DIKSIKU.com, Makassar – Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi, Sheikh Ahmed bin Essa Al-Hazmi, menekankan pentingnya kepemimpinan dan etos kerja yang dilandasi amanah, keikhlasan, serta profesionalisme dalam Islam.
Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada sesi Spiritual Leadership dalam kegiatan Ramadhan Leadership Camp 2026 yang digelar di Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Senin (23/2/2026).
Kegiatan yang dimoderatori Zulkarnain Muhammad Sanusi tersebut diikuti hampir 1.000 aparatur dan peserta dari lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, Sheikh Ahmed mengawali dengan rasa syukur atas kesempatan hadir di Sulawesi Selatan. Ia juga mengungkapkan kesan mendalam terhadap masyarakat Indonesia.
“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang mulia dan sangat mudah dicintai oleh siapa pun yang mengenalnya. Saya datang dalam rangka tugas, tetapi kecintaan kepada masyarakat Indonesia tumbuh besar di hati,” ujarnya.
Menurutnya, bulan Ramadan merupakan nikmat besar dari Allah sekaligus momentum memperkuat nilai spiritual dalam kepemimpinan dan pelayanan publik.
Ia menjelaskan bahwa Islam tidak hanya mengatur ibadah semata, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk hubungan sosial, kehidupan bermasyarakat, hingga tata kelola pemerintahan dan pekerjaan.
“Islam adalah agama yang universal. Di dalamnya diatur hak Allah, hak Rasul-Nya, hak masyarakat, dan hak pemerintah,” jelasnya.
Pemimpin dan Pegawai Sama-sama Memikul Amanah
Sheikh Ahmed mengutip sabda Nabi Muhammad SAW bahwa setiap manusia adalah pemimpin dan setiap kepemimpinan akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang diemban.
Karena itu, seseorang yang memegang jabatan tidak hanya bertanggung jawab secara administratif, tetapi juga secara moral dan spiritual.
Ia menekankan bahwa bekerja dalam Islam harus dilandasi keikhlasan serta itqan, yakni bekerja secara profesional dengan kualitas terbaik.
Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan dengan niat baik akan menghadirkan dua hal sekaligus: upah di dunia dan pahala di akhirat.
Tiga Kewajiban Pemimpin
Dalam paparannya, Sheikh Ahmed menyebut tiga kewajiban utama seorang pemimpin:
1. Bersikap amanah dan adil terhadap pegawai.
2. Memberikan motivasi, penghargaan, dan dorongan kerja.
3. Meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam memimpin.
Pemimpin, kata dia, tidak boleh bersikap zalim dan harus hadir secara penuh dalam setiap urusan organisasi.
Tanggung Jawab Pegawai
Sementara bagi pegawai, ia menekankan pentingnya:
Taat kepada atasan dalam koridor syariat
Menjaga amanah pekerjaan
Bertanggung jawab atas fasilitas dan waktu kerja
“Setiap amanah akan ada hisabnya. Bahkan hal-hal kecil dalam pekerjaan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah,” tegasnya.
Ia juga mendorong para pegawai untuk terus berinovasi, memiliki target kerja, serta memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
Menutup paparannya, Sheikh Ahmed menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut merupakan akhlak dasar seorang Muslim dalam bekerja dan memimpin.
“Apa yang saya sampaikan adalah akhlak Muslim yang dibutuhkan oleh setiap orang yang bekerja dan memikul tanggung jawab,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Redaksi Diksiku
Editor : Redaksi Diksiku
Sumber Berita : Humas Pemprov Sul-Sel



















