DPRD Kaltim Desak Pemerintah Perketat Pengawasan, Beras Oplosan Dinilai Kejahatan Ekonomi

- Editor

Jumat, 1 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kaltim, Sigit Wibowo. (Foto/Diksiku)

i

Anggota DPRD Kaltim, Sigit Wibowo. (Foto/Diksiku)

DIKSIKU.com, Samarinda – Maraknya praktik pengoplosan beras kembali menjadi sorotan tajam. Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sigit Wibowo, menilai peredaran beras oplosan tidak hanya merugikan konsumen, tetapi sudah masuk kategori kejahatan ekonomi yang merusak sistem distribusi pangan nasional.

“Ini bukan sekadar persoalan perdagangan tidak jujur. Mengoplos beras lalu menjualnya dengan label premium adalah tindakan kriminal yang merampas hak masyarakat kecil,” tegas Sigit, Jumat (1/8/2025).

Pernyataan itu disampaikan menyusul temuan Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan yang mengidentifikasi 212 merek beras tak layak edar. Temuan tersebut sudah diteruskan ke aparat penegak hukum untuk diproses lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Sigit, lemahnya pengawasan dari hulu ke hilir membuka ruang bagi pelaku untuk beroperasi. Ia menyebut modus oplosan beras mirip dengan pengoplosan bahan bakar seperti produk berkualitas rendah dikemas ulang seolah-olah sebagai produk premium. Bahkan, tak jarang bobot bersih pada kemasan tidak sesuai dengan isi sebenarnya.

Baca Juga :  Pemutihan Pajak Gagal Dimanfaatkan, DPRD Kaltim Minta Sistem Lama Dihapuskan

“Secara tampilan, kemasan dibuat rapi dan meyakinkan. Namun, begitu dibuka, kualitas beras jauh dari standar. Hal ini jelas menipu konsumen,” ujarnya.

Politisi asal PAN itu menekankan, pengawasan tidak boleh hanya sebatas formalitas atau sekadar reaksi setelah kasus viral. Ia meminta pemerintah melakukan inspeksi rutin dan menyeluruh, mulai dari petani, penggilingan, pengemasan, hingga ke pasar tradisional maupun modern.

“Kalau pengawasan hanya dilakukan sesekali, praktik curang seperti ini akan terus terulang. Pemerintah harus hadir lebih aktif, bukan menunggu kegaduhan publik baru bergerak,” tegasnya.

Baca Juga :  DPRD Kaltim Ingatkan Risiko Ketergantungan pada DBH Pusat

Selain kerugian ekonomi, Sigit menilai beras oplosan juga bisa berdampak pada kesehatan masyarakat. Campuran beras kualitas rendah dengan bahan tambahan tertentu dikhawatirkan berpotensi mengandung zat berbahaya bila dikonsumsi jangka panjang.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah membuka saluran pengaduan masyarakat yang mudah diakses dan cepat ditindaklanjuti. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mempersempit ruang gerak mafia pangan.

“Pemerintah harus tampil sebagai pelindung konsumen. Jangan biarkan rakyat berjuang sendiri menghadapi kejahatan terstruktur semacam ini. Sanksi tegas dan pengawasan sistematis adalah kunci untuk menciptakan efek jera,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Ldy

Editor : Rahmah M.

Berita Terkait

DPRD Kaltim Hentikan Mediasi, Tunggakan Gaji RSHD Masuk Jalur Hukum
DPRD Kaltim Sampaikan Pandangan Fraksi-Fraksi Terkait Nota Keuangan Pemprov
DPRD Kaltim Tegaskan Dukungan Untuk Kepemimpinan Baru di Mahakam Ulu
DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi Pengelolaan ZIS Lewat Baznas
DPRD Kaltim Serukan Gotong Royong Lawan Narkoba di Desa
DPRD Kaltim Gelar Paripurna ke-36, Bahas Revisi Agenda dan Perubahan APBD 2025
DPRD Kaltim Imbau Pemprov Perketat Kajian Tukar Guling Aset
DPRD Kaltim Desak Pengawasan Ketat Program Makanan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Rabu, 24 September 2025 - 18:04 WITA

DPRD Kaltim Hentikan Mediasi, Tunggakan Gaji RSHD Masuk Jalur Hukum

Selasa, 23 September 2025 - 18:24 WITA

DPRD Kaltim Sampaikan Pandangan Fraksi-Fraksi Terkait Nota Keuangan Pemprov

Selasa, 23 September 2025 - 18:22 WITA

DPRD Kaltim Tegaskan Dukungan Untuk Kepemimpinan Baru di Mahakam Ulu

Selasa, 23 September 2025 - 18:19 WITA

DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi Pengelolaan ZIS Lewat Baznas

Senin, 22 September 2025 - 20:00 WITA

DPRD Kaltim Serukan Gotong Royong Lawan Narkoba di Desa

Senin, 22 September 2025 - 19:28 WITA

DPRD Kaltim Gelar Paripurna ke-36, Bahas Revisi Agenda dan Perubahan APBD 2025

Senin, 22 September 2025 - 19:15 WITA

DPRD Kaltim Imbau Pemprov Perketat Kajian Tukar Guling Aset

Senin, 22 September 2025 - 18:09 WITA

DPRD Kaltim Desak Pengawasan Ketat Program Makanan Bergizi Gratis

Berita Terbaru

Nasional

BGN Siapkan Empat Pola Distribusi MBG Selama Ramadan

Rabu, 11 Feb 2026 - 18:59 WITA

ilustrasi PPPK. (int)

Nasional

DPR Buka Jalan bagi Guru Madrasah Swasta Menuju PPPK

Rabu, 11 Feb 2026 - 17:37 WITA