DIKSIKU.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mencatat tingkat popularitas 70,4 persen dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO). Namun, tingginya pengenalan publik terhadap Bahlil belum sejalan dengan posisi elektabilitas Partai Golkar yang berada di peringkat ketiga dengan perolehan 10,7 persen.
Survei IPO yang dilaksanakan pada 12–20 Oktober 2026 tersebut memotret opini masyarakat terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, termasuk persepsi publik terhadap pejabat pemerintah serta peta dukungan partai politik menjelang Pemilu 2029.
Dalam kategori popularitas menteri dan pejabat tinggi Kabinet Merah Putih, Bahlil menempati posisi teratas. Ia juga memperoleh angka 37,5 persen dalam kategori top of mind, yakni pengenalan nama secara spontan ketika responden diminta menyebutkan menteri yang mereka ketahui.
Sementara itu, dalam kategori popularitas di bidang ekonomi, Bahlil mencatat angka 77,4 persen. Capaian tersebut jauh di atas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang memperoleh 23,5 persen. Adapun tingkat kepuasan terhadap kinerja Bahlil tercatat sebesar 31,1 persen.
Meski memiliki tingkat pengenalan publik yang tinggi, posisi Partai Golkar dalam simulasi pemilihan anggota DPR RI masih berada di bawah Partai Gerindra dan PDI Perjuangan.
Berdasarkan hasil survei yang sama, Gerindra memperoleh elektabilitas 23,1 persen, disusul PDI Perjuangan sebesar 11,6 persen. Golkar berada di urutan ketiga dengan 10,7 persen.
Selisih elektabilitas Golkar dengan PDI Perjuangan mencapai 0,9 poin persentase. Sementara jarak Golkar dengan Gerindra tercatat 12,4 poin persentase.
Data tersebut menunjukkan bahwa popularitas seorang tokoh dan elektabilitas partai merupakan dua indikator berbeda. Tingginya pengenalan masyarakat terhadap Bahlil belum dapat secara langsung diartikan sebagai besarnya dukungan pemilih terhadap Golkar.
Pengenalan publik terhadap Bahlil juga bisa dipengaruhi oleh posisinya sebagai Menteri ESDM dan pemberitaan terkait kebijakan energi nasional, bukan semata-mata karena kepemimpinannya di Partai Golkar.
Untuk mengetahui sejauh mana popularitas Bahlil berkontribusi terhadap dukungan kepada Golkar, diperlukan data pembanding dari survei sebelumnya serta analisis yang secara khusus mengukur hubungan antara pengenalan tokoh dan pilihan partai politik.
Survei IPO juga mencatat 21,6 persen responden menyatakan tidak tahu, tidak menjawab, atau merahasiakan pilihan partai mereka. Angka tersebut menggambarkan adanya responden yang tidak mengungkapkan pilihan politiknya, tetapi tidak serta-merta berarti seluruhnya belum menentukan pilihan.
IPO melaksanakan survei terhadap 1.200 responden dengan metode multistage random sampling. Survei tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar ±2,9 persen.
Hasil survei ini memberikan gambaran mengenai posisi Bahlil dalam pengenalan publik dan posisi Golkar dalam peta elektabilitas partai politik. Namun, hubungan antara kedua indikator tersebut masih membutuhkan pengukuran lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh popularitas ketua umum terhadap dukungan elektoral partai.
Penulis : Redaksi
Editor : Idhul Abdullah
Sumber Berita : Laman Golkar




















