DIKSIKU.com, Jakarta – Keberhasilan Muhammad Zian Fahrezi tampil memukau saat melantunkan Surah Ar-Rahman pada acara Dzikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas), Sabtu (1/8/2026), tidak terlepas dari kebiasaan yang telah ditanamkan keluarganya sejak usia dini.
Qari berusia 11 tahun yang juga merupakan juara I MTQ Internasional di Irak itu telah dikenalkan dengan lantunan Al-Qur’an sejak berusia empat tahun. Ayah Zian, Azka, mengatakan putranya dibiasakan mendengarkan tilawah setiap hari, terutama sebelum tidur.
“Kalau Zian itu dulu waktu masih kecil, hampir setiap sebelum tidur kita putarkan tilawah-tilawah di YouTube. Random saja, qari Indonesia maupun qari Mesir. Alhamdulillah ketika diajarkan, karena dia sudah sering dengar, jadi lebih mudah,” ujar Azka, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Minggu (2/8/2026).
Menurut Azka, kebiasaan memperdengarkan bacaan Al-Qur’an membantu anak lebih mudah mengenali irama, makhraj, hingga pelafalan ayat suci saat mulai belajar membaca dan menghafal.
Selain membangun kebiasaan tersebut, keluarga juga terus mengasah kemampuan Zian melalui latihan yang dilakukan secara rutin. Azka menilai setiap anak memiliki potensi yang perlu dikembangkan secara konsisten.
“Alhamdulillah Allah memberikan suara yang bagus. Tinggal bagaimana kita memaksimalkan bakatnya. Tidak banyak orang yang diberi bakat seperti ini. Jadi kalau sudah punya bakat, ya diasah terus, dilatih,” katanya.
Lingkungan keluarga turut menjadi faktor penting dalam perjalanan Zian. Ia tumbuh di keluarga yang dekat dengan Al-Qur’an. Buyut dan kakeknya pernah berprestasi pada ajang MTQ internasional, sementara ayahnya juga berprofesi sebagai qari.
Menjelang penampilannya pada Dzikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Zian sempat mengalami batuk dan pilek. Keluarga kemudian berupaya menjaga kondisi kesehatannya dengan membawanya berobat ke dokter, memberikan vitamin, serta membiasakan mengonsumsi air hangat dan madu setiap pagi.
“Khawatir banget takut ganggu ke acara ini. Kemarin dibawa ke dokter, dikasih vitamin, kemudian tiap pagi minum air hangat sama madu,” ungkap Azka.
Perjalanan Zian hingga meraih prestasi internasional diawali dari seleksi nasional. Dari lebih dari 20 video peserta yang dikirim untuk MTQ Internasional di Irak, hanya dua peserta yang terpilih mewakili Indonesia, termasuk Zian. Pada ajang tersebut, ia berhasil meraih juara pertama dan mengharumkan nama Indonesia.
Di tengah berbagai prestasi yang telah diraihnya, Zian tetap memiliki cita-cita menjadi seorang dokter agar dapat membantu masyarakat, sembari terus menekuni dan mencintai Al-Qur’an.
Penulis : Redaksi
Editor : Idhul Abdullah
Sumber Berita : detik.com



















