilayah utara, tengah, selatan, hingga kawasan metropolitan Sulawesi Selatan,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa preservasi jalan Paket 6 merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga kemantapan jalan provinsi secara merata di seluruh wilayah, sehingga dapat mendukung kelancaran aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat.
Menurutnya, ruas-ruas yang ditangani mencakup jalur penghubung antarwilayah pegunungan Toraja, kawasan pesisir selatan, hingga akses utama perkotaan dan penyangga kawasan metropolitan Mamminasata.
“Secara keseluruhan, lingkup kegiatan dalam paket ini mencakup pekerjaan persiapan, penyusunan Detail Engineering Design (DED), pelaksanaan konstruksi fisik dengan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), serta pekerjaan pemeliharaan pascakonstruksi,” jelasnya.
Dari sisi kriteria teknis, pekerjaan diarahkan pada rekonstruksi jalan, pekerjaan berkala, serta pemeliharaan guna memastikan fungsi layanan jalan tetap optimal dalam jangka panjang.
![]()
Penulis : Redaksi Diksiku
Editor : Redaksi Diksiku
Sumber Berita : Humas Pemprov Sul-Sel



















