PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Outsourcing, Ribuan Pegawai Terancam Kehilangan Status ASN

- Editor

Selasa, 9 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi. (int)

i

ilustrasi. (int)

DIKSIKU.com, Bontang – Aliansi R2 R3 Indonesia menyoroti sejumlah persoalan yang dihadapi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di berbagai daerah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah adanya kebijakan pengalihan PPPK Paruh Waktu menjadi tenaga outsourcing atau alih daya.

Ketua Umum Aliansi R2 R3 Indonesia, Faisol Mahardika, mengatakan kebijakan tersebut mulai diterapkan di beberapa daerah. Menurutnya, langkah itu berpotensi mengurangi kepastian status bagi tenaga honorer yang sebelumnya telah masuk dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Di sejumlah daerah, PPPK Paruh Waktu yang berasal dari honorer database BKN mulai dialihkan menjadi tenaga outsourcing. Ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kepastian status mereka,” kata Faisol, Sabtu (6/6/2026).

Ia mencontohkan Kota Medan sebagai salah satu daerah yang mulai menerapkan kebijakan tersebut. Selain itu, Faisol juga menyoroti kondisi di Kabupaten Merangin, di mana sejumlah PPPK Paruh Waktu yang telah dilantik disebut belum menerima surat keputusan (SK) pengangkatan.

Baca Juga :  JK Beberkan Fakta Lama: “Jokowi Jadi Presiden Karena Saya"

Menurut Faisol, pemerintah daerah tidak seharusnya mengambil langkah yang dinilai dapat merugikan PPPK Paruh Waktu. Ia meminta pemerintah pusat segera menyusun mekanisme yang jelas terkait peralihan PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu.

“Pemerintah perlu memberikan solusi yang konkret agar persoalan ini tidak terus berlarut di daerah,” ujarnya.

Selain masalah status, Aliansi R2 R3 Indonesia juga menerima laporan mengenai PPPK Paruh Waktu yang telah dilantik dan mulai bekerja, namun belum menerima gaji. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan ketidakpastian bagi para pegawai.

Faisol menegaskan bahwa penyelesaian persoalan PPPK Paruh Waktu tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah. Ia meminta pemerintah pusat mengambil peran lebih aktif dalam menyiapkan regulasi dan skema pembiayaan yang mendukung percepatan pengangkatan PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu.

Baca Juga :  OTT KPK di Unsoed, 14 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Juta Disita

Tak hanya itu, Aliansi R2 R3 Indonesia juga mendorong DPR RI dan DPD RI untuk mengawal percepatan regulasi terkait status PPPK Paruh Waktu. Menurut Faisol, kepastian status dan perlindungan kerja perlu menjadi prioritas agar para pegawai tidak kehilangan hak-haknya.

Ia juga mengajak forum-forum PPPK Paruh Waktu di seluruh Indonesia untuk terus memperjuangkan peningkatan status menjadi PPPK Penuh Waktu. Menurutnya, skema outsourcing bukan solusi jangka panjang karena tidak memberikan jaminan kepastian kerja sebagaimana status ASN.

Penulis : Redaksi Diksiku

Editor : Idhul Abdullah

Berita Terkait

Penyiram Air Keras Andrie Yunus Lolos dari Pemecatan, TAUD Soroti Putusan Militer
Ketika Rumah Nyaris Ambruk, Seorang Ibu di Bone Bertahan Demi Anak dan Tak Punya Tempat Lain
Di Sekolah Tua Ini, Anak-anak Bone Belajar Sambil Menahan Cemas
OTT KPK di Unsoed, 14 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Juta Disita
BGN Tutup 1.300 SPPG, DPR: Jangan Kompromi Soal Keamanan Pangan
Penyelundupan Emas Rp 60 Miliar Terbongkar, Oknum Petugas Bandara Diduga Terlibat
Heboh! Istri Digoyang Pria Lain, Keluarga Suami Datang Menggerebek Dini Hari
Bea Cukai Perketat Pengawasan Rokok Ilegal Lewat Operasi ASAP 2026

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 21:24 WITA

Penyiram Air Keras Andrie Yunus Lolos dari Pemecatan, TAUD Soroti Putusan Militer

Kamis, 3 September 2026 - 23:14 WITA

Ketika Rumah Nyaris Ambruk, Seorang Ibu di Bone Bertahan Demi Anak dan Tak Punya Tempat Lain

Kamis, 3 September 2026 - 22:10 WITA

Di Sekolah Tua Ini, Anak-anak Bone Belajar Sambil Menahan Cemas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:35 WITA

OTT KPK di Unsoed, 14 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Juta Disita

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:48 WITA

BGN Tutup 1.300 SPPG, DPR: Jangan Kompromi Soal Keamanan Pangan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:35 WITA

Penyelundupan Emas Rp 60 Miliar Terbongkar, Oknum Petugas Bandara Diduga Terlibat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:44 WITA

Heboh! Istri Digoyang Pria Lain, Keluarga Suami Datang Menggerebek Dini Hari

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:27 WITA

Bea Cukai Perketat Pengawasan Rokok Ilegal Lewat Operasi ASAP 2026

Berita Terbaru

Eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (ist)

Nasional

Purbaya Bongkar Alasan Pencopotannya dari Menkeu

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:56 WITA