Sheikh Ahmed Ingatkan Amanah Pemimpin dan Pegawai dalam Bekerja

- Editor

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi, Sheikh Ahmed bin Essa Al-Hasan narasumber pada sesi kegiatan Ramadhan Leadership Camp 2026 yang digelar di Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Senin (23/2/2026).

i

Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi, Sheikh Ahmed bin Essa Al-Hasan narasumber pada sesi kegiatan Ramadhan Leadership Camp 2026 yang digelar di Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Senin (23/2/2026).

DIKSIKU.com, Makassar – Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi, Sheikh Ahmed bin Essa Al-Hazmi, menekankan pentingnya kepemimpinan dan etos kerja yang dilandasi amanah, keikhlasan, serta profesionalisme dalam Islam.

Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada sesi Spiritual Leadership dalam kegiatan Ramadhan Leadership Camp 2026 yang digelar di Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Senin (23/2/2026).

Kegiatan yang dimoderatori Zulkarnain Muhammad Sanusi tersebut diikuti hampir 1.000 aparatur dan peserta dari lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, Sheikh Ahmed mengawali dengan rasa syukur atas kesempatan hadir di Sulawesi Selatan. Ia juga mengungkapkan kesan mendalam terhadap masyarakat Indonesia.

“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang mulia dan sangat mudah dicintai oleh siapa pun yang mengenalnya. Saya datang dalam rangka tugas, tetapi kecintaan kepada masyarakat Indonesia tumbuh besar di hati,” ujarnya.

Menurutnya, bulan Ramadan merupakan nikmat besar dari Allah sekaligus momentum memperkuat nilai spiritual dalam kepemimpinan dan pelayanan publik.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Korupsi Proyek Puluhan Miliar Naik Tahap Penyidikan di Kejari Sinjai

Ia menjelaskan bahwa Islam tidak hanya mengatur ibadah semata, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk hubungan sosial, kehidupan bermasyarakat, hingga tata kelola pemerintahan dan pekerjaan.

“Islam adalah agama yang universal. Di dalamnya diatur hak Allah, hak Rasul-Nya, hak masyarakat, dan hak pemerintah,” jelasnya.

Pemimpin dan Pegawai Sama-sama Memikul Amanah

Sheikh Ahmed mengutip sabda Nabi Muhammad SAW bahwa setiap manusia adalah pemimpin dan setiap kepemimpinan akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang diemban.

Karena itu, seseorang yang memegang jabatan tidak hanya bertanggung jawab secara administratif, tetapi juga secara moral dan spiritual.

Ia menekankan bahwa bekerja dalam Islam harus dilandasi keikhlasan serta itqan, yakni bekerja secara profesional dengan kualitas terbaik.

Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan dengan niat baik akan menghadirkan dua hal sekaligus: upah di dunia dan pahala di akhirat.

Tiga Kewajiban Pemimpin

Dalam paparannya, Sheikh Ahmed menyebut tiga kewajiban utama seorang pemimpin:

Baca Juga :  Komunitas Alun-Alun Sinjai Gelar Turnamen Mini Soccer Tingkat Sekolah Dasar

1. Bersikap amanah dan adil terhadap pegawai.

2. Memberikan motivasi, penghargaan, dan dorongan kerja.

3. Meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam memimpin.

Pemimpin, kata dia, tidak boleh bersikap zalim dan harus hadir secara penuh dalam setiap urusan organisasi.

Tanggung Jawab Pegawai

Sementara bagi pegawai, ia menekankan pentingnya:

Taat kepada atasan dalam koridor syariat

Menjaga amanah pekerjaan

Bertanggung jawab atas fasilitas dan waktu kerja

“Setiap amanah akan ada hisabnya. Bahkan hal-hal kecil dalam pekerjaan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah,” tegasnya.

Ia juga mendorong para pegawai untuk terus berinovasi, memiliki target kerja, serta memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Menutup paparannya, Sheikh Ahmed menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut merupakan akhlak dasar seorang Muslim dalam bekerja dan memimpin.

“Apa yang saya sampaikan adalah akhlak Muslim yang dibutuhkan oleh setiap orang yang bekerja dan memikul tanggung jawab,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Redaksi Diksiku

Editor : Redaksi Diksiku

Sumber Berita : Humas Pemprov Sul-Sel

Berita Terkait

Sat Reskrim Polres Sinjai Berhasil Ungkap Kasus Curnak dan Curanmor
Soal Pemotongan Uang Kembalian Toko Ritel Alfamidi, Kanit Reskrim Polsek Sinjai Utara Gercep Undang Klarifikasi
Warga Keluhkan Pemotongan Uang Kembalian di Toko Minimarket, Iptu Sukandi Turun Gunung Respon Cepat
Warga Dusun Bongki Desa Baru Kerjakan Jalan Sepanjang 3 Kilo Meter Dengan Swadaya
Hadiri Penamatan Anak Didik TK Kemala Bhayangkari 13 Cabang Sinjai, Kapolres Jamal Apresiasi Peran Guru dan Pengurus Yayasan
Wagub Sulsel Apresiasi Buku “BupAAS: Jalan Pengabdian”, Kisah Dedikasi Bupati Bone Jadi Inspirasi
Gebrakan Awal Suwardi Thahir: Tradisi Syukuran dan Misi Penyelamatan KTA yang Hangus
Bangun Generasi Qurani, Baytul Mukaromah Bone Wisuda 144 Santri Penghafal Al-Qur’an

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:44 WITA

Sat Reskrim Polres Sinjai Berhasil Ungkap Kasus Curnak dan Curanmor

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:29 WITA

Soal Pemotongan Uang Kembalian Toko Ritel Alfamidi, Kanit Reskrim Polsek Sinjai Utara Gercep Undang Klarifikasi

Senin, 22 Juni 2026 - 22:45 WITA

Warga Keluhkan Pemotongan Uang Kembalian di Toko Minimarket, Iptu Sukandi Turun Gunung Respon Cepat

Senin, 22 Juni 2026 - 15:13 WITA

Warga Dusun Bongki Desa Baru Kerjakan Jalan Sepanjang 3 Kilo Meter Dengan Swadaya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:04 WITA

Hadiri Penamatan Anak Didik TK Kemala Bhayangkari 13 Cabang Sinjai, Kapolres Jamal Apresiasi Peran Guru dan Pengurus Yayasan

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:34 WITA

Wagub Sulsel Apresiasi Buku “BupAAS: Jalan Pengabdian”, Kisah Dedikasi Bupati Bone Jadi Inspirasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:56 WITA

Gebrakan Awal Suwardi Thahir: Tradisi Syukuran dan Misi Penyelamatan KTA yang Hangus

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:28 WITA

Bangun Generasi Qurani, Baytul Mukaromah Bone Wisuda 144 Santri Penghafal Al-Qur’an

Berita Terbaru