Kejati Maluku Periksa Nasabah, Dalang Kredit Fiktif BRI Mulai Diusut

- Editor

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi. (int)

i

ilustrasi. (int)

DIKSIKU.com, Maluku – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku terus mengembangkan penyelidikan kasus dugaan kredit fiktif di BRI Unit Batu Merah. Fokus penyidik kini mengarah pada pemeriksaan para nasabah guna mengungkap pihak yang diduga menjadi otak di balik praktik tersebut.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Ardy, menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap nasabah sudah mulai dilakukan dan akan diperluas dalam waktu dekat. Langkah ini dianggap penting untuk menelusuri pola serta mekanisme kredit fiktif yang terjadi.

“Hari ini satu saksi sudah diperiksa, yakni nasabah berinisial MDM. Pemeriksaan dilakukan dalam kapasitasnya sebagai penerima fasilitas kredit,” ujar Ardy, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga :  Prabowo Hadapi Sorotan Publik, Banjir Sumatera Diduga Bukan Sekadar Bencana Alam

Pemeriksaan terhadap saksi berlangsung di Kantor Kejati Maluku selama sekitar dua jam, dimulai pukul 11.00 hingga 13.00 WIT. Dalam proses tersebut, penyidik mendalami dugaan pengajuan kredit yang tidak sesuai prosedur hingga kemungkinan adanya penyalahgunaan identitas nasabah.

“Semua yang digali berkaitan langsung dengan perkara kredit fiktif. Ini bagian dari upaya mengungkap konstruksi kasus secara utuh,” katanya.

Selain itu, Kejati Maluku juga telah menyiapkan daftar nasabah lain yang akan dipanggil sebagai saksi. Jumlahnya disebut mencapai ratusan orang, yang dinilai memiliki keterkaitan dengan dugaan praktik kredit fiktif tersebut.

Baca Juga :  Polemik Memanas, Edy Saputra Syam Meradang Namanya Dicatut di Bone Fun Run 2026

“Masih banyak saksi, terutama nasabah, yang akan diperiksa. Ini penting untuk memperkuat alat bukti dan mengarah pada penetapan tersangka,” ucap Ardy.

Pemeriksaan secara masif terhadap nasabah ini menjadi indikasi bahwa penyidikan tidak hanya menyasar pelaku di tingkat bawah, tetapi juga membuka kemungkinan keterlibatan pihak lain yang memiliki peran penting dalam kasus tersebut.

Penulis : Redaksi Diksiku

Editor : Frida Rijal

Sumber Berita : RRI.co.id

Berita Terkait

OTT KPK di Unsoed, 14 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Juta Disita
BGN Tutup 1.300 SPPG, DPR: Jangan Kompromi Soal Keamanan Pangan
Penyelundupan Emas Rp 60 Miliar Terbongkar, Oknum Petugas Bandara Diduga Terlibat
Heboh! Istri Digoyang Pria Lain, Keluarga Suami Datang Menggerebek Dini Hari
Bea Cukai Perketat Pengawasan Rokok Ilegal Lewat Operasi ASAP 2026
Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terkait Kasus ASABRI dan Dugaan TPPU
Kejagung Tancap Gas, Tim 9 Dibentuk Usut Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
DPRD Bone Minta PT Jemla Ferry Pertimbangkan Dampak Sebelum Alihkan KMP Masagena

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:35 WITA

OTT KPK di Unsoed, 14 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Juta Disita

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:48 WITA

BGN Tutup 1.300 SPPG, DPR: Jangan Kompromi Soal Keamanan Pangan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:35 WITA

Penyelundupan Emas Rp 60 Miliar Terbongkar, Oknum Petugas Bandara Diduga Terlibat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:44 WITA

Heboh! Istri Digoyang Pria Lain, Keluarga Suami Datang Menggerebek Dini Hari

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:27 WITA

Bea Cukai Perketat Pengawasan Rokok Ilegal Lewat Operasi ASAP 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:42 WITA

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terkait Kasus ASABRI dan Dugaan TPPU

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:15 WITA

Kejagung Tancap Gas, Tim 9 Dibentuk Usut Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:25 WITA

DPRD Bone Minta PT Jemla Ferry Pertimbangkan Dampak Sebelum Alihkan KMP Masagena

Berita Terbaru

Nasional

Polda Metro Jaya Larang Demo di Bundaran HI, Ini Alasannya

Senin, 24 Agu 2026 - 20:18 WITA