Mentan Amran Yakin Harga Beras Turun dalam Sepekan, 25 Merek Fortifikasi Ditindak

- Editor

Senin, 21 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (int)

i

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (int)

DIKSIKU.com, Jakarta — Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman meyakini harga beras yang saat ini mengalami kenaikan akan mulai turun dalam sepekan.

Amran menyampaikan keyakinan tersebut saat ditemui di kediamannya di Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

“(Dalam sepekan akan turun?) pasti turunlah, doakan,” kata Amran.

Menurut Amran, persoalan beras fortifikasi turut menjadi perhatian pemerintah dalam merespons perkembangan harga beras. Pemerintah menemukan adanya produk yang dipasarkan dengan klaim kandungan vitamin tinggi, tetapi diduga tidak sesuai dengan ketentuan sehingga dijual dengan harga tinggi.

Kementerian Pertanian sebelumnya menemukan 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi standar kandungan dan mutu sebagaimana tercantum pada label. Pemeriksaan dilakukan melalui sejumlah laboratorium dan pemerintah kemudian mengambil langkah penarikan produk, pencabutan izin serta proses hukum terhadap pihak yang diduga melanggar.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Larang Demo di Bundaran HI, Ini Alasannya

Amran menyebut pemerintah meminta produsen beras fortifikasi yang bermasalah menghentikan sementara produksinya.

“Dimoratoriumkan cabut izinnya dulu. Kalau moratorium gimana? Berhenti kan? Terus dicabut izinnya gimana? Ada tiga proses. Cabut izinnya, moratorium, diproses hukum,” terang Amran.

Ia juga menyinggung adanya dugaan kerugian masyarakat akibat praktik yang berkaitan dengan beras fortifikasi tersebut.

“(Karena) fortifikasi. Kenapa? Ada mafia. Nah sebutlah besar-besar. Ada mafia. Ini yang bikin ribut. Tahu nggak? Itu Rp90 triliun diambil. Haknya rakyat. Itu penipuan,” tegasnya.

Amran memastikan stok beras secara nasional dalam kondisi aman. Kekosongan sejumlah produk beras di ritel, menurut dia, berkaitan dengan proses penindakan terhadap produk fortifikasi yang diduga bermasalah. Pemerintah juga menyatakan pasokan beras tetap tersedia melalui jalur distribusi lainnya.

Baca Juga :  Negara Butuh Duit, DJP Kejar Rp 20 Triliun dari Penuggak Pajak Hingga Akhir Tahun

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 21 September 2026, harga rata-rata beras di pasar tradisional tercatat Rp14.900 per kilogram untuk kualitas bawah I, Rp14.700 untuk bawah II, Rp16.600 untuk medium I, Rp16.400 untuk medium II, Rp17.900 untuk super I, dan Rp17.300 untuk super II.

Sementara pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras sebesar Rp13.500 per kilogram untuk beras medium dan Rp14.900 per kilogram untuk beras premium.

Dengan langkah penertiban terhadap produk yang diduga melanggar ketentuan serta penguatan pasokan beras, pemerintah menargetkan harga beras kembali bergerak turun dalam waktu dekat.

Penulis : Redaksi

Editor : Idhul Abdullah

Sumber Berita : detik.com

Berita Terkait

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027
Prabowo Minta Sanksi Pelaku Karhutla Diperberat
DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Tak Boleh Jadi Senjata Aparat
Mentan Amran Raih Skor Tertinggi dalam Evaluasi Kinerja Menteri
HPN 2027 Digelar di Lampung, PWI Buka Ruang Keterlibatan Seluruh Konstituen Dewan Pers
Wow, Anggaran MBG 2027 Diusulkan Sebesar Rp232,50 Triliun
Polda Metro Jaya Larang Demo di Bundaran HI, Ini Alasannya
Karhutla Meluas di Kalimantan, Anggota DPR Desak Kemenkeu Cairkan Rp290,9 Miliar

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:09 WITA

Mentan Amran Yakin Harga Beras Turun dalam Sepekan, 25 Merek Fortifikasi Ditindak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05 WITA

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027

Rabu, 16 September 2026 - 23:53 WITA

Prabowo Minta Sanksi Pelaku Karhutla Diperberat

Rabu, 9 September 2026 - 10:37 WITA

DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Tak Boleh Jadi Senjata Aparat

Senin, 7 September 2026 - 19:34 WITA

Mentan Amran Raih Skor Tertinggi dalam Evaluasi Kinerja Menteri

Kamis, 3 September 2026 - 23:31 WITA

HPN 2027 Digelar di Lampung, PWI Buka Ruang Keterlibatan Seluruh Konstituen Dewan Pers

Kamis, 3 September 2026 - 20:37 WITA

Wow, Anggaran MBG 2027 Diusulkan Sebesar Rp232,50 Triliun

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:18 WITA

Polda Metro Jaya Larang Demo di Bundaran HI, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Diksiku TV

VIDEO : Antrean Solar dan Pertalite Masih Mengular di SPBU Bone

Senin, 21 Sep 2026 - 20:37 WITA