Mendagri Soroti Kepala Daerah Terjerat Korupsi Usai Ikuti Pembekalan Presiden

- Editor

Senin, 20 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (int)

i

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (int)

DIKSIKU.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyayangkan masih adanya kepala daerah yang tersandung kasus dugaan korupsi, meski sebelumnya telah mendapatkan pembekalan melalui program retret dan berbagai upaya pencegahan dari pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Tito menyusul operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.

“Ya saya prihatin karena kepala daerah sudah kita berikan retret, kemudian pembekalan awal, kemudian juga sudah dibuatkan sistem keuangan lebih transparan, kemudian juga pembinaan-pembinaan telah dilakukan,” ujar Tito kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Baca Juga :  Pernyataan Menohok Menteri PPN : MBG Lebih Urgen daripada Lapangan Kerja

Menurut Tito, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk mencegah praktik korupsi di lingkungan pemerintah daerah. Mulai dari peningkatan transparansi pengelolaan keuangan hingga pembinaan terhadap kepala daerah.

Ia menyebut kepala daerah merupakan pejabat yang dipilih langsung oleh masyarakat, sehingga aspek integritas pribadi menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya pelanggaran hukum.

“Kembali ke integritas masing-masing orang. Jadi saya berharap dengan adanya OTT-OTT kepala daerah seperti termasuk Lombok ini,” kata Tito.

Mendagri juga meminta seluruh kepala daerah menjadikan kasus OTT sebagai bahan evaluasi dan meningkatkan kewaspadaan agar tidak terlibat dalam tindak pidana korupsi.

Baca Juga :  Anies - Muhaimin Mantap Berpasangan di Pilpres 2024

“Kepala daerah lainnya agar semua mawas diri melakukan introspeksi, jangan sampai melakukan pelanggaran apalagi tindak pidana korupsi,” lanjutnya.

Berdasarkan catatan, sejumlah kepala daerah telah terjaring OTT KPK sejak 2025. Dari jumlah tersebut, beberapa di antaranya merupakan bupati dan wali kota yang ditangkap sepanjang 2026.

Kasus terbaru menjerat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Ia bersama sejumlah pihak lainnya dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut setelah operasi penindakan yang dilakukan KPK.

Penulis : Redaksi

Editor : Idhul Abdullah

Sumber Berita : detik.com

Berita Terkait

Yasir Machmud Resmi Dilantik Pimpin DPN Pengusaha Tani Indonesia HKTI Periode 2026–2031
527 Ribu Laporan Masuk ke PPATK, Korupsi hingga Penggelapan Jadi Dugaan Terbanyak
Brankas Tersembunyi dan Aset Fantastis, Ahli Nilai Dugaan TPPU Febrie Perlu Diusut
Drama Amplop Bupati Kuansing-Raja Juli Berujung di KPK, KPK Dalami Asal-usul Uang
BPK Bongkar 1.600 Pendamping PKH Double Job, Ratusan Diminta Kembalikan Gaji
Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah di Bawah Supervisi Danantara
Pemerintah Batasi Guru Non-ASN: Tidak Terdaftar Dapodik 2024, Siap-Siap Tersingkir
Prabowo Rombak Lagi Kabinet, Enam Pejabat Baru Dilantik

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:03 WITA

Yasir Machmud Resmi Dilantik Pimpin DPN Pengusaha Tani Indonesia HKTI Periode 2026–2031

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:58 WITA

527 Ribu Laporan Masuk ke PPATK, Korupsi hingga Penggelapan Jadi Dugaan Terbanyak

Senin, 20 Juli 2026 - 20:03 WITA

Mendagri Soroti Kepala Daerah Terjerat Korupsi Usai Ikuti Pembekalan Presiden

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:37 WITA

Drama Amplop Bupati Kuansing-Raja Juli Berujung di KPK, KPK Dalami Asal-usul Uang

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:29 WITA

BPK Bongkar 1.600 Pendamping PKH Double Job, Ratusan Diminta Kembalikan Gaji

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:40 WITA

Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah di Bawah Supervisi Danantara

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:04 WITA

Pemerintah Batasi Guru Non-ASN: Tidak Terdaftar Dapodik 2024, Siap-Siap Tersingkir

Selasa, 28 April 2026 - 13:54 WITA

Prabowo Rombak Lagi Kabinet, Enam Pejabat Baru Dilantik

Berita Terbaru