Pererat Hubungan Indonesia-Pakistan, Atta Ul Karim Luncurkan Website Kolaborasi Multisektor

- Editor

Minggu, 23 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DIKSIKU.com, Jakarta – Dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan, Atta Ul Karim, Ketua International Creatives Exchange (ICE) dan Founder dari www.pakistanindonesia.com, meluncurkan sebuah website yang bertujuan untuk mempererat kerjasama kedua negara di berbagai sektor.

Acara peluncuran yang berlangsung di Pusat Pelatihan Kerja Daerah Jakarta Pusat pada Minggu (23/2/2025) ini menghadirkan berbagai tokoh penting yang berbicara tentang potensi dan peluang kolaborasi antara Indonesia dan Pakistan.

Atta Ul Karim, yang lahir di Pakistan dan kini menetap di Indonesia, menyatakan bahwa peluncuran website ini adalah bentuk penghargaan terhadap kedua negara yang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya.

“Website ini merupakan balas budi saya kepada Indonesia dan Pakistan, negara yang sangat berarti bagi saya. Saya berharap situs ini bisa memberikan manfaat di bidang pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan pertahanan, yang bisa mempererat hubungan kedua negara,” ujar Atta.

Website www.pakistanindonesia.com akan menjadi platform untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki kedua negara, mulai dari sektor pendidikan, pariwisata, hingga pertahanan.

Atta menjelaskan bahwa meskipun saat ini website ini berfokus pada pendidikan, pariwisata, dan pertahanan, ke depannya akan ada tambahan informasi mengenai sektor perdagangan yang juga memiliki potensi besar.

Seiring dengan 75 tahun perjalanan kerjasama Indonesia-Pakistan, hubungan kedua negara terus berkembang, baik dalam aspek diplomasi, ekonomi, maupun keamanan. Pakistan, yang menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947, telah lama menjalin hubungan erat dengan Indonesia, terutama dalam kerangka Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Baca Juga :  12 Perusahaan Terindikasi Picu Banjir Sumatra, Menhut Masih Bungkam

Peningkatan Kerja Sama Pendidikan dan Pariwisata

Dalam acara peluncuran, hadir pula berbagai narasumber yang memberikan perspektif tentang potensi kolaborasi antara kedua negara. Dr. Sumardiansyah Perdana Kusuma, seorang pendidik dan sejarawan, mengungkapkan bahwa hubungan Indonesia dan Pakistan bukan hanya dimulai pada tahun 1947, tetapi juga telah terjalin sejak abad ke-13, seiring dengan masuknya Islam ke Nusantara.

“Pakistan adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Ini adalah bagian penting dari sejarah kita yang perlu kita jaga dan terus kembangkan,” ujar Dr. Sumardiansyah.

Sektor pendidikan menjadi salah satu area penting dalam kerja sama ini. Dengan adanya website ini, diharapkan akan lebih banyak mahasiswa dari Indonesia yang belajar di Pakistan, dan sebaliknya, lebih banyak mahasiswa Pakistan yang berkesempatan untuk melanjutkan studi di Indonesia.

Dr. Sumardiansyah berharap agar Indonesia dapat belajar dari kebijakan pendidikan di Pakistan, di mana pendidikan dasar hingga menengah diberikan secara gratis untuk seluruh warga negara.

Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi fokus penting dalam pengembangan hubungan Indonesia-Pakistan. Sean Richard Bangun, dari Asosiasi Kemberin Kembali Berwisata Indonesia, mengatakan bahwa Pakistan memiliki potensi wisata alam yang luar biasa, seperti gunung tertinggi kedua di dunia dan lembah-lembah yang memukau.

“Banyak orang Indonesia belum tahu tentang keindahan Pakistan. Website ini akan menjadi jembatan untuk memperkenalkan potensi pariwisata yang ada di sana,” ujarnya.

Pertahanan dan Kolaborasi Industri Pertahanan

Tidak hanya di bidang pendidikan dan pariwisata, hubungan Indonesia-Pakistan juga semakin erat dalam hal pertahanan dan keamanan. Sugeng Hariyadi, Kasubdit Asia Ditkersin Kementerian Pertahanan, mengungkapkan bahwa hubungan pertahanan kedua negara terus berkembang, termasuk dengan adanya latihan militer bersama.

