DIKSIKU.com, Bone – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, geram namanya dicatut sebagai pihak yang harus dihubungi terkait pengembalian dana (refund) peserta Bone Fun Run 2026.
Dengan nada tegas, Edy menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah terlibat dalam kepanitiaan kegiatan tersebut, apalagi dalam urusan keuangan.
“Pertama, saya tidak pernah terlibat di kepanitiaan Bone Fun Run. Kedua, saya merasa keberatan karena nama saya dicatut sebagai penanggung jawab kegiatan tersebut,” kesal Edy, Sabtu (11/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kekesalan Edy memuncak ketika dirinya dibanjiri pesan dari peserta yang meminta kejelasan pengembalian dana. Ia mengaku benar-benar tidak mengetahui apapun terkait alur pendaftaran maupun pengelolaan uang peserta.
“Banyak yang WhatsApp saya, minta berkoordinasi soal refund. Padahal saya tidak tahu sama sekali. Berapa pesertanya, uangnya ke mana, rekeningnya ke mana, saya tidak tahu,” tegas Edy yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Pendidikan Bone.
Ia merasa dirugikan secara pribadi karena seolah-olah diposisikan sebagai pihak yang bertanggung jawab, padahal tidak pernah dilibatkan sejak awal.
“Saya ini seakan-akan disuruh bertanggung jawab atas sesuatu yang saya sendiri tidak tahu. Ini yang membuat saya sangat tidak nyaman,” katanya.
Edy menjelaskan, interaksinya dengan pihak penyelenggara hanya sebatas menerima beberapa orang yang datang berkoordinasi terkait rencana kegiatan.
“Memang pihak Lapatau (komunitas run, red) pernah ada yang menghadap sama saya. Ada atas nama Bu Ira, ada atas nama Pak Fandi, ada Via telepon atas nama Pak Hamka, mempertanyakan bagaimana keberlanjutan kegiatan tersebut,” pungkasnya.
Namun kata Edy, dirinya menegaskan saat itu bahwa hanya bisa memberikan dukungan terbatas dalam hal sosialisasi, bukan teknis pelaksanaan apalagi pengelolaan dana.
Ia kembali menegaskan tidak memiliki pengetahuan terkait pengelolaan dana, metode pembayaran, hingga pihak yang bertindak sebagai admin kegiatan.
“Saya tidak tahu uang registrasinya ke mana, bagaimana metodenya, siapa adminnya, itu saya tidak pernah tahu sampai ke situ,” katanya.
Merasa nama baiknya telah dirugikan, Edy dengan tegas meminta panitia segera memberikan klarifikasi dan menghentikan pencatutan namanya.
“Saya minta nama saya dipulihkan. Kalau tidak, saya akan ambil langkah hukum. Ini tidak bisa dibiarkan, harus di-clear-kan,” tegasnya.
Ia menambahkan, situasi ini membuatnya berada dalam posisi yang tidak adil di mata publik.
“Jujur saja, saya sangat keberatan. Saya jadi sasaran pertanyaan banyak orang, padahal saya tidak punya kaitan apa-apa dengan pengelolaan dana itu,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, kegiatan Bone Fun Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026, resmi dibatalkan. Informasi pembatalan tersebut sebelumnya diumumkan melalui akun Instagram panitia, namun saat ini akun tersebut sudah tidak dapat diakses.
Panitia menyampaikan keputusan pembatalan diambil setelah mencermati perkembangan kerja sama dengan Pemerintah Daerah Bone selaku inisiator dan pemilik kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi terbaru, terdapat kondisi yang tidak memungkinkan kegiatan tersebut tetap dilaksanakan sesuai jadwal.
Penyelenggara juga mengakui bahwa pembatalan ini menimbulkan pertanyaan dari peserta yang telah mendaftar, khususnya terkait hak dan pengembalian dana. Saat ini, panitia mengaku tengah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Pemda Bone guna mencari solusi terbaik yang tidak merugikan peserta maupun penyelenggara.
Penulis : Idhul Abdullah
Editor : Idhul Abdullah


















