DIKSIKU.com, Bontang – Penerapan retribusi pintu masuk di kawasan Lapangan Bessai Berinta (Lang-Lang) hingga kini belum diberlakukan. Kondisi tersebut menjadi sorotan DPRD Kota Bontang yang menilai masih adanya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum tergarap maksimal.
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, H. Rustam, menegaskan pentingnya optimalisasi seluruh sumber pendapatan daerah, termasuk dari kawasan publik yang memiliki tingkat kunjungan tinggi seperti Lang-Lang.
“Jangan sampai ada pundi-pundi PAD yang lepas begitu saja,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Kota Bontang, Senin (4/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di kawasan tersebut cukup tinggi, sehingga sudah seharusnya pemerintah daerah dapat memaksimalkan potensi retribusi, tidak hanya dari lapak pedagang, tetapi juga dari akses masuk kawasan.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang, Natalia Trisnawati, menjelaskan bahwa pengelolaan Lapangan Bessai Berinta berada di bawah Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar). Ia memastikan bahwa retribusi dari lapak pedagang telah berjalan dan memberikan kontribusi terhadap PAD.
“Kaitannya dengan Lapangan Bessai Berinta atau Lang-Lang ini dikelola oleh Dispopar. Untuk retribusi lapak-lapaknya sudah dimanfaatkan dan penarikannya berjalan,” jelasnya.
Namun, untuk retribusi pintu masuk kawasan, hingga saat ini belum diterapkan.
“Cuma mungkin untuk pintu masuknya yang belum dikenakan biaya retribusi,” tambahnya.
Berdasarkan data triwulan I 2026, realisasi retribusi Dispopar baru mencapai Rp92,4 juta dari target tahunan sebesar Rp162,6 juta. Belum diterapkannya retribusi pintu masuk di Lang-Lang dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat potensi pendapatan belum optimal.
DPRD pun mendorong agar pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan kajian terkait kemungkinan penerapan retribusi pintu masuk. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi strategi untuk meningkatkan PAD sekaligus memperbaiki pengelolaan kawasan publik yang menjadi ikon Kota Bontang tersebut.
![]()
Penulis : Upi
Editor : Idhul Abdullah





