Baca Juga :  Sahabat Angkat Tangan, Ammar Zoni Tidak Tepati Janji dan Diduga Jadi Pengedar Sabu

“Kompleksitas geopolitik menjadi tantangan, namun kami yakin bahwa kerjasama ini akan memperkuat stabilitas dan keamanan kawasan,” ujar Sugeng.

Atta Ul Karim juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya berencana untuk menjalin lebih banyak kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah Indonesia, seperti Kementerian Pendidikan, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Pariwisata.

Harapan ke Depan

Dengan diluncurkannya www.pakistanindonesia.com, diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi kedua negara untuk berkolaborasi dalam berbagai sektor.

Atta Ul Karim berharap bahwa website ini tidak hanya memperkenalkan potensi pendidikan, pariwisata, dan pertahanan, tetapi juga memperkenalkan budaya dan perdagangan antara Indonesia dan Pakistan.

“Sebagai bagian dari masyarakat digital, kami ingin memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan kedua negara ini lebih dekat lagi. Melalui website ini, kami berharap dapat meningkatkan kerja sama di berbagai sektor dan membawa manfaat yang besar bagi Indonesia dan Pakistan,” tutup Atta.

Dengan 75 tahun perjalanan hubungan yang telah terjalin, Indonesia dan Pakistan kini melangkah ke arah yang lebih erat dan berkelanjutan, dengan komitmen untuk saling mendukung di berbagai bidang, baik secara bilateral maupun global.

Tentang International Creatives Exchange (ICE):

International Creatives Exchange (ICE) adalah organisasi yang bertujuan untuk menjalin hubungan internasional melalui kolaborasi kreatif di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kebudayaan, dan perdagangan.

ICE berkomitmen untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dan Pakistan serta membuka peluang baru untuk kerja sama internasional.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.pakistanindonesia.com

Berita Terkait

MUI Tegaskan Pria Berkostum Perempuan saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram
BGN Larang Dapur MBG Gunakan Minyakita, LPG 3 Kg, dan Beras SPHP
DPR Soroti Maraknya Aksi Main Hakim Sendiri, Minta Pelaku Diproses Hukum
Yasir Machmud Resmi Dilantik Pimpin DPN Pengusaha Tani Indonesia HKTI Periode 2026–2031
527 Ribu Laporan Masuk ke PPATK, Korupsi hingga Penggelapan Jadi Dugaan Terbanyak
Mendagri Soroti Kepala Daerah Terjerat Korupsi Usai Ikuti Pembekalan Presiden
Brankas Tersembunyi dan Aset Fantastis, Ahli Nilai Dugaan TPPU Febrie Perlu Diusut
Drama Amplop Bupati Kuansing-Raja Juli Berujung di KPK, KPK Dalami Asal-usul Uang

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:00 WITA

MUI Tegaskan Pria Berkostum Perempuan saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:25 WITA

BGN Larang Dapur MBG Gunakan Minyakita, LPG 3 Kg, dan Beras SPHP

Senin, 27 Juli 2026 - 21:50 WITA

DPR Soroti Maraknya Aksi Main Hakim Sendiri, Minta Pelaku Diproses Hukum

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:03 WITA

Yasir Machmud Resmi Dilantik Pimpin DPN Pengusaha Tani Indonesia HKTI Periode 2026–2031

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:58 WITA

527 Ribu Laporan Masuk ke PPATK, Korupsi hingga Penggelapan Jadi Dugaan Terbanyak

Senin, 20 Juli 2026 - 20:03 WITA

Mendagri Soroti Kepala Daerah Terjerat Korupsi Usai Ikuti Pembekalan Presiden

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:21 WITA

Brankas Tersembunyi dan Aset Fantastis, Ahli Nilai Dugaan TPPU Febrie Perlu Diusut

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:37 WITA

Drama Amplop Bupati Kuansing-Raja Juli Berujung di KPK, KPK Dalami Asal-usul Uang

Berita Terbaru