DIKSIKU.Com,Bone,Beberapa hari setelah proses penjaringan calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone periode 2026–2030 diumumkan, nama Dr. Rahmatunnair masih bertahan sebagai salah satu figur yang mencuat dalam perbincangan sivitas akademika.
Rahmatunnair, yang saat ini menjabat Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Bone, sebelumnya resmi mendaftarkan diri sebagai calon rektor dengan membawa visi “IAIN Bone Unggul dan Humanis Berbasis Pangadereng.” Visi tersebut menekankan penguatan mutu akademik yang berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal Bugis sebagai fondasi tata kelola perguruan tinggi keagamaan Islam.
Sejumlah kalangan menilai, wacana kepemimpinan berbasis mutu dan nilai kemanusiaan yang ditawarkan Rahmatunnair relevan dengan tantangan pendidikan tinggi keagamaan saat ini. Perguruan tinggi tidak lagi hanya dituntut mengejar akreditasi dan peringkat, tetapi juga membangun iklim kampus yang adil, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan karakter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sejumlah diskusi internal kampus, konsep pangadereng—yang menekankan etika, kepantasan, dan penghormatan terhadap martabat manusia—mulai dibicarakan sebagai pendekatan kepemimpinan yang kontekstual dengan budaya lokal Bone.
Rahmatunnair menyebut perguruan tinggi keagamaan harus menjadi ruang tumbuh ilmu pengetahuan sekaligus ruang pembentukan nilai.
“Perguruan tinggi harus menjadi ruang tumbuh ilmu pengetahuan sekaligus ruang pembentukan karakter. Nilai pangadereng mengajarkan etika, tanggung jawab, dan saling menghargai—prinsip yang relevan bagi tata kelola kampus modern,” ujar Rahmatunnair.
Rekam jejak Rahmatunnair di LPM IAIN Bone turut menjadi perhatian. Selama ini, ia dikenal aktif mendorong penguatan sistem penjaminan mutu internal, peningkatan standar akademik, serta pengembangan budaya kerja berbasis kolaborasi di lingkungan kampus.
Selain penguatan mutu pendidikan, Rahmatunnair juga menaruh perhatian pada pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kualitas layanan mahasiswa, serta penerapan tata kelola institusi yang transparan dan akuntabel.
Hingga kini, tahapan penjaringan calon rektor IAIN Bone masih terus berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku. Sejumlah nama lain diperkirakan akan menyusul. Namun, beberapa hari pasca pengumuman awal, gagasan yang diusung Rahmatunnair dinilai telah membuka ruang diskursus lebih luas mengenai arah kepemimpinan dan masa depan IAIN Bone.
Pemilihan rektor ke depan diharapkan tidak sekadar melahirkan pemimpin administratif, melainkan figur yang mampu mengonsolidasikan mutu akademik, nilai kemanusiaan, serta identitas lokal dalam satu kepemimpinan institusional yang kuat.
![]()
Penulis : Iswahyu Sayekti
Editor : Redaksi Diksiku



















