DIKSIKU.com, Bontang – Anggota DPRD Bontang, Bonnie Sukardi, meminta Pemerintah Kota Bontang menjelaskan perkembangan kerja sama di bidang lingkungan hidup dengan perguruan tinggi dari Korea Selatan yang sebelumnya dikabarkan akan mendukung pengembangan sektor tersebut.
Hal itu disampaikan Bonnie dalam rapat kerja pembahasan optimalisasi pendapatan daerah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) mitra Komisi C DPRD Bontang, Senin (22/6/2026).
Menurut Bonnie, publik perlu mengetahui sejauh mana realisasi kerja sama tersebut, mengingat sebelumnya sempat disampaikan adanya dukungan pendanaan hingga Rp143 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya juga ingin mengetahui perkembangan kerja sama dengan universitas dari Korea yang pernah datang ke Bontang. Informasinya ada dukungan hingga Rp143 miliar. Bentuk kerja samanya seperti apa dan bagaimana kelanjutannya sampai sekarang perlu dijelaskan kepada publik,” katanya.
Selain mempertanyakan kelanjutan kerja sama tersebut, Bonnie juga menilai Bontang perlu mulai mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dengan memanfaatkan limbah menjadi energi sekaligus produk bernilai ekonomi.
Gagasan itu muncul setelah dirinya mengikuti forum Asosiasi Dewan Kota Seluruh Indonesia yang membahas pengelolaan sampah perkotaan. Dalam forum tersebut, sejumlah daerah dinilai berhasil mengurangi volume sampah melalui berbagai inovasi pengolahan, termasuk pembangunan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF).
Menurutnya, inovasi serupa layak dipelajari karena mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus menciptakan nilai tambah dari sampah.
Ia berharap pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi, baik dengan perguruan tinggi maupun pihak lain, agar pengelolaan sampah di Bontang semakin maju serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan potensi pendapatan daerah. (Adv)
Penulis : Upi
Editor : Idhul Abdullah





















