Kebijakan Baru Kemendagri: Mobil Listrik Kini Dikenai PKB dan SWDKLLJ

- Editor

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DIKSIKU.com, Jakarta – Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri resmi menetapkan kebijakan baru terkait pajak kendaraan listrik di Indonesia. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026 yang mengatur dasar pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta pajak alat berat. 

Regulasi ini telah ditandatangani Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan mulai berlaku sejak 1 April 2026. Dengan aturan tersebut, kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) tidak lagi otomatis dikecualikan dari kewajiban pajak daerah. 

Perubahan ini menandai berakhirnya insentif pembebasan pajak yang sebelumnya diberikan kepada kendaraan listrik. Kini, pemilik kendaraan listrik diwajibkan membayar PKB, opsen PKB, serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Kasat Resnarkoba Polres Bone Geram Namanya Dicatut Untuk Penipuan Penyelesaian Kasus Sabu

Untuk memberikan gambaran kepada masyarakat, simulasi perhitungan pajak kendaraan listrik pun mulai bermunculan. 

Dikutip dari Detik Oto, berikut contoh pajak untuk Wuling Air ev, kalau dulu hanya bayar Rp 143 ribu, maka siap-siap bakal dikenai pajak mulai Rp 3 jutaan. Berikut rinciannya: 

Pajak Wuling Air ev Lite Standard
PKB: DP PKB Wuling Air ev Lite x tarif PKB
= Rp 181,65 juta x 2%
= Rp 3,633 juta

Pajak tahunan: PKB + SWDKLLJ
= Rp 3,633 juta + Rp 143 ribu
= RP 3,776 juta

Pajak Wuling Air ev Lite Long Range
PKB: DP PKB Wuling Air ev Lite Long Range x tarif PKB
= Rp 190,05 juta x 2%
= Rp 3,801 juta

Pajak tahunan: PKB + SWDKLLJ
= Rp 3,801 juta + Rp 143 ribu
= RP 3,994 juta

Pajak Wuling Air ev Lite Pro Long Range
PKB: DP PKB Wuling Air ev Lite Long Range x tarif PKB
= Rp 232,05 juta x 2%
= Rp 4,641 jut

Baca Juga :  KEK Kendal Antar Kabupaten Kendal Jadi Raja Investasi Jawa Tengah 2025

Pajak tahunan: PKB + SWDKLLJ
= Rp 4,641 juta + Rp 143 ribu
= RP 4,784 juta

Pajak BYD Atto 1 Tipe Standar
PKB: DP PKB BYD Atto 1 Tipe Standar x tarif PKB
= Rp 240,45 juta x 2%
= Rp 4,809 juta

Pajak tahunan: PKB + SWDKLLJ
= Rp 4,809 juta + Rp 143 ribu
= Rp 4,952 juta

Pajak BYD Atto 1 Varian Lebih Tinggi
PKB: DP PKB BYD Atto 1 Varian Lebih Tinggi x tarif PKB
= Rp 253,05 juta x 2%
= Rp 5,061 juta

Pajak tahunan: PKB + SWDKLLJ
= Rp 5,061 juta + Rp 143 ribu
= Rp 5,204 juta

Dengan adanya kebijakan ini, beban biaya tahunan kendaraan listrik diperkirakan meningkat signifikan dibanding sebelumnya yang hanya dikenai biaya ringan.

Penulis : Redaksi Diksiku

Editor : Frida Rijal

Sumber Berita : CNBC Indonesia

Berita Terkait

Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik
Diplomasi Indonesia Diuji, Kapal Pertamina Tak Kunjung Keluar dari Selat Hormuz
BNNK Kendal Resmikan IBM Berkelanjutan 2026 di Plantaran, Perkuat Rehabilitasi Berbasis Masyarakat
Bitcoin Tertekan Tajam, Pintu Futures Hadirkan 5 Fitur Andalan Untuk Redam Risiko
Tren Kemiskinan Sulsel Terus Menurun, Andi Sudirman Apresiasi Kerja Kolaboratif
KEK Kendal Antar Kabupaten Kendal Jadi Raja Investasi Jawa Tengah 2025
Modus Tempel Kuasai Peredaran Narkoba di Bone, Polisi Tangkap Sejumlah Pelaku
Pasca Pengumuman Bursa Rektor IAIN Bone, Gagasan Kampus Humanis Rahmatunnair Menguat
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:27 WITA

Kebijakan Baru Kemendagri: Mobil Listrik Kini Dikenai PKB dan SWDKLLJ

Jumat, 10 April 2026 - 14:06 WITA

Setelah Motor MBG Diperdebatkan, Kini Ribuan Truk Rp 10,8 Triliun Disorot Publik

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:59 WITA

Diplomasi Indonesia Diuji, Kapal Pertamina Tak Kunjung Keluar dari Selat Hormuz

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:10 WITA

BNNK Kendal Resmikan IBM Berkelanjutan 2026 di Plantaran, Perkuat Rehabilitasi Berbasis Masyarakat

Senin, 16 Februari 2026 - 14:10 WITA

Bitcoin Tertekan Tajam, Pintu Futures Hadirkan 5 Fitur Andalan Untuk Redam Risiko

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:31 WITA

Tren Kemiskinan Sulsel Terus Menurun, Andi Sudirman Apresiasi Kerja Kolaboratif

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:07 WITA

KEK Kendal Antar Kabupaten Kendal Jadi Raja Investasi Jawa Tengah 2025

Selasa, 27 Januari 2026 - 15:10 WITA

Modus Tempel Kuasai Peredaran Narkoba di Bone, Polisi Tangkap Sejumlah Pelaku

Berita Terbaru