Rehabilitasi Mangrove Lantebung: PT Sankyu dan Yayasan KEHATI Tanam Ribuan Bibit Untuk Masa Depan Hijau

- Editor

Senin, 3 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanaman dan penyulaman 5.000 bibit mangrove di Kawasan Pesisir Mangrove Lantebung, Kota Makassar. (ist|)

i

Penanaman dan penyulaman 5.000 bibit mangrove di Kawasan Pesisir Mangrove Lantebung, Kota Makassar. (ist|)

DIKSIKU.com, Makassar — PT. Sankyu Indonesia International bersama Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dan Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia kembali menanam dan menyulam 5.000 bibit mangrove di Kawasan Pesisir Mangrove Lantebung, Kota Makassar.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (30/10/2025) ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung restorasi ekosistem pesisir dan pengendalian perubahan iklim.

Penanaman kali ini mencakup 3.000 bibit baru dan 2.000 bibit penyulaman di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. Tiga jenis mangrove yang ditanam adalah Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Avicennia officinalis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain memulihkan fungsi ekologis kawasan pesisir, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap upaya peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Makassar, yang ditargetkan mencapai 30 persen dari total luas wilayah atau sekitar 5.273 hektar.

Dukungan Nyata untuk Rehabilitasi Mangrove

Kegiatan yang berlangsung hangat diiringi semangat kolaborasi ini dihadiri oleh perwakilan PT Sankyu Indonesia International, Yayasan KEHATI, Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia, Jaringan Ekowisata Mangrove Lantebung (Jekomala), Ikatan Keluarga Lantebung (IKAL), serta nelayan dan masyarakat pesisir setempat.

Dalam sambutannya, Director PT Sankyu Indonesia International, Dedi Mufdi, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi perusahaan dalam menurunkan emisi karbon.

Baca Juga :  Pemuda Bone Ditangkap Polisi Usai Kedapatan Tempel Sabu di Pot Bunga

“Kami berkomitmen mendukung pengurangan emisi CO₂ melalui berbagai cara, termasuk restorasi mangrove. Di sisi lain, kami juga mengembangkan bisnis logistik ramah lingkungan dan sistem transportasi rendah emisi. Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar CSR, tetapi bagian dari tanggung jawab global untuk masa depan yang hijau,” ujarnya.

PT Sankyu Indonesia International, anak perusahaan Sankyu Group berbasis di Tokyo, Jepang, telah aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan lingkungan di Indonesia. Aksi penanaman mangrove di Lantebung merupakan perwujudan rasa syukur dan komitmen perusahaan terhadap pelestarian ekosistem pesisir.
Komitmen Bersama Pulihkan Fungsi Ekologis Pesisir

Sementara itu, Direktur Program Yayasan KEHATI, Rony Megawanto, mengapresiasi dukungan PT Sankyu yang secara konsisten terlibat dalam rehabilitasi mangrove di Lantebung selama dua tahun berturut-turut.

“Mangrove di Makassar telah berkurang. Kawasan mangrove Lantebung adalah salah satu wilayah terakhir yang berhasil dipertahankan masyarakat. Upaya rehabilitasi seperti ini bukan hanya menambah vegetasi, tetapi juga memulihkan fungsi ekologis sebagai pelindung alami pesisir dan penyerap karbon,” ujar Rony.

Ia menambahkan, kemampuan mangrove menyerap karbon lima kali lebih besar dibandingkan hutan tropis, sehingga menjadi bagian penting dalam mitigasi perubahan iklim global.

Lantebung, Situs Belajar Rehabilitasi Mangrove

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia, Nirwan Dessibali, menjelaskan bahwa kawasan Lantebung kini berkembang menjadi situs belajar rehabilitasi mangrove yang dikelola bersama masyarakat.

Baca Juga :  Penting Menyiapkan Asuransi Untuk Anak Sejak Dilahirkan, Ini Alasannya

“Kami tidak hanya menanam, tetapi juga melakukan pemantauan dan perawatan rutin oleh fasilitator lokal. Kami belajar dari keberhasilan dan kegagalan agar kegiatan rehabilitasi tidak berhenti di seremoni, tetapi benar-benar menumbuhkan ekosistem yang hidup,” kata Nirwan.

YKL bersama kelompok masyarakat Jekomala menerapkan pendekatan Ecological Mangrove Restoration (EMR) — metode restorasi berbasis perbaikan kondisi ekologis agar mangrove tumbuh alami yang diadaptasi dari pembelajaran dari Yayasan Hutan Biru (YBH). Selain melindungi pesisir, kawasan ini juga menjadi habitat bagi kepiting, ikan, dan burung migran yang singgah di pesisir Makassar.

Mangrove: Solusi Alam bagi Iklim dan Kehidupan

Indonesia memiliki sekitar 3,44 juta hektar mangrove, atau 23 persen dari total mangrove dunia, namun setiap tahun berpotensi kehilangan hingga 19.501 hektar. Padahal, mangrove memiliki peran vital dalam menyerap karbon dioksida, menahan abrasi pantai, serta mendukung penghidupan masyarakat pesisir.

Melalui kolaborasi antara PT Sankyu Indonesia International dan Yayasan KEHATI, kegiatan rehabilitasi seperti ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pesisir Makassar, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadi contoh nyata kolaborasi multi pihak dalam aksi iklim berbasis alam. (*/Ril)

Penulis : Redaksi Diksiku

Editor : Idul Abdullah

Berita Terkait

Dapur MBG Berhenti Beroperasi, BGN Sebut Hanya Masalah Teknis
Sederet Pembangunan Nyata Gubernur Sulsel Warnai 27 Tahun Luwu Utara
Perombakan Kemenkeu: Dua Dirjen Dicopot, Plh Langsung Ditunjuk
Kebijakan Baru Kemendagri: Mobil Listrik Kini Dikenai PKB dan SWDKLLJ
Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik
Diplomasi Indonesia Diuji, Kapal Pertamina Tak Kunjung Keluar dari Selat Hormuz
BNNK Kendal Resmikan IBM Berkelanjutan 2026 di Plantaran, Perkuat Rehabilitasi Berbasis Masyarakat
Bitcoin Tertekan Tajam, Pintu Futures Hadirkan 5 Fitur Andalan Untuk Redam Risiko

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:26 WITA

Dapur MBG Berhenti Beroperasi, BGN Sebut Hanya Masalah Teknis

Rabu, 29 April 2026 - 10:56 WITA

Sederet Pembangunan Nyata Gubernur Sulsel Warnai 27 Tahun Luwu Utara

Rabu, 22 April 2026 - 20:00 WITA

Perombakan Kemenkeu: Dua Dirjen Dicopot, Plh Langsung Ditunjuk

Selasa, 21 April 2026 - 12:27 WITA

Kebijakan Baru Kemendagri: Mobil Listrik Kini Dikenai PKB dan SWDKLLJ

Jumat, 10 April 2026 - 14:06 WITA

Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:59 WITA

Diplomasi Indonesia Diuji, Kapal Pertamina Tak Kunjung Keluar dari Selat Hormuz

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:10 WITA

BNNK Kendal Resmikan IBM Berkelanjutan 2026 di Plantaran, Perkuat Rehabilitasi Berbasis Masyarakat

Senin, 16 Februari 2026 - 14:10 WITA

Bitcoin Tertekan Tajam, Pintu Futures Hadirkan 5 Fitur Andalan Untuk Redam Risiko

Berita Terbaru