DIKSIKU.com, Pekanbaru – Kepolisian Daerah Riau mengungkap fakta baru di balik kasus pembunuhan terhadap Dumaris Deniwati Boru Sitio (60) di Kota Pekanbaru. Dalam penyelidikan, diketahui bahwa aksi tersebut didalangi oleh menantu korban sendiri, Anisa Florensa (AF).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, menyampaikan bahwa rencana kejahatan itu awalnya bukan untuk menghilangkan nyawa korban. Para pelaku semula hanya berniat melakukan pencurian sebelum akhirnya berubah menjadi pembunuhan.
“Sebenarnya mereka awalnya berniat mencuri. Namun dalam perjalanan dari Medan ke Pekanbaru, niat awalnya mencuri berubah menjadi niat membunuh,” ujar Hasyim dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, hasil pemeriksaan mengungkap bahwa target pelaku tidak hanya satu orang. Dalam rencana awal, seluruh anggota keluarga yang berada di dalam rumah sempat menjadi sasaran.
“Rencana awal itu mereka ingin bunuh, bukan satu saja, tapi empat orang yang ada di rumah, yaitu orang tua, kemudian Arnold, dan adiknya Arnold semuanya,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, mengungkapkan bahwa aksi tersebut telah dirancang berulang kali sebelum akhirnya dieksekusi. Para pelaku bahkan melakukan survei lokasi untuk memastikan kelancaran rencana mereka.
“Sudah empat kali perencanaan dengan mensurvei lokasi tempat kejadian perkara (TKP) tersebut,” kata Pandra.
Dalam kasus ini, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka. Selain Anisa Florensa sebagai otak kejahatan, terdapat Slamet yang berperan sebagai eksekutor, serta Lisbet dan Erwandi alias Iwan.
Pandra menjelaskan, Anisa dan Lisbet diketahui telah lama saling mengenal sejak duduk di bangku SMP di Medan, Sumatera Utara. Mereka kemudian berangkat bersama dari Takengon, Aceh, menuju Pekanbaru menggunakan sebuah mobil yang kini telah diamankan sebagai barang bukti.
“Sesampai di Pekanbaru berubah pikiran. Niat berubah dari ingin merampok akhirnya menjadi melakukan pembunuhan. Sudah direncanakan,” tegasnya.
Dari hasil pemeriksaan, Anisa mengaku motif di balik aksi tersebut dipicu rasa sakit hati terhadap korban. Ia mengklaim kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan selama menjadi menantu.
Keempat tersangka berhasil diamankan di lokasi berbeda. Anisa dan Slamet ditangkap di wilayah Aceh, sedangkan Lisbet dan Erwandi ditangkap di Medan, Sumatera Utara.
Penulis : Redaksi Diksiku
Editor : Idhul Abdullah
Sumber Berita : detikcom





















