DIKSIKU.com, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) memperluas cakupan layanan pemenuhan gizi dengan mengaktifkan 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi kawasan Indonesia bagian timur.
Aktivasi ratusan SPPG tersebut menyasar sejumlah wilayah yang masuk kategori 3T, yakni daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Langkah ini sekaligus menandai dimulainya kembali aktivasi dapur SPPG yang sebelumnya sempat berada dalam masa moratorium.
Dengan tambahan 480 unit tersebut, jumlah SPPG yang telah beroperasi di berbagai daerah di Indonesia kini mencapai 27.022 unit.
“Dengan diresmikan ratusan unit baru ini, total dapur SPPG yang kini telah beroperasi di seluruh Indonesia mencapai 27.022 unit,” tulis BGN melalui akun Instagram resminya @badangizinasional.ri, dikutip Minggu (4/10/2026).
BGN memastikan pengembangan layanan pemenuhan gizi akan terus dilanjutkan. Aktivasi dapur SPPG baru dilakukan secara bertahap dengan menyasar lebih banyak daerah.
Perluasan tersebut juga akan mencakup wilayah Kalimantan, Bali, Sumatra, serta berbagai daerah lainnya yang dinilai membutuhkan akses terhadap program pemenuhan gizi.
Menurut BGN, penambahan unit pelayanan tersebut merupakan bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas jangkauan program hingga ke daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
“Seluruh langkah strategis ini dihadirkan sebagai respons nyata atas tingginya aspirasi dan masukan dari masyarakat, sekolah, mitra, hingga para kader di lapangan,” tulis BGN.
Dengan bertambahnya jumlah SPPG, BGN menargetkan layanan pemenuhan gizi dapat menjangkau lebih banyak anak di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan yang tergolong 3T.
Penulis : Redaksi
Editor : Idhul Abdullah
Sumber Berita : detik.com




















