Jangan Biasakan Tidur Tengkurap, Ini 6 Bahayanya Bagi Kesehatan

- Editor

Sabtu, 21 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Posisi tidur tengkurap. (int)

i

Posisi tidur tengkurap. (int)

Bagi sahabat DIKSIKU.com yang senang tidur dengan posisi tengkurap, sebaiknya kebiasaan tersebut segera dihentikan.

Pasalnya, tidur dengan posisi tengkurap bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Berikut bahaya tidur tengkurap yang perlu kamu waspadai:

  1. Tekanan di Tulang Belakang

Dikutip dari Cleveland Clinic, tidur tengkurap bisa memberikan tekanan ekstra pada punggung. Saat tidur selama tujuh atau delapan jam, ini tentunya bisa memperparah ketegangan yang dialami.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sama halnya dengan yang disampaikan dr. Atika. Menurutnya, ketika tidur dengan posisi perut di bawah, beban akan menarik perut ke arah bawah, sehingga tulang belakang akan melengkung ke arah depan.

“Akibatnya, tulang belakang ada pada posisi yang kurang fisiologis selama tidur. Hal ini berisiko menimbulkan nyeri dan ketidaknyamanan keesokan paginya,” ujar dr. Atika.

  1. Nyeri Leher

Menurut Dokter Atika, posisi tidur tengkurap juga berkaitan dengan keluhan nyeri di leher.

Tidur tengkurap adalah posisi di mana perut menempel di tempat tidur dan memutar kepala ke samping. Hal ini membuat kepala dan tulang belakang menjadi tidak sejajar. Seiring berjalannya waktu, maka akan menimbulkan masalah pada leher.

Baca Juga :  Ini Segudang Manfaat Kunyit Putih Bagi Kesehatan

Bahkan, penggunaan bantal yang salah juga akan memperburuk kondisi leher bagian belakang menjadi semakin sakit ketika terbangun. Ini disebabkan oleh ketegangan saraf di sekitar leher.

  1. Menghambat Oksigen

Tidur dengan posisi tengkurap dapat mengganggu aliran darah ke pusat saraf otak. Ketika aliran darah menuju saraf pusat tersumbat, ini bisa menyebabkan rusaknya pusat saraf bagian kepala.

Kondisi ini bisa berdampak buruk pada cara berpikir seseorang, yang nantinya jadi cenderung lebih lambat.

  1. Nyeri Dada

Posisi badan telungkup juga dapat membuat lubang hidung tertutup bantal, sehingga tidak terbuka secara bebas.

Saluran pernapasan pun akan mendapatkan tekanan dan himpitan dari bobot tubuh yang tengkurap, sehingga menimbulkan terhambatnya sistem pernapasan dan dada terasa nyeri serta lebih berat sewaktu bangun tidur.

  1. Sakit Bahu

Selain menyebabkan nyeri punggung, leher, dan dada, postur tidur telungkup juga dapat menyebabkan komplikasi tambahan seperti nyeri bahu atau lengan.

Ketika tidur dalam posisi tengkurap, kebanyakan orang secara alami akan mengangkat tangan atau bahkan menyelipkan tangan di bawah bantal.

Baca Juga :  Tips Menonaktifkan Fitur Meta AI di WhatsApp Untuk Pengalaman yang Lebih Nyaman

Posisi tersebut bisa membuat terjadinya ketegangan pada sendi bahu. Hal ini bisa menimbulkan rasa nyeri di bahu atau gangguan lain pada bahu.

  1. Kerutan di Wajah

Seseorang berusia 20-30 tahun yang memiliki kebiasaan tidur dengan posisi telungkup bisa memicu terbentuknya garis halus dan kerutan di kulit wajah secara cepat.

Pasalnya, aliran darah di sekitar wajah menjadi tidak lancar. Bagian wajah yang menghimpit bantal cenderung mengikuti gravitasi bumi. Kemiringan wajah yang tidak simetris ini bisa meninggalkan kerutan dan garis-garis di permukaan kulit wajah.

Jika kebiasaan buruk ini terjadi secara terus-menerus, maka wajah jadi rentan memiliki garis halus di sekitar sudut mata dan bibir.

Nah, setelah mengetahui apa efek sering tidur tengkurap, ada baiknya untuk segera menghentikan kebiasaan tersebut. Alih-alih tidur telungkup, ada baiknya #JagaSehatmu dengan memilih posisi tidur terlentang atau miring.

Bila mengalami masalah ketika tidur, jangan sungkan untuk konsultasi dengan dokter. Unduh aplikasi KlikDokter dan gunakan layanan Tanya Dokter untuk terhubung dengan dokter lebih mudah!

Loading

Penulis : Redaksi

Editor : Idhul Abdullah

Sumber Berita : Klik Dokter

Berita Terkait

Program MBG di Penjara Makin Luas, Narapidana Punya Kesempatan Kerja dan Gaji
Mobil Sport hingga Tas Mewah, Ini Daftar Aset Menarik di BPA Fair 2026
Lonjakan Harga BBM: Dexlite dan Pertamina Dex Kini Hampir Rp24.000/Liter
Harga Plastik Melonjak Gila-Gilaan, Pemerintah Putar Otak Cari Pasokan Baru
Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik
Menkeu Purbaya Siapkan Bank Khusus UMKM, Dana KUR Rp 40 Triliun Dialihkan dari Perbankan
Pasar Tokenisasi Tembus US$25 Miliar, PINTU Tambah 10 Aset Global Berbasis Token
MLM Resmi Dilarang Jualan di Shopee dan Tokopedia, Aturan Baru Diteken Pemerintah
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:23 WITA

Program MBG di Penjara Makin Luas, Narapidana Punya Kesempatan Kerja dan Gaji

Kamis, 23 April 2026 - 07:14 WITA

Mobil Sport hingga Tas Mewah, Ini Daftar Aset Menarik di BPA Fair 2026

Minggu, 19 April 2026 - 07:43 WITA

Lonjakan Harga BBM: Dexlite dan Pertamina Dex Kini Hampir Rp24.000/Liter

Selasa, 14 April 2026 - 15:10 WITA

Harga Plastik Melonjak Gila-Gilaan, Pemerintah Putar Otak Cari Pasokan Baru

Jumat, 10 April 2026 - 14:06 WITA

Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik

Kamis, 9 April 2026 - 19:35 WITA

Menkeu Purbaya Siapkan Bank Khusus UMKM, Dana KUR Rp 40 Triliun Dialihkan dari Perbankan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:25 WITA

Pasar Tokenisasi Tembus US$25 Miliar, PINTU Tambah 10 Aset Global Berbasis Token

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:01 WITA

MLM Resmi Dilarang Jualan di Shopee dan Tokopedia, Aturan Baru Diteken Pemerintah

Berita Terbaru